Pergi
Pagi Pulang Petang
Oleh:
Hasanuddin, QH., M. Pd. I
|
S
|
aya mulai mengabdikan diri menjadi guru honorer
sejak tahun 2004 di salah satu pondok pesantren di Kota Mataram. Saya berani
menjadi guru setelah menyelesaikan kegiatan perkuliahan pengajian kitab kuning
100% selama empat tahun di salah satu pondok pesantren di Lombok Timur.
Setelah saya mengabdikan diri menjadi guru
honorer selama tiga tahun, Alhamdulillah saya bisa melanjutkan perkuliahan S1
dengan mengambil jurusan program studi sastra arab di salah satu perguruan
tinggi swasta di Kota Mataram sambil mengajar. Pada tahun 2007 saya
melaksanakan dua kegiatan yang sangat istimewa, yaitu pertama, akad
nikah dengan seorang gadis yang shalihah, berparas cantik jelita, baik hati,
dan periang. Kedua, yudisium selanjutnya diwisuda dan resmi
menyelesaikan perkuliahan dengan gelar sarjana. Dengan demikian, saya semakin
pede untuk mengajar dan berprinsip harus lebih baik dari guru yang belum
menjadi sarjana.
Alhamdulillah…Setelah dua tahun menjadi sarjana
atau pada tahun 2009 saya langsung mendapatkan panggilan dari kantor departemen
agama untuk mengikuti kegiatan PLPG (Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru)
dengan menggunakan portofolio. Dengan selesainya mengikuti PLPG dan dinyatakan
lulus, maka secara langsung menjadi guru professional yang ditandai dengan
adanya sertfikat pendidik guru professional bidang keahlian guru kelas dan
mendapatkan tunjangan gaji sebesar Rp 1.500.000,/bulan.
Setelah dua tahun berjalan, tepatnya pada
tahun 2011, Alhamdulillah saya kembali mendapatkan panggilan dari kantor
departemen agama untuk menjadi GBPNS (Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil) atau
penyetaraan golongan dengan PNS dan mendapatkan golongan III/a dengan gaji
sekitar 2.200.000,-an.
Alhamdulillah, pada tahun yang sama saya
memasukkan berkas pendaftaran kuliah pada program pascasarjana IAIN Mataram dan
dinyatakan lulus setelah bersaing dengan ratusan pendaftar dari berbagai
kalangan dan latar pendidikan. Puji syukur yang tiada terhingga saya panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karunia yang sangat banyak
kepada keluarga saya.
Sampai dengan saat ini (2020), saya telah
mengabdikan diri menjadi guru honorer selama kurang lebih 16 tahun lamanya.
Selama enam belas tahun saya berangkat pagi dan pulang petang walaupun saya
hanya seorang guru honorer biasa. Saya ingin menjadi contoh buat teman-teman
guru senior dan yunior saya, khususnya yang belum mengantongi sertifikat guru
professional.
Alhamdulillah….saya dan keluarga kembali mendapatkan rizki dari
Allah SWT sehingga bisa membeli tanah dan membangun rumah di Desa Batu Layar
Lombok Barat. Dengan memiliki rumah yang lintas kabupaten
dengan madrasah tempat mengajar membuat saya harus lebih pagi berangkat. Kalau
sebelumnya berangkat ke madrasah jam setengah tujuh karena rumah ada di Ampenan
yang cukup dekat dengan madrasah. Setelah rumah berada di Lombok Barat, maka
saya berangkat jam setengah enam dan paling telat jam enam sudah harus
berangkat dengan kondisi cuaca sangat dingin dan membonceng dua anak saya yang
sekolah.
Menurut saya, cuaca dan jarak tidak menjadi masalah karena saya selalu
melewati jalan raya yang mulus. Tidak sebanding dengan guru-guru lain yang
berada di daerah pedesaan,
perbukitan, atau pegunungan dengan jalan tidak semulus yang saya lewati. Bahkan
kalau hujan tidak bisa dilewati dengan kendaraan bermotor alias harus jalan
kaki dengan medan jalan yang berat.
Lintas kabupaten bukanlah alasan untuk
datang terlambat mengajar dan bukan alasan untuk meminta dispensasi kepada
kepala madrasah untuk tidak berangkat
pagi. Bagi saya, ini menjadi semangat untuk mengatur waktu berangkat agar tidak
terlambat. Menginspirasi bahwa manajemen waktu jauh lebih penting daripada
jarak tempuh dan cuaca yang tidak bersahabat.
Enam belas tahun mampu
memberikan kesabaran dan penempaan diri menjadi lebih baik dan Alhamdulillah
sejak bulan Juli 2019 saya mendapat tugas dan amanah yang teramat berat dari
ketua yayasan untuk menjadi kepala madrasah. Dengan
menjadi kepala madrasah, tentunya harus menjadi garda terdepan dalam segala hal
dan menjadi contoh keteladanan. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberikan petunjuk,
pertolongan, dan keridhaan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar