Membuat
Blog Banyak Pengunjung
oleh:
Hasanuddin
Nara Sumber : Agus Sampurno
Materi : Membuat Blog Banyak Pengunjung
Waktu : 26 Ramadhan 1441 H/19 Mei 2020 M
Pukul : 13.00-15.00 WIB
Sebelum
memulai materinya, marilah kita mengenal lebih dekat nara sumber kita pada hari
ini. Nama lengkapnya Agus Sampurno. (Saat ini – 2015) bekerja di PSF SDO
Jakarta. (2018) Master Trainer Sertifikasi BNSP. (2015-2013) Kepala sekolah
Ananda Islamic School Jakarta Barat. (2013-2000) Koordinator guru dan guru kelas di Global
Jaya International School Jakarta. (2009) Blog Pendidikan terbaik Detik.com
(2010) Microsoft Indonesia Innovative Educators. (2011) Guru Era Baru oleh Acer Indonesia.
(2012) The BOBs (Best of the Blogs) Deutsche Welle Germany (2014) Penulis Program
Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T). (2014-
2016). Pengkaji Naskah Pustekkom Jakarta (2014-2017) KPK (Komisi Pemberantasan
Korupsi) juri dan pelatih lomba inovasi
pembelajaran TK-SMA. (2014-2017) Become a jury and facilitator in teaching
innovation competition held by KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). (2014) a
Book writer “suluh tak kenal peluh’ Program Sarjana Mendidik di Daerah
Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) and Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi. (2014- 2016). Pengkaji Naskah Pustekkom Jakarta TK-SMA. (2012) The BOBs (Best of the Blogs) Deutsche Welle Germany nominated. (2011) won
the Guru Era Baru Acer Indonesia award. (2010) Microsoft Indonesia Innovative
Educators. (2009) Blog Pendidikan
terbaik Detik.com.
Ok,
sekarang kita akan masuk ke materi ya. Siang ini kita akan sama sama belajar
prinsip menulis 'ala Dahlan Iskan'. Tentunya semua orang tahu ya siapa beliau. Selain
mantan pejabat negeri ini beliau ternyata blogger lho. Mari kita perhatikan satu
cuplikan tulisan terbaru beliau. SATU PILOT. Yang ingin menyumbang paru
terus bertambah. Sampai kemarin meningkat menjadi 30 orang. Demi nyawa seorang
pilot Inggris itu. Yang bekerja di Vietnam Airlines itu. Ia satu-satunya
penderita Covid-19 di Vietnam yang berpotensi akan meninggal dunia (Baca DI’s
Way: Satu Nyawa). Rakyat Vietnam tidak mau pilot itu meninggal. Agar Vietnam
tetap tercatat di sejarah Covid-19 --sebagai satu-satunya negara yang tidak ada
korban meninggal dunia.
Tapi
kondisi paru pilot itu terus memburuk. Sekarang sudah sepenuhnya tergantung
pada paru buatan. Darah pilot itu --namanya Pasien No. 91-- harus dilewatkan
mesin yang berfungsi sebagai paru. Dari mesin itu darah dialirkan kembali ke
jantung. Untuk diedarkan ke seluruh tubuh --dengan oksigen yang didapat di
mesin paru itu.
Memang
tim dokter sudah memutuskan: akan melakukan transplant paru. Tinggal menunggu
donor. Sebenarnya transplant itu sudah dilakukan kemarin. Sudah ada orang
meninggal di rumah sakit itu. Tapi, setelah diperiksa, parunya tidak sehat.
Terkena infeksi. Batal.
UU
di Vietnam memang masih melarang transplant dengan pendonor orang yang masih
hidup --untuk menghindari perdagangan organ. Tentu pemerintah komunis Vietnam
bisa saja bikin pengecualian. Kalau keadaannya sangat darurat.
Hanya,
kondisi Pasien No. 91 itu masih bisa bertahan beberapa hari lagi. Dengan paru
buatan itu. Siapa tahu masih akan ada lagi calon donor cadaver.
Transplant
paru sendiri kini memang sudah mulai umum. Dengan biaya sekitar Rp 1 miliar (di
India) atau Rp 1,5 miliar (di Inggris). Tergantung kondisi pasien.
Memang
transplant paru sangat sulit. Tidak semudah transplant liver. Apalagi
transplant ginjal. Namun kisah suksesnya sudah kian tinggi.
Satu
kota kecil --untuk ukuran di sana-- di Tiongkok pun sudah bisa melakukannya.
Kota Wuxi tercatat sebagai yang pertama melakukan transplant paru pasien
Covid-19. Untuk dua paru sekaligus. Sukses pula.
Sejarah
itu dibuat tanggal 29 Februari lalu. Itu hari Sabtu. Baru disiarkan media di
sana hari Senin lusanya.
Kota
kecil Wuxi letaknya satu jam perjalanan kereta cepat dari Shanghai --ke arah
Nanjing. Wuxi adalah kota industri --semua daerah di antara Shanghai-Nanjing
adalah kawasan industri. Setiap hari lebih 50 kereta cepat menghubungkan
Shanghai-Nanjing. Beberapa di antaranya berhenti di stasiun Wuxi.
Pasien
Covid-19 yang menjalani transplant paru di Wuxi itu berumur 54 tahun. Sebenarnya
ia sudah sembuh dari Covid. Sudah dites nucleus acid. Dua kali. Selalu negatif.
Tapi
parunya bermasalah. Lendirnya sangat lengket di paru. Itu menyebabkan si pasien
tidak bisa bernafas. Sangat tersiksa.
Tapi
kondisi organ lain pasien itu sangat baik. Ia pun memenuhi syarat untuk
di-transplant. Berhasil.
Vietnam
memang belum berpengalaman di bidang itu. Belum ahli. Tapi tim Wuxi bisa dengan
cepat membantu. Sesama negara komunis. Bertetangga pula.
Tapi
kelihatannya Vietnam akan minta bantuan Jepang. Di Jepang sudah lebih sering
dilakukan transplant paru.
Tim
dari Jepang itulah yang selama ini membantu dokter Vietnam untuk mengembangkan
ilmu transplant. Bahkan pernah mempraktekkannya.
Dan
lagi Jepang lah sahabat terbaik Vietnam --bukan Tiongkok. Investor asing
terbesar di Vietnam adalah Jepang. Hubungan Vietnam dengan Tiongkok seperti
Wahabi dan Syi'ah. Sama-sama komunis tapi mazhabnya berbeda. Bahkan pernah
saling serang.
Vietnam
sangat percaya pada Jepang. Waktu dokter Vietnam ingin melakukan transplant
pembimbingnya dari Jepang. Termasuk saat ingin mempraktekkan transplant paru
yang pertama. Dua tahun lalu.
Dengan
didampingi tim Jepang itu dokter Vietnam sudah sukses melakukan uji coba
transplant paru itu. Di Ho Chi Minh City. Yakni tahun 2017. Pasien yang diuji
coba waktu itu adalah seorang anak umur 7 tahun. Berhasil.
Tim
itulah yang kelihatannya akan menangani transplantasi Pasien No. 91 sebentar
hari lagi.
Memang
tingkat sukses transplant paru ini masih rendah --dibanding transplantasi organ
lainnya. Tapi kemajuan terus terjadi. Tahun lalu sudah 80 persen pasien
transplant paru yang bisa hidup lebih dari 1 tahun.
Yang
bisa hidup lebih dari lima tahun baru 30-50 persen. Yang bisa 8 tahun lebih
kecil lagi.
Tapi
tetap saja ada campur tangan Tuhan. Saya dulu --tahun 2006-- juga sudah diberi
tahu: maksimal bisa hidup 5 tahun lagi. Bisa jadi benih-benih kanker akan
muncul lagi. Saya diminta berpikir ulang.
Saya
pun tetap memutuskan transplant. Kanker saya sudah memenuhi hati. Badan saya
sudah bengkak. Wajah saya sudah menghitam.
Saya
sangat siap untuk transplant. Tambah umur lima tahun sangatlah lumayan. Berarti
akan meninggal umur 60 tahun. Sudah lebih pantas.
”Kalau
organ yang lain masih tetap baik, lima tahun kemudian bisa transplant lagi,”
ujar dokter waktu itu --memberi harapan tambahan.
Saya
diam saja. Lima tahun masih lama. Dipikir kelak saja. Menjelang lima tahun itu
saya diperiksa detail sekali: tidak ada tanda-tanda munculnya kanker hati yang
baru.
Alhamdulillah.
Lima tahun
kedua diperiksa lagi. Tetap bersih.
Alhamdulillah.
Dua tahun lagi
adalah lima tahun ketiga.
Kondisi
badan pilot di Vietnam itu juga sangat baik. Semua organ lainnya masih
mendukung. Kans untuk sukses sangat besar. Apalagi kalau kedisiplinan setelah
transplant tetap tinggi --disiplin makan obat, atur diet, dan gaya hidup.
Bahkan
di Amerika sudah ada bukti. Pasien transplant paru --tahap awal dulu-- masih
hidup sampai sekarang. Sudah 26 tahun.
Namanya:
Tom Mathews. Umurnya saat ini 55 tahun. Peristiwa itu terjadi ketika umurnya 29
tahun. Di Cleveland, Ohio. Saat itu transplant paru baru dua tahun dicoba.
Tom
memenuhi syarat untuk ditransplantasi. Ia sudah terancam meninggal segera. Ia
menderita penyakit turunan: cystic fibrosis --lendir di paru yang mestinya cair
menjadi lengket.
Organ
lainnya baik. Tom sehat kembali. Ia pun kawin dengan Kim. Lalu mengambil dua
anak angkat: laki dan perempuan --kini berumur 22 dan 20 tahun.
Sepuluh
tahun kemudian Tom harus transplant lagi. Kali ini lebih mudah: transplant
ginjal. Mungkin akibat efek samping obat yang harus diminum rutin pasca
transplant. Agar paru yang baru itu tidak ditolak oleh badan Tom. Efek samping
obat itu memang tidak baik untuk ginjal, diabetes dan darah tinggi.
Mungkin
yang terakhir itu pula yang membuat saya terkena tekanan darah tinggi. Sampai
terjadi aorta dissection --pembuluh darah utama saya pecah sepanjang 50 cm. Itu
terjadi di Madinah, Arab Saudi, tepat 10 tahun setelah transplant hati.
Itulah
pandangan positif saya –daripada mengaku darah tinggi itu akibat sesuatu yang
sia-sia itu.
Saya
pun ikut optimistis pilot di Vietnam itu akan masuk golongan yang sukses. Bisa
berumur panjang. Ia muda. Ia pilot --yang biasanya disiplin. Ia bukan wartawan
--yang biasa urakan. Ia tidak merokok. Apalagi di Vietnam banyak gadis cantik
nan jelita --seperti digambarkan dalam teater Miss Saigon. (Dahlan Iskan)
Apa
yang menurut anda menarik dari tulisan beliau? Saya berikan 'bocoran' sedikit
ya. 1. Cermati seberapa sering beliau menggunakan tanda baca koma. 2. Menurut
anda beliau bercerita kehebatan beliau/pengalaman sendiri atau menceritakan
sesuatu hal yang sedang jadi perhatian semua orang saatini?. ok saya mulai
analisa saya. beliau bisa memadukan kalimat dengan kata hubung yang luar biasa.
Dari
tulisan Pak Dahlan Iskan ada beberapa
hal yang bisa kita ambil
1.
Persingkat
kalimat Anda.
2.
Buat
poin Anda segera bisa dibaca atau ditebak.
3.
Persingkat
pengantar.
4.
Gunakan
kata-kata sederhana.
5.
Tambahkan
grafik dan statistik.
6.
Gunakan
lebih banyak titik, lebih sedikit koma.
7.
Menulis
untuk membaca sepintas lalu, bukan membaca dalam-dalam.
8.
Tebalkan
hal yang menjadi pokok pikiran utama.
Dari
tulisan Pak Dahlan Iskan ada beberapa
hal yang bisa kita ambil
1.
∙
Persingkat kalimat Anda.
2.
∙
Buat poin Anda segera bisa dibaca atau ditebak.
3.
∙
Persingkat pengantar.
4.
∙
Gunakan kata-kata sederhana.
5.
∙
Tambahkan grafik dan statistik.
6.
∙
Gunakan lebih banyak titik, lebih sedikit koma.
7.
∙
Menulis untuk membaca sepintas lalu, bukan membaca dalam-dalam.
8.
∙
Tebalkan hal yang menjadi pokok pikiran utama.
9.
Buat
pembaca penasaran dengan kalimat pertama
10. Paragraf kecil> Paragraf panjang
11. Periksa alurnya
12. Tulis ulang setelah Anda menulis
13. Baca dengan keras apa yang Anda tulis
14. Saat membuat paragraf persingkat hingga 3 kalimat.
15. Buat kalimat hingga maksimal 17 kata.
16. Potong kata-kata menjadi
kalimat yang lebih pendek jika Anda bisa.
17. Terkadang, paragraf satu kalimat itu mengagumkan.
18. Kiat penulisan sederhana: Semakin banyak titik, semakin sedikit
koma.
19. Hubungkan ke kalimat sebelumnya.
20. Tautan ke kalimat berikut.
21. Hilangkan segala sesuatu yang menambah kebingungan.
22. Tambahkan detail berwarna-warni -- beragam.
23. =Hapus kata-kata yang tidak perlu.
“Kebanyakan
orang menangani kata-kata seolah-olah itu adalah uang receh: ringan, murah,
dapat dibuang. Sebagai gantinya, saya ingin Anda menanganinya seolah-olah itu
penutup lubang atau beban seberat 50 kilo di gym. Pikirkan sebelum Anda
mengambilnya. Lihatlah sebelum Anda meletakkannya. "
"Komunikator
yang buruk ia berkomunikasi seperti orang mengoceh. Komunikator yang baik
meninggalkan detail yang tidak perlu. Komunikator yang luar biasa memperlakukan
kata-kata sebagai komoditas yang paling langka."
Kiat
penulisan: Tambahkan metafora. Konsep abstrak sulit dipahami. Tetapi metafora
membuatnya konkret. Membaca tanpa metafora seperti tersandung di sekitar rumah
Anda dalam gelap. Tetapi membaca dengan metafora seperti berjalan dalam cahaya.
contoh
metafora;
Engkau
belahan jantung hatiku sayangku.
Raja
siang keluar dari ufuk timur.
Jonathan
adalah bintang kelas dunia.
Raja
malam telah keluar dari paraduannya.
Kalau
dalam bentuk hiperbola bagai mana. Ia juga, bagaimana kalau di tambah dengan
personifikasi. khawtirnya malah jadi puisi ya bapak ibu. Berarti saat kita menulis kita harus tahu dulu
siapa sasaran kita ya?. bagaimana cara memelihara alur tulisan supaya renyah
dibaca meski dengan kalimat-kalimat pendek? supyanto bekasi.. Sebuah tulisan
harus memiliki awal dan akhir maksudnya.
Dalam
menulis seseorang bisa menulis apa saja. Namun pertarungan sebenarnya adalah
pada proses editing. Empat proses saat melakukan proses editing tulisan Anda. Bagian
1: cek ide, area atau gambaran besar tulisan anda seperti struktur dan narasi.
Sebenarnya apa yang anda ingin sampaikan. Bagian 2: Baca dengan kacamata sebagai seorang krititikus yang paling keras bagi tulisan anda sendiri. Bagian 3: Jangan
menambahkan apa pun. Cukup hapus atau delete. Bagian 4: Tambahkan gaya pada
tulisan Anda untuk membuatnya indah.
Demikian
diskusi dan bincang kita hari ini. Semoga bapak ibu berkenan. Jadi teruslah
menulis. Saat ini posisi seseorang dalam pekerjaan dan karier tergantung
seberapa banyak ia menulis. Jika anda guru dan pendidik tanpa menulis anda
hanya akan jadi guru biasa yang mencari penghasilan. Dengan menulis 'kelas'
anda akan naik menjadi guru yang kreatif dan inspiratif bagi orang lain yang
membaca tulisan anda. Era seseorang memperkenalkan diri dengan kartu nama sudah
lewat. Kartu nama yang sebenarnya ada pada riwayat tulisan nya di Google atau
buku yang ia hasilkan.
Betul-betul inspiratif..
BalasHapus