11 Juni 2020

Analisis KI, KD, IPK, dan TP (Pertemuan-5)

Setiap pendidik wajib mengetahuai tentang semua hal yang berhubungan dengan kurikulum. Kurikulum adalah pijakan dalam menyusun semua hal yang ada di bawahnya, seperti: perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi, dan tindak lanjut. Dalam konteks pembuatan modul, bagian dari kurikulum yang harus kita ketahui adalah pemahaman istilah Kompetensi, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi, dan Tujuan Pembelajaran.

Pengembangan Materi Pelajaran (Pertemuan-6)

Pengembangan Materi Pelajaran (Pertemuan-6)

Materi pembelajaran dikembangkan dari Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) sesuai dengan tuntutan KD dari KI-3 (Pengetahuan) dan KD dari KI-4 (Keterampilan), disesuaikan dengan silabus. Materi pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial.
Selain berdasarkan IPK, pengembangan materi pembelajaran juga mempertimbangkan hal-hal berikut.
  1. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
  2. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik.
  3. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
  4. Struktur keilmuan.
  5. Berbagai sumber belajar (referensi yang relevan dan termutakhir).
  6. Penguatan nilai-nilai karakter.
  7. Alokasi waktu.
Pengembangan materi pembelajaran dapat berupa isi pengetahuan (content knowledge) dan atau dimensi pengetahuan (paedagogical knowledge). Kegiatan pengembangan materi pembelajaran dilakukan untuk menghasilkan ruang lingkup materi pembelajaran. Ruang lingkup materi mata pelajaran disusun dengan tujuan untuk memberi pengalaman kongkret dan abstrak kepada peserta didik.
Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut. 
Fakta yaitu segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya. Contoh dalam mata pelajaran Sejarah: Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan Pemerintahan Indonesia.
Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti /isi  dan sebagainya. Contoh, dalam mata pelajaran Biologi: Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah, Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan ex-situ, dsb.
Prinsip yaitu berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagiumpostulat, paradigma, teorema, serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh, dalam mata pelajaran Fisika: Hukum Newton tentang gerak, Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton, Hukum 3 Newton, Gesekan Statis dan Gesekan Kinetis, dsb.
Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistemContoh, dalam mata pelajaran TIK: Langkah-langkah mengakses internet, trik dan strategi penggunaan Web Browser dan Search Engine, dsb.
Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya  nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja, dsb. Contoh, dalam mata pelajaran Geografi:  Pemanfaatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, yaitu pengertian lingkungan, komponen ekosistem, lingkungan hidup sebagai sumberdaya, pembangunan berkelanjutan.
Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan kecukupan (adequacy).
Relevansi artinya kesesuaian. Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain.  Misalnya : kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”Menjelaskan hukum permintaan dan hukum penawaran serta asumsi yang mendasarinya”  (Ekonomi kelas X semester 1) maka pemilihan materi pembelajaran yang disampaikan seharusnya ”Referensi tentang hukum permintaan dan penawaran” (materi konsep), bukan  Menggambar kurva permintaan dan penawaran dari satu daftar transaksi (materi prosedur).
Konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada empat macam, maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah Operasi Aljabar bilangan bentuk akar (Matematika Kelas X semester 1) yang meliputi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan merasionalkan pecahan bentuk akar.
Adequacy artinya kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK dan KD).
Materi pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamannya dapat diurutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu: pendekatan prosedural dan hierarkis.
Pendekatan prosedural. Urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah: dalam menelpon, dalam mengoperasikan peralatan  kamera video, cara menginstalasi program computer, dan sebagainya.
Pendekatan hierarkis. Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (Pertemuan-7)

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (Pertemuan-7)

Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah lembar kerja yang berisi informasi, perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan. Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. Lembar Kerja Siswa ( LKS) bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh siswa baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan peserta didik.
Tujuan penyusunan LKS setidaknya ada 4 hal, yaitu:
  1. Menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan
  2. Menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaaan peseta didik terhadap materi yang diberikan
  3. Melatih kemandrian belajar peserta didik, dan
  4. Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik.
Fungsi LKS secara umum adalah sebagai berikut :
  1. Membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran
  2. Mengaktifkan peserta didik dalam proses belajar mengajar
  3. Sebagai pedoman guru dan peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistimatis.
  4. Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang akan dipelajari melalui kegiatan belajar
  5. Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.
  6. Melatih peserta didik untuk menemukan dan mengembangka keterampilan proses, dan
  7. Mengaktifkan peserta didik dalam mengembangkan konsep
Bentuk LKS ada dua, yaitu: LKS HANDS-ON: suatu kegiatan yang melibatkan praktik atau eksperimen dengan menggunakan peralatan dan bahan yang berlaku. Sistematika penyusunan LKS Hands-On adalah Judul, Tujuan, Alat dan Bahan, Prosedur Kerja, Tabel Data, dan Bahan Diskusi.  LKS MINDS-ON: terfokus pada inti dari konsep yang memperkenalkan siswa untuk membangun proses berpikir dan mendorong mereka untuk bertanya dan mencari jawaban yang dapat meningkatkan pengetahuannya dan dengan demikian siswa mendapatkan pemahamannya. Sistematika LKS Minds-On adalah Judul, Tujuan, Petunjuk Kerja, dan Diskusi dan Pembahasan.

10 Juni 2020

International Webinar - The Challenges and Prospects of Mariculture Deve...


COVID-19 pandemik menyebabkan menurunnya produktifitas dihampir semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terkecuali di sistem riset, pengembangan, pengkajian dan pendidikan (LITBANGJIRAP) di Indonesia. Namun sebagai bangsa yang secara historis memiliki resiliensi yang kuat dan kreativitas yang tinggi, kondisi saat ini perlu dipandang sebagai tantangan untuk lebih meningkatan kegiatan, output, networking LITBANGJIRAP di tengah batasan-batasan New Normal Policy yang telah ditetapkan oleh Pemerintah RI. Oleh karena itu, Pusat Riset Perikanan menginisiasi acara Webinar Mengajar skala Internasional yang akan menghadirkan pembicara terkemuka di bidang Budidaya Laut dan Payau dari 3 Benua yaitu Eropa, Amerika Serikat dan Australia. Webinar Mengajar Skala Internasional ini bertema: "The Challenges And Prospects Of Mariculture Development Within The Framework Of Ecosystem Approach To Aquaculture" Tema ini merupakan pengejawantahan dari upaya pemerintah Indonesia melalui dua kementerian yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi untuk mempercepat pengembangan produksi budidaya laut melalui pembangunan sentra-sentra budidaya skala besar terintegrasi, pemilihan species budidaya yang berdaya saing tinggi, serta perwujudan sistem budidaya laut yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan di Indonesia. Adapun pembicara yang akan mengisi Webinar Mengajar ini yaitu: 1. Prof. Michael A. Rice, PhD, University of Rhode Island, New York, United States of America 2. Prof. Dr. Chris J. Cromey, The Scottish Association for Marine Science, Oban, United Kingdom 3. Dr. Patrick White, Akvaplan-Niva, Athens, Greece 4. Valentin Thepot (Ph.D Cand.), University of Sunshine Coast, Queensland, Australia 5. Dr. Debashish Mazumder, Australia Nuclear Science and Technology Organisation (ANSTO), Sydney, Australia 6. Prof. Dr. Jesmond Sammut, University of New South Wales, Sydney, Australia Perlu kami sampaikan bahwa ke-6 pembicara tersebut telah menyatakan kesediaanya untuk mengisi Webinar Mengajar terkait budidaya laut berbasis Ecosystem Approach to Aquaculture. Satu catatan bahwa dua pembicara dari Greece dan United Kingdom akan melakukan pre-recorded presentasi dikarenakan perbedaan waktu yang tidak memungkinkan antara Benua Eropa dan Indonesia.


09 Juni 2020

Playlist Tutorial

Salam kreatif dan inovatif,
Bekerja dirumah? Mengapa tidak,
Yuk bekerja dirumah dengan membuat berbagai karya untuk anak didik kita
Berikut ini beberapa link Tutorial yang ada di Chanel YouTube Media Belajar Temanggung, @mediabelajartemanggung
Semoga bermanfaat,
Ingat, bantu Like, Komen, SUBSCRIB dan share ya,

Selamat berkarya...
Salam Edukasi,

Kang Widi

#stayhome
#dirumahaja
#kangwidi
#sagusavi
#corona
#covid19

Playlist Tutorial Membuat TTS-Teka-teki Silang dengan EclipesCrossword:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLK0OvJjyOijQMuFBbATu3wUw_7TlulI_H

Playlist Tutorial Membuat Running Text (Text Berjalan) dengan PowerPoint:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLK0OvJjyOijQhx3qVv4dPO5uWjeuNtD5D

Tutorial membuat Animasi Mobil berjalan dengan PowerPoint:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLK0OvJjyOijRgV6cYvupeW-5R0sYkwdS5

Tutorial membuat Video Pembelajaran:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLK0OvJjyOijRNNhBoxxmiQa-4-sWGsZcd

08 Juni 2020

Aplikasi Telegeram Untuk Absen Kehadiran dan Steam

Selamat pagi dan Selamat beraktifitas. Semoga dlm keadaan sehat selalu
Jng lupa sarapan buat yg TDK puasa agar selalu bersemangat dan jng lupa tersenyum agar bahagia
Buat yg sakit smoga cepet sembuh ya,aamiin ya Rabb


Berikut disajikan tentang aplikasi telegeram yg bisa dipergunakan untuk absen kehadiran dan steam

https://youtu.be/HgeX_-1yDf0
Presentasi kedatangan dan kepulangan menggunakan telegram

https://youtu.be/WnK6vFw7k30
Bot telegeram

https://youtu.be/h-pUx9xhJHw
Pembelajaran steam

https://youtu.be/nhZPaxhcqns
Penerapan steam di SMK


https://youtu.be/zM3J1-uMUpA
Steam bagian 1


https://youtu.be/kkw4FoNd8Y0
Steam bagian dua

Smoga bermanfaat

Media Presentasi Interaktif

Tak terasa sebentar lagi libur kenaikan kelas dan akan masuk ke ajaran baru
Yuk mumpung libur kita mempersiapkan media media pembelajaran yg nantinya akan kita pergunakan
Sudah tau blm ada media presentasi interaktif namanya mentimeter
Yg penasaran silahkan dipelajari vdan di kembangkan

https://youtu.be/2cKJJ5MUet0
Membuat akun di mentimeter

https://youtu.be/3JqT8fZwoEk
Membuat presentasi interaktif dengan mentimeter

https://youtu.be/nuAbmnlgp00
Menjalankan mentimeter bersama siswa

https://youtu.be/Xz3ZgYgFWNo
Canva sebagai media pembelajaran

https://youtu.be/KKpyGHWOnco
Myview board

https://youtu.be/MzPK0s8LNLI
Disain class model

https://youtu.be/H_ZcQe7gfGA
Kolaborasi learning

https://youtu.be/IabdyLwSnMU
Penggunaan easy skect

https://youtu.be/C8rH72zqqms
Penggunaan edupuzzle

Smoga bermanfaat

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN