Bandung, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama
Islam (Penais) Kemenag, Ahmad Zayadi menyampaikan, program pengiriman
dai ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) seperti yang
dilaksanakan bulan Ramadan lalu sangat diperlukan. Melalui program ini,
masyarakat banyak mendapat penguatan pemahaman keislaman. Hal itu
diungkapkannya saat dihubungi wartawan Bimas Islam, Rabu (26/4/2023).
“Ditinjau dari sudut pandang keagamaan, program ini sangatlah mulia.
Sebab, masyarakat mendapatkan sentuhan penguatan pemahaman keislaman di
wilayah 3T,” tuturnya.
Ditinjau dari sudut pandang negara, imbuh Zayadi, program pengiriman
dai ke wilayah 3T merupakan upaya penguatan moderasi beragama secara
langsung di masyarakat.
“Karena dengan wasilah pengiriman dai ini, penguatan moderasi beragama
juga akan sampai di kehidupan nyata masyarakat yang berada di wilayah
3T,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, program tersebut akan tetap berlanjut di
tahun-tahun mendatang, dan akan berbarengan dengan meningkatnya indeks
kerukunan umat beragama di wilayah 3T.
“Tentunya, kami banyak menghaturkan terimakasih kepada Kanwil dan Lazis
Fil ‘Alamin. Berkat dukungan dan kerja sama yang produktif ini, kita
optimis program ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Indeks kerukunan umat beragama akan meningkat,” pungkas Zayadi.
Diketahui, program pengiriman dai ke wilayah 3T resmi ditutup pada
Selasa, 18 April 2023. Closing Ceremony Pemulangan Dai Wilayah 3T di
wilayah Garut digelar di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.
Program dai 3T ini juga digelar di empat wilayah lain, yakni Banten,
Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar