Menulis di Media Cetak
oleh: Hasanuddin
Nara
Sumber : Dra.
Rahmi Wilandari, M. Pd.
Waktu : Rabu, 20 Ramadhan 1441 H/13 Mei 2020 M
Pukul : 13.00-15.00 WIB
Sebelum memulai sharing ilmunya tentang menulis di media
cetak. Bu Rahmi memperkenalkan dirinya. Ia lahir di Surabaya pada tanggal 1
Januari 1965 dan saat ini mengajar ekonomi dan kewirausahaan di SMAN 21
Surabaya.
Penulis pada umumnya berlatar belakang pendidikan bahasa dan
sastra, akan tetapi bu Rahmi latar belakang pendidikannya adalah ekonomi. Hal ini
bisa dilihat dari S1 dan S2-nya adalah pendidikan ekonomi yang ditempuh pada
tahun 1988 dan 2013.
Awal beliau mulai menulis adalah dengan menulis kejadian-kejadian
menarik di sekolah. Setibanya di sekolah langsung membuka laptop dan menulis semua
peristiwa atau kejadian yang dialaminya secara garis besarnya dan
melanjutkannya kembali setelah sampai rumah atau sepulangnya dari sekolah. Ia
mengatakan bahwa dirinya tidak pandai dalam merangkai kata-kata untuk menjadi
sebuah kalimat dan paragraph yang enak untuk dibaca akan tetapi hal itu tidak
menyurutkan niatnya untuk menjadi penulis. Hal inilah yang menjadi rahasia
penulis handal sebelum menjadi terkenal, yaitu menulis, menulis, dan menulis
setiap hari tanpa takut salah.
Beliau memberikan spirit dan motivasi bagi kita agar mulai
menulis dari sekarang dan jangan takut salah karena penulis itu bermacam-macam,
ada yang menjadi penulis cerpen, cerbung, dan ada juga penulis ilmiah. Di
samping itu, ada penulis fiksi dan non fiksi. Penulis artikelpun ada banyak
macamnya, yaitu ada penulis umum dan ada pula penulis buku teks. OLeh karena
itu, janganlah merasa enggan untuk mulai menulis.
Beliau selalu mengisi waktu luangnya dengan banyak membaca
di perpustakaan. Mengapa beliau lakukan seperti itu? Karena, perpustakaan
selain adem, tenang untuk membaca dan juga bisa menginspirasi untuk menulis. Penulisan
KTI atau artikel dibutuhkan wawasan untuk rajin membaca, baik buku cetakan atau
e-book. Sementara untuk penelitian, ada penelitian deskriptif, eksperimen, dan
PTK.
Bagi guru PTK adalah harus bisa melaksanakan dan sebenarnya
sangat mudah karena berawal dari kejadian sehari saat mengajar. Pertama kali
beliau ikut lomba KTI (PTK) pada tahun 2013. Saat penelitian tidak memiliki
target untuk menang dan hitung-hitung untuk cari pengalaman. Dan saat itu
sedang gencar-gencarnya workshop tentang penulisan PTK dan karya ilmiah. Banyak
guru-guru penasaran dan bertanya bagaimana sebenarnya menulis PTK itu?
Di akhir sharingnya, beliau memberikan semangat dan trik
suksesnya, yaitu harus berusaha yang disertai dengan semangat dan kerja keras.
Mulailah belajar disiplin untuk menulis setiap hari karena in syaa Allah kalau
sudah terbiasa akan menjadi enak, dan kecanduan untuk selalu menulis dan
menulis. Mudah-mudahan bisa menginspirasi kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar