Berbagi Pengalaman Mengenai Inovasi Pembelajaran di Ajang Nasional
oleh: Hasanuddin
|
Nara Sumber
|
: Arif
Darmadiansah (Alor, NTT)
https://youtu.be/1tFF7rYt8Z4
|
|
Waktu
|
: 19 Ramadhan
1441 H/12 Mei 2020 M
|
|
Pukul
|
: 13.00-15.00
WIB
|
Bapak
Arif Darmadiansah atau yang disapa Mr. Bams mulai berbagi pengalamannya dengan
menyapa bapak/ibu guru dan meminta izin untuk berbagi pengalamannya mengenai
kompetisi inobel di tingkat nasional.
Beliau
mulai memperkenalkan dirinya. Beliau adalah guru biologi, aslinya orang Solo
namun mengabdi di Alor NTT. Pertama kali mengikuti inobel tahun 2016 itu dari
sebuah ide atau gagasan sederhana, yakni ingin membuat kelas menjadi menarik
dan menyenangkan. Selain itu, kualitas pembelajaran juga kurang optimal. Dan
yang utama adalah tiada sarana prasarana yang mencukupi.
Ide
inovasi itu bisa muncul dari sebuah masalah atau potensi dan beliau sendiri
mengakui bahwa banyak masalah. Dari ide itu kemudian dipikirkan kira-kira mampu
dan bisa tidak diterapkan di sekolah dengan kondisi sekolah yang tidak ada
listrik dan sinyal telepon apalagi internet. Kemudian mengembangkan ide itu
menjadi sebuah produk, bisa media, bahan ajar, atau lainnya. Beliau
menuliskannya menjadi sebuah karya ilmiah dan bersiap untuk mengikuti
kompetensi.
Karya
ilmiah dapat berupa penelitian tindakan kelas, eksperimen, atau pengembangan (R
& D) dan untuk jenjang dikmen karena setiap jenjang berbeda kaidahnya.
Untuk dimen bisa diakses portal kesharlindung.pgdikmen.kemdikbud.go.id dan
untuk dikdas melalui kesharlindung. pgdikmen.kemdikbud.go.id. Pendaftaran dan
seleksinya melalui portal itu dan terbuka untuk semuanya.
Ada
beberapa syarat administrasi yang diminta, misalnya surat pernyataan aktif
mengajar, surat bukan kepala sekolah, dan lain sebagainya. Tahap pertama seleksi
administrasi kemudian dilakukan penilaian proposal penelitian. Apabila lolos,
maka akan mendapatkan undangan bimtek dari kemendikbud. Setelahnya melakukan
penelitian pelaksanaan di sekolah dan mengirim kembali ke portal sebagai
laporan akhir penelitian. Setelah itu, dilakukan seleksi dan didapatkan peserta
finalis yang akan kembali diundang untuk mempresentasikan hasil karya
ilmiahnya.
Untuk
jenjang SMA ada 3 bidang, yaitu SMA, SMK, dan sekolah inklusi. Untuk jenjang
dikdas, langsung mengirim laporan hasil penelitiannya. Bidangnya ada IPA,
Soshum, dan lainnya. Pada tahun 2016 diambil 100 peserta yang lolos sebagai
finalis. SMA 50 dan SMK 50 dan waktu itu belum ada iklusi. Pada tahun 2018
format dibedakan kembali. Ada kategori utama bagi peserta yang pernah juara,
madya yang pernah masuk finalis namun belum juara dan pemula bagi yang pertama
kali mengikutinya. Tes yang dilakukan saat babak final, meliputi tes tertulis,
tes presentasi, dan laporan hasil penelitian. Tes tertulis berisi soal
pedagogik, pilihan ganda 100 soal. Tahapan lomba inovasi paling tidak seperti
itu.
Tiba
saatnya, beliau membagi pengalamannya tentang inovasi yang dilakukan di
sekolah. Sekolahnya ada di ujung Alor atau biasa disebut sekolah di daerah 3T
(Terpencil, Terluar, dan Terdalam). Sekolahnya ada di puncak perbukitan,
berbatasan langsung dengan Negara tetangga, yaitu Timur Leste yang dipisahkan
oleh selat. Ke Dili lebih dekat daripada ke Kupang apabila menggunakan kapal
atau pesawat.
Minimnya
sarana prasarana membuat kegelisahan dan tantangan untuk berbuat lebih baik.
Tahun 2016 itu ia terinspirasi dari sebuah proyektor hologram 3D. Ia ingin
menjelaskan tentang invertebarata tetapi anak-anak tidak punya gambaran sama
sekali. Agar pembelajarannya menarik, ia membuat proyektor yang terbuat dari
mika tutup CD bekas yang dibentuk seperti prisma sebagai tempat hologramnya dan
HP android sebagai penayang video atau gambarnya. Mika CD ia dapatkan dari
teman guru. Namun, setelah lolos masuk finalis, ia ganti menjadi akrilik. Ia
beli di toko dengan harga 30.000 seukuran kertas A4.
Demikianlah,
Berbagi Pengalaman Mengenai Inovasi Pembelajaran di Ajang Nasional Bapak
Arif Darmadiansah atau yang disapa Mr. Bams yang mengajar di sekolah 3T.
Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar