Tampilkan postingan dengan label Bimas Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimas Islam. Tampilkan semua postingan

23 Mei 2023

Penguatan Kompetensi Penceramah, Kemenag: Tekankan Pesan-pesan Kebangsaan dalam Dakwah

 

Jakarta, Bimas Islam -- Koordinator Fungsi Dakwah dan Hari Besar Islam, Kementerian Agama, Lubenah menyampaikan, program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam dimaksudkan untuk memberi jaminan kepada masyarakat terkait pelayanan bimbingan agama. Para pendakwah, menurutnya, memegang peranan penting dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan persatuan.
 
Hal itu disampaikannya pada kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam, Senin, (22/5/2023) di Jakarta.
 
Lubenah mengatakan, Indonesia merupakan bangsa dengan tingkat religiositas yang sangat tinggi. Sehingga, segala sesuatu yang disampaikan para dai sangat memengaruhi masyarakat. 
 
"Di sinilah pesan-pesan kebangsaan tentang pentingnya toleransi, persaudaraan, persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan, penting ditekankan dalam aktivitas dakwah," ungkapnya.
 
Melihat kondisi tersebut, menurut Lubenah, dibutuhkan penguatan wawasan kebangsaan di kalangan penceramah. "Kita memerlukan para penceramah yang memiliki kedalaman ilmu agama, sekaligus kedalaman wawasan kebangsaan dan kebudayaan," ujarnya.
 
"Sehingga, ceramah-ceramah yang digaungkan di tengah masyarakat adalah ceramah yang sudah didasari pengetahuan yang mumpuni dan kontemplasi mendalam, terkait bagaimana membangun pemahaman agama yang moderat. Pemahaman agama yang berbuah sikap beragama yang santun, bersahabat, toleran, membawa kebaikan, dan merepresentasikan Islam Rahmatan lil alamin," sambungnya.
 
Ia menuturkan, wawasan kebangsaan dapat ditunjukkan dengan mengenal, memahami, dan menghargai berbagai tradisi, budaya, dan kearifan lokal di tengah masyarakat. Menurutnya, dengan wawasan tersebut, kecintaan seorang dai pada tanah airnya akan semakin kuat.
 
Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam ini digelar selama tiga hari, Senin-Rabu (22-24/05/2023) di Jakarta, dihadiri 80 peserta perwakilan Organisasi Masyarakat Islam seluruh Indonesia.
 

Jaga Kerukunan, Dirjen Bimas Islam Harap Penceramah Bawa Pesan Moderat

 

Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin berharap, para penceramah bisa membawa pesan-pesan moderat kepada masyarakat.
 
Ia mengatakan, penceramah bisa mengisi ruang di tengah umat dan mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan.
 
Hal itu disampaikannya pada kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Senin (22/05/2023) di Jakarta.
 
"Kita ingin bisa mengisi ruang-ruang spritualitas umat dengan pencerahan keagamaan yang wasathiyah," tuturnya.
 
Ia juga berharap, melalui penguatan kompetensi penceramah agama, akan tercipta toleransi dan moderasi di tengah-tengah masyarakat.
 
"Kami berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, kita bisa bersama-sama untuk menyampaikan pesan-pesan agama yang wasathiyah, pesan agama yang moderat, toleran, dan menghargai perbedaan," harapnya.
 
Kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam ini digelar selama tiga hari, Senin-Rabu (22-24/05/2023), diikuti 80 peserta perwakilan Organisasi Masyarakat Islam seluruh Indonesia.
 

Dirjen Bimas Islam Minta Penceramah Angkat Tema "Agama dalam Bernegara"

 

Jakarta, Bimas Islam -- Agama menjadi salah satu unsur penting dalam kehidupan bernegara. Namun, keberadaannya belum ditempatkan pada posisi strategis. Karenanya, dibutuhkan penceramah yang dapat mengangkat tema agama dalam kehidupan bernegara pada materi dakwahnya.
 
Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin pada kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam, Senin (22/05/2023) di Jakarta.
 
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak perbedaan, di antaranya agama, ras, dan suku bangsa. Kamaruddin berharap, penceramah juga bisa memberi pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya toleransi.
 
"Penceramah tidak cukup berdakwah tentang fikih saja, tidak kalah pentingnya adalah bagaimana konsep agama ini bisa menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.
 
Ia melanjutkan, agama juga bisa mengambil peran produktif. "Agama bisa mengambil peran secara produktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama tidak boleh terus menerus berada di pinggir, agama harus berperan sebagai pusat peradaban," ujar Dirjen.
 
Kamaruddin berharap, melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam ini, penceramah dapat menyampaikan pesan wasathiyah kepada masyarakat, agar kecintaan terhadap negara meningkat, dan kerukunan antarumat tetap terjaga.
 
"Kami berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, kita bisa bersama-sama menyampaikan pesan-pesan agama yang wasathiyah, pesan agama yang moderat, toleran, dan menghargai perbedaan," pungkasnya.
 

Waketum PBNU: Para Dai Perlu Bangun Nilai-nilai Moderasi

 

Jakarta, Bimas Islam -- Wakil Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Zulfa Mustafa menyampaikan, peran dai sangat penting bagi masyarakat, karena segala sesuatu yang diungkapkan para dai akan langsung dipercaya.
 
Oleh karena itu, ia berpesan agar para dai mampu membangun nilai-nilai moderasi di masyarakat.
 
Hal itu disampaikannya saat memberi materi 'Konsep Moderasi Dakwah MUI (Majelis Ulama Indonesia)' pada rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam, Senin (22/05/23) di Jakarta.
 
"Para dai ini sangat penting, karena ucapannya didengar oleh masyarakat. Karenanya, para dai berperan penting membangun moderasi di Indonesia," ujarnya.
 
Zulfa mengatakan, dai juga bisa mengambil peran dalam upaya meningkatkan literasi keagamaan. Menurutnya, masyarakat lebih banyak mendapat ilmu keagamaan melalui masjid dan majelis taklim, bukan dengan membaca.
 
"Literasi pengetahuan umat ini paling banyak dari majelis taklim dan masjid, bukan membaca, bukan pendidikan. Maka, peran dai (dalam peningkatan literasi) itu sangat penting," pungkasnya.
atau kunjungi: https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/waketum-pbnu-para-dai-perlu-bangun-nilai-nilai-moderasi

Direktur Penais: Program Pengiriman Dai 3T Tingkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama

 

Bandung, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag, Ahmad Zayadi menyampaikan, program pengiriman dai ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) seperti yang dilaksanakan bulan Ramadan lalu sangat diperlukan. Melalui program ini, masyarakat banyak mendapat penguatan pemahaman keislaman. Hal itu diungkapkannya saat dihubungi wartawan Bimas Islam, Rabu (26/4/2023).
 
“Ditinjau dari sudut pandang keagamaan, program ini sangatlah mulia. Sebab, masyarakat mendapatkan sentuhan penguatan pemahaman keislaman di wilayah 3T,” tuturnya.
 
Ditinjau dari sudut pandang negara, imbuh Zayadi, program pengiriman dai ke wilayah 3T merupakan upaya penguatan moderasi beragama secara langsung di masyarakat.
 
“Karena dengan wasilah pengiriman dai ini, penguatan moderasi beragama juga akan sampai di kehidupan nyata masyarakat yang berada di wilayah 3T,” tambahnya.
 
Ia juga menjelaskan, program tersebut akan tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang, dan akan berbarengan dengan meningkatnya indeks kerukunan umat beragama di wilayah 3T.
 
“Tentunya, kami banyak menghaturkan terimakasih kepada Kanwil dan Lazis Fil ‘Alamin. Berkat dukungan dan kerja sama yang produktif ini, kita optimis program ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Indeks kerukunan umat beragama akan meningkat,” pungkas Zayadi.
 
Diketahui, program pengiriman dai ke wilayah 3T resmi ditutup pada Selasa, 18 April 2023. Closing Ceremony Pemulangan Dai Wilayah 3T di wilayah Garut digelar di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Program dai 3T ini juga digelar di empat wilayah lain, yakni Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Program Pengiriman Dai 3T, Direktur Penais Apresiasi Pengabdian Para Dai

 

Bandung, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag, Ahmad Zayadi mengapresiasi para dai yang telah bertugas selama bulan Ramadan 1444 H di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Jawa Barat. Menurutnya, apresiasi itu layak diberikan karena para dai telah mengabdikan diri untuk berdakwah di wilayah 3T, tepatnya di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, mulai dari 27 Sya’ban sampai 26 Ramadan tahun 1444 Hijriah/20 Maret sampai 17 April 2023 Masehi.
 
“Apresiasi ini sangat layak diberikan kepada dai-dai di wilayah 3T karena pengabdiannya sangat luar biasa. Tidak hanya punya kesiapan fisik saja, tetapi mereka telah memiliki kesiapan mental yang kuat untuk mengabdi sampai di pelosok desa,” tuturnya saat dihubungi wartawan Bimas Islam, Rabu (26/4/2023).
 
Terdapat empat dai yang ditugaskan di Kabupaten Garut tepatnya di Kecamatan Cikelet, yaitu Hasanuddin asal Lombok, Wahyu Aslam asal Palembang, Misbachudin asal Jakarta, dan Muhammad Hidayatullah asal Padang.
 
Di Kabupaten Tasikmalaya, juga terdapat empat dai yang ditugaskan, tepatnya di Kecamatan Cipatujah, yaitu Abdul Muhit Hariry asal Banten, Mirza Iskandar Putra asal Aceh, Andiran Ansori asal Lombok, dan Agus Gunawan asal Cirebon.
 
Zayadi juga menjelaskan, akses pelayanan keagamaan di Indonesia belum merata, sehingga dibutuhkan komitmen dan semangat gotong royong dalam mendukung program pengiriman dai di wilayah 3T ini.
 
“Tantangan kita adalah layanan keagamaan yang belum merata. Harapannya, ke depan kita intens melakukan kerja-kerja besar, banyak pihak yang ikut terlibat agar kita bisa melanjutkan program ini secara maksimal di tahun-tahun mendatang,” terangnya.
 
Menurut Zayadi, agar program pengiriman dai di wilayah 3T tetap berlanjut, dibutuhkan penambahan jumlah dai, termasuk dai perempuan.
 
“Kalau tahun ini kurang lebih kita berangkatkan sekitar 50 orang, tahun depan kita perbanyak. Karena, berdasarkan ragam kebutuhan layanan keagamaan di masyarakat, kita juga berharap perlunya penambahan jumlah dai, termasuk di antaranya dai perempuan yang bisa menjelaskan tentang fikih perempuan. Maka, kita memberi kesempatan kepada dai perempuan terlibat dalam program ini di tahun 2024 mendatang,” tutup Zayadi.
 
Diketahui, program pengiriman dai ke wilayah 3T resmi ditutup pada Selasa, 18 April 2023. Closing Ceremony Pemulangan Dai 3T di wilayah Garut digelar di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Program dai 3T ini juga digelar di empat wilayah lain, yakni Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN