11 Juni 2020

Pengembangan Materi Pelajaran (Pertemuan-6)

Pengembangan Materi Pelajaran (Pertemuan-6)

Materi pembelajaran dikembangkan dari Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) sesuai dengan tuntutan KD dari KI-3 (Pengetahuan) dan KD dari KI-4 (Keterampilan), disesuaikan dengan silabus. Materi pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial.
Selain berdasarkan IPK, pengembangan materi pembelajaran juga mempertimbangkan hal-hal berikut.
  1. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
  2. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik.
  3. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
  4. Struktur keilmuan.
  5. Berbagai sumber belajar (referensi yang relevan dan termutakhir).
  6. Penguatan nilai-nilai karakter.
  7. Alokasi waktu.
Pengembangan materi pembelajaran dapat berupa isi pengetahuan (content knowledge) dan atau dimensi pengetahuan (paedagogical knowledge). Kegiatan pengembangan materi pembelajaran dilakukan untuk menghasilkan ruang lingkup materi pembelajaran. Ruang lingkup materi mata pelajaran disusun dengan tujuan untuk memberi pengalaman kongkret dan abstrak kepada peserta didik.
Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut. 
Fakta yaitu segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya. Contoh dalam mata pelajaran Sejarah: Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan Pemerintahan Indonesia.
Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti /isi  dan sebagainya. Contoh, dalam mata pelajaran Biologi: Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah, Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan ex-situ, dsb.
Prinsip yaitu berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagiumpostulat, paradigma, teorema, serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh, dalam mata pelajaran Fisika: Hukum Newton tentang gerak, Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton, Hukum 3 Newton, Gesekan Statis dan Gesekan Kinetis, dsb.
Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistemContoh, dalam mata pelajaran TIK: Langkah-langkah mengakses internet, trik dan strategi penggunaan Web Browser dan Search Engine, dsb.
Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya  nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja, dsb. Contoh, dalam mata pelajaran Geografi:  Pemanfaatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, yaitu pengertian lingkungan, komponen ekosistem, lingkungan hidup sebagai sumberdaya, pembangunan berkelanjutan.
Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan kecukupan (adequacy).
Relevansi artinya kesesuaian. Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain.  Misalnya : kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”Menjelaskan hukum permintaan dan hukum penawaran serta asumsi yang mendasarinya”  (Ekonomi kelas X semester 1) maka pemilihan materi pembelajaran yang disampaikan seharusnya ”Referensi tentang hukum permintaan dan penawaran” (materi konsep), bukan  Menggambar kurva permintaan dan penawaran dari satu daftar transaksi (materi prosedur).
Konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada empat macam, maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah Operasi Aljabar bilangan bentuk akar (Matematika Kelas X semester 1) yang meliputi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan merasionalkan pecahan bentuk akar.
Adequacy artinya kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK dan KD).
Materi pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamannya dapat diurutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu: pendekatan prosedural dan hierarkis.
Pendekatan prosedural. Urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah: dalam menelpon, dalam mengoperasikan peralatan  kamera video, cara menginstalasi program computer, dan sebagainya.
Pendekatan hierarkis. Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (Pertemuan-7)

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (Pertemuan-7)

Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah lembar kerja yang berisi informasi, perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan. Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. Lembar Kerja Siswa ( LKS) bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh siswa baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan peserta didik.
Tujuan penyusunan LKS setidaknya ada 4 hal, yaitu:
  1. Menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan
  2. Menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaaan peseta didik terhadap materi yang diberikan
  3. Melatih kemandrian belajar peserta didik, dan
  4. Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik.
Fungsi LKS secara umum adalah sebagai berikut :
  1. Membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran
  2. Mengaktifkan peserta didik dalam proses belajar mengajar
  3. Sebagai pedoman guru dan peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistimatis.
  4. Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang akan dipelajari melalui kegiatan belajar
  5. Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.
  6. Melatih peserta didik untuk menemukan dan mengembangka keterampilan proses, dan
  7. Mengaktifkan peserta didik dalam mengembangkan konsep
Bentuk LKS ada dua, yaitu: LKS HANDS-ON: suatu kegiatan yang melibatkan praktik atau eksperimen dengan menggunakan peralatan dan bahan yang berlaku. Sistematika penyusunan LKS Hands-On adalah Judul, Tujuan, Alat dan Bahan, Prosedur Kerja, Tabel Data, dan Bahan Diskusi.  LKS MINDS-ON: terfokus pada inti dari konsep yang memperkenalkan siswa untuk membangun proses berpikir dan mendorong mereka untuk bertanya dan mencari jawaban yang dapat meningkatkan pengetahuannya dan dengan demikian siswa mendapatkan pemahamannya. Sistematika LKS Minds-On adalah Judul, Tujuan, Petunjuk Kerja, dan Diskusi dan Pembahasan.

10 Juni 2020

International Webinar - The Challenges and Prospects of Mariculture Deve...


COVID-19 pandemik menyebabkan menurunnya produktifitas dihampir semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terkecuali di sistem riset, pengembangan, pengkajian dan pendidikan (LITBANGJIRAP) di Indonesia. Namun sebagai bangsa yang secara historis memiliki resiliensi yang kuat dan kreativitas yang tinggi, kondisi saat ini perlu dipandang sebagai tantangan untuk lebih meningkatan kegiatan, output, networking LITBANGJIRAP di tengah batasan-batasan New Normal Policy yang telah ditetapkan oleh Pemerintah RI. Oleh karena itu, Pusat Riset Perikanan menginisiasi acara Webinar Mengajar skala Internasional yang akan menghadirkan pembicara terkemuka di bidang Budidaya Laut dan Payau dari 3 Benua yaitu Eropa, Amerika Serikat dan Australia. Webinar Mengajar Skala Internasional ini bertema: "The Challenges And Prospects Of Mariculture Development Within The Framework Of Ecosystem Approach To Aquaculture" Tema ini merupakan pengejawantahan dari upaya pemerintah Indonesia melalui dua kementerian yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi untuk mempercepat pengembangan produksi budidaya laut melalui pembangunan sentra-sentra budidaya skala besar terintegrasi, pemilihan species budidaya yang berdaya saing tinggi, serta perwujudan sistem budidaya laut yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan di Indonesia. Adapun pembicara yang akan mengisi Webinar Mengajar ini yaitu: 1. Prof. Michael A. Rice, PhD, University of Rhode Island, New York, United States of America 2. Prof. Dr. Chris J. Cromey, The Scottish Association for Marine Science, Oban, United Kingdom 3. Dr. Patrick White, Akvaplan-Niva, Athens, Greece 4. Valentin Thepot (Ph.D Cand.), University of Sunshine Coast, Queensland, Australia 5. Dr. Debashish Mazumder, Australia Nuclear Science and Technology Organisation (ANSTO), Sydney, Australia 6. Prof. Dr. Jesmond Sammut, University of New South Wales, Sydney, Australia Perlu kami sampaikan bahwa ke-6 pembicara tersebut telah menyatakan kesediaanya untuk mengisi Webinar Mengajar terkait budidaya laut berbasis Ecosystem Approach to Aquaculture. Satu catatan bahwa dua pembicara dari Greece dan United Kingdom akan melakukan pre-recorded presentasi dikarenakan perbedaan waktu yang tidak memungkinkan antara Benua Eropa dan Indonesia.


09 Juni 2020

Playlist Tutorial

Salam kreatif dan inovatif,
Bekerja dirumah? Mengapa tidak,
Yuk bekerja dirumah dengan membuat berbagai karya untuk anak didik kita
Berikut ini beberapa link Tutorial yang ada di Chanel YouTube Media Belajar Temanggung, @mediabelajartemanggung
Semoga bermanfaat,
Ingat, bantu Like, Komen, SUBSCRIB dan share ya,

Selamat berkarya...
Salam Edukasi,

Kang Widi

#stayhome
#dirumahaja
#kangwidi
#sagusavi
#corona
#covid19

Playlist Tutorial Membuat TTS-Teka-teki Silang dengan EclipesCrossword:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLK0OvJjyOijQMuFBbATu3wUw_7TlulI_H

Playlist Tutorial Membuat Running Text (Text Berjalan) dengan PowerPoint:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLK0OvJjyOijQhx3qVv4dPO5uWjeuNtD5D

Tutorial membuat Animasi Mobil berjalan dengan PowerPoint:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLK0OvJjyOijRgV6cYvupeW-5R0sYkwdS5

Tutorial membuat Video Pembelajaran:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLK0OvJjyOijRNNhBoxxmiQa-4-sWGsZcd

08 Juni 2020

Aplikasi Telegeram Untuk Absen Kehadiran dan Steam

Selamat pagi dan Selamat beraktifitas. Semoga dlm keadaan sehat selalu
Jng lupa sarapan buat yg TDK puasa agar selalu bersemangat dan jng lupa tersenyum agar bahagia
Buat yg sakit smoga cepet sembuh ya,aamiin ya Rabb


Berikut disajikan tentang aplikasi telegeram yg bisa dipergunakan untuk absen kehadiran dan steam

https://youtu.be/HgeX_-1yDf0
Presentasi kedatangan dan kepulangan menggunakan telegram

https://youtu.be/WnK6vFw7k30
Bot telegeram

https://youtu.be/h-pUx9xhJHw
Pembelajaran steam

https://youtu.be/nhZPaxhcqns
Penerapan steam di SMK


https://youtu.be/zM3J1-uMUpA
Steam bagian 1


https://youtu.be/kkw4FoNd8Y0
Steam bagian dua

Smoga bermanfaat

Media Presentasi Interaktif

Tak terasa sebentar lagi libur kenaikan kelas dan akan masuk ke ajaran baru
Yuk mumpung libur kita mempersiapkan media media pembelajaran yg nantinya akan kita pergunakan
Sudah tau blm ada media presentasi interaktif namanya mentimeter
Yg penasaran silahkan dipelajari vdan di kembangkan

https://youtu.be/2cKJJ5MUet0
Membuat akun di mentimeter

https://youtu.be/3JqT8fZwoEk
Membuat presentasi interaktif dengan mentimeter

https://youtu.be/nuAbmnlgp00
Menjalankan mentimeter bersama siswa

https://youtu.be/Xz3ZgYgFWNo
Canva sebagai media pembelajaran

https://youtu.be/KKpyGHWOnco
Myview board

https://youtu.be/MzPK0s8LNLI
Disain class model

https://youtu.be/H_ZcQe7gfGA
Kolaborasi learning

https://youtu.be/IabdyLwSnMU
Penggunaan easy skect

https://youtu.be/C8rH72zqqms
Penggunaan edupuzzle

Smoga bermanfaat

Menerbitkan Buku Dari Hasil PTK



Sebuah resume belajar dari kelas menulis "Belajar Menulis Bersama Om Jay" melalui WAG.
Hari/Tanggal               : Rabu, 3 Juni 2020
Pukul                           : 19.00-21.00 WIB
Nara Sumber               : Hati Nurahayu
Tema                           : Menerbitkan Buku Dari Hasil PTK

Bagi Guru PNS, mendengar PTK sudah tidak asing. PTK sangat penting dan wajib digunakan guru untukmemenuhi naik pangkat. Banyak tantangan yang mesti dihadapi oleh guru dalam membuat PTK. Susah susah gampang dalam menyusun  atau menentukan latar belakang  menentukan PTK. Itu modal  atau titik awal  yang menentukan  PTK dapat dilakukan.

Lalu  setelah  membuat PTK dapatkah kita  mendapatkan  nilai PAK versi lain,  ini terutama bagi PNS. selain artikel untuk dijurnalkan, dapat pula  kita jadikan buku. Buku ini memiliki kebermanfaatan lain juga sebagai bahan literasi bacaan pendidik lain dalam melakukan PTKnya juga.

Untuk mengetahui lebih dalam sudah hadir nara sumber yang sangat mumpuni. Hati Nurahayu Pendidik SMP Plus Al-Amanah Dayeuhkolot Kab. Bandung SMP-SMA Karakter UTSMAN BIN AFFAN Arjasari Kab. Bandung CEO-TATA AKBAR. Banyak penelitian ilmiah dilahirkan dari tangan beliau. Hasil Karya Tulis Buku yang sungguh luar biasa.

Banyak versi dan ciri khas setiap guru dalam menyusun PTK. saya menerima banyak naskah untuk diterbitkan dari penulis. dan tentunya saya tidak menerbitkan asal langsung  cetak hasil PTK. tetapi mengubah terlebih dahulu selayaknya buku yang lebik oke penampakannya untuk dibaca, juga menarik.

Bagaimana caranya? Ibu Hati Nurahayu akan memberikan trik nya.
ini misalkan contoh PTK sederhana saya tahun 2014..lalu bagaimana saya membukukannnya, bisa menjadi 2 versi. Teman teman boleh menentukan, mau versi satu atau versi saya yang pernah saya buat. silahkan bebas memilih.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQMiFbF9ITjSqnAPJWC-acJruv8EaoZmIqu4HQNSOs_hjNfIb19fN6TQc1Me2KOOqdgyqfav_FY4rcXqVwJjD_YxWAb3E9VPaGfsyoPBisiy6ChvwYazCZJ_5vl4h3XsB00qBqqYGndIjR/s400/hati-1.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglhWJlPd95ZlQzj9CcvLp_CoPeMTRhKZW91ogAbSYruyd_pqq0nGFTmrh-ADatZfAbPprmSbjiRKjuHyb4mdwdOTQ5Hp61svntlsbrMUWaCk6FvZ8rNG3CaCC-AQyaL01Xw2syJTY_2j6S/s400/hati+2.JPG


Ini merupakann beberapa PTK dan Inobel maupunn best practice yang saya terbitkan menjadi buku, karya sahabat guru nasional. Ini juga  cara kita mengambil judul dari PTK saya simpelkan seperti ini. Salah satunya buku Omjay, PTK yang telah lolos Inobel 2018. dan menjadi buku saya ubah versi penyusunannya, agar tidak seperti laporan Inobel atau PTK. Karena banyak penulis yang blm mengubah PTK menjadi buku, saya lebih mengarahkan mereka mengubah versi buku terlebih dahulu. Dalam mengubah PTK menjadi buku, penting sekali memperbannyak isi materi variabel bebasnya dari kata kunci judul buku kita. atau lebih memperluas isi bacaannya. Tentunya berdasarkan sumber yang relevan.

Banyak guru kebingungan mencari judul. Kita tidak usah bingung, ambil intinya saja buku kita jadi asik untuk dikembangkan menjadi buku bacaan juga dari PTK kita.

Sesi Tanya Jawab :

Apakah PTK yang dijadikan buku bisa bisa dari 2 orang guru yg bersama2 saat mlakukan PTK? Saat liat di panduan itu PTK sepertinya hanya sbagai pelengkap dalam Buku (sbg contoh saja). Apakah demikian?
Boleh dua orang. kan buku beda lagi nilainya dengan PTK. kita mengembangkan dari isi PTK kita lebih ke versi buku seperti yang saya share filenya. tidak masalah. tetapi kalau dalam pembagian angka kredit yang saya tahu. kalau yang menulis bukunya berdua pastinya dibagi dua untuk PAK. Amannya 70 halaman. dan isi materi bahasan lebih diperbanyak jangan sesimpel PTK

Bagaimana cara ibu bisa menjadi editor handal dan bisa membuat tulisan menjadi menarik untuk dibaca? apalagi dari ptk bisa berubah menjadi buku. keren sekali bu. Sukses terus ya bu.
Saya masih belajar hanya membantu guru menerbitkan bukunya. Pastinya untuk mengubah buku menjadi PTK, saya banyak membaca buku best seller, bagaimana mereka menyajikan materi untuk menjadi sebuah buku. Melihat tata letak sebuah buku agar lebih menarik dibaca. Juga menyediakan bacaan sumber lain, karena editor juga harus banyak membaca buku sumber relevan. Setiap buku bervariasi tentunya. Ada yang sederhana menjadi luarbiasa dari PTK. Tergantung isi kontennPTK yang dibuat guru, dan kliknya ide kita mengembangkan. Tetapi karena semakin banyak guru yang ingin dibantu mengubah PTK, saat ini saya menyerahkan kepenulis mengubah terlebih dahulu agar belajar juga membuat menjadi buku dari PTKnya.

Seberapa perlu pra siklus dalam PTK? Boleh saran; selain membuat resume materi apa bisa di bagikan tema tulisan. Agar peserta makin fokus menulis
Saat saya menerima Researc Grant Seaqis, PTK kita bila satu siklus berhasil tidak masalah. Kata Profesor penguji PTK saya tahun 2017 kan ada rencana kita persiapkan 2 siklus apabila tidak berhasil dan PTK fokus ke inti permasalahan, misalkan tentang ke karakter, atau misal ke pemahaman. jangan banyak indicator. Misal meningkatkan ketermpilan dan hasil belajar, tapi fokus ke salah satu, ke keterampilan.dan diperjelas dalam tindakan juga refleksi.

Mohon penjelasan bagian2 mana saja dari batang tubuh ptk yang dibuang, dan bagian mana pula yang perlu tambah dari ptk supaya memenuhi syarat menjadi sebuah buku?
Yang dibuang yang bagian misalnya pendahuluan bagian kata kata PTKnya. Bagian yang ditambahkan di materi kata kunci PTK kita. Misalkan judul implementasi Media stearofom pembelajaran Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas kita kembangkan tentang Media (Pengetian, manfaat, jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya). Kita upayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi buku. bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing yang berbeda sesuai penggalaman dan bacaannya yang dia dapat. Semakin literatnya penulis akan semakin oke buku yang dia tulis. Karena literasi rangkaian membaca, berpikir dan menulis.

Dari outline kedua versi buku PTK yang saya tangkap, apakah benar jika versi buku PTK itu lebih ditekankan pembahasan pada tinjauan pustaka dan hasil penelitiannya Bu? Data-data dan grafik yang didapat ketika penelitian apakah ikut dimasukkan ke dalam versi buku? Apakah hasil penelitian R&D bisa juga dijadikan sebuah buku ibu?
Versi buku ke 2 itu PTK keseluruhan kita masukkan dalam buku, tapi diberi materi tentang PTK  seperti yang saya contohkan. itu pernah ditulis oleh Omjay dan saya juga. Data grafik boleh dimasukkan itu bukti telah diterapkan atau diaplikasikan di kelas, tidak masalah. R&D juga bisa banget, yang tadi dikembangkan itu bu.

Untuk PTK yg dijadikan buku, itu satu PTK saja atau harus kumpulan PTK? Apakah satu best Praktice juga bisa dijadikan buku. Untuk dibuat jadi buku apakah harus diseminarkan? Sekarang sdh pembelajaran K 13, saya punya PTK tapi tahun sebelum K13 dan perrnah jd juara di even My Teacher My Hero Apakah boleh dibuat buku?
kalau mau membuat versi penulisan 1 cara saya satu PTK saja. kalau mau versi dua bisa beri contoh PTK satu atau lebih. banyaknjuga yg menulis Kumpulan PTK. biasanya saya menuliskan pembuka dannisi materi sepintas tentang PTK.
Satu best bisa jadi buku. sangat bisa dan dikembangkan oleh penulis juga.
tidak usah diseminarkan tidak apa apa .
bisa banget

Dalam ptk itu ada 3 siklus ya..bagaimana jiga di siklus akhir hasilnya mengalami penurunan?apakah PTK nya harus diulang atau itu juga bisa disebut dengan PTK? Apa kah ada yang salah dalam penentuan variabel nya apabila terjadi hal demikian?
Kalau siklus dua meningkat sudah saja, kalau siklus akhir menurun lakukan refleksi dan tindakan lagi. Variabelnya jangan terlalu banyak.bisa aja kita tidak berhasil karena tidak fokus menilai setiap indikator dari variabel itu. fokus satu variabel dan mendalam pembahasannya bu. itulah namanya PTK. Maaf PTK saya yang di share itu banyak variabel. hanya contoh penyusunan saja. itu penelitian dulu 2014

Saya meminta saran, bagaimana caranya agar kita menerapkan suatu teori yang akan kita jadikan PTK menjadi efektif? Karena karakter belajar dan psikologi siswa dalam satu kelas sangat beragam? Terima kasih
Agar efektif pastinya sesuai dengan tidnakannyang akan kita lakukan , jangan meluas bu. sesuainkata kunci judul PTK kita karena kalaubkita bahas mendalam materi itu malah meluas juga. Jadi teori fokus ke kata kunci PTK kita. Cari bahasannya mau bekarakter apa ke psikologi? salah satu saja.

Menarik sekali membuat ptk menjadi buku. Selama ini saya hanya berfikir hasil ptk dijadikan artikel jurnal. Pertanyaan saya, dibagian buku yang manakah hasil2 penelitian ditulis (dimunculkan) ?
Bagian yang diberikan tindakan, atau kata kunci PTK .

Dalam penilaian Dupak sering PTK tidak dapat nilai dari Tim penilai. Dari pengalaman ibu apa kira- kira kekurangan sebzah PTK ? Jelaskan perbedaan PTK dgn Best Practice !
PTK kalau buku harus berbeda dari buku, kalau PTK mungkin ikuti sesuai peraturan di daerahnya masing- masing sebelum membuat PTK, kalau buat naik pangkat. PTK dan best pract sangat berbeda. PTK ada alur penelitian serangkaian observasi-rencana-tindakan-refleksi- juga bersiklus bila siklus satu tidak berhasil. Best pract pengalaman terbaik dinkelas dengan sistematika tertentu yang lebih simpel. Laporan PTK dapat dijadikan best Practice, nmaun laporan best Pract tidak dapat dijadikan PTK. itu menurut saya

PTK yang telah dibuat, ketika akan di buat jadi buku, apakah dilakukan daur ulang pada kalimat-kalimat yang digunakan atau hanya dipermak pada sejumlah bagian? Kira-kira caranya seperti apa mengolah kalimat PTK menjadi kalimat buku?
Bebas terserah penulis, pokoknya harus beda dengan PTK yang kita ajukan buat PtK dari susunan .Mau lengkap atau tidak lengkap, bisa ikuti cara yang saya share bentuk pdf. minimal 70 halaman kertas A5 untuk menjadi buku. Mengolah kalimat PTK jangan ada kata kata laporan pTK dari pengantar atau di pembuka pada bmengolahnkalimat PTK..jangan ada kata kata laporan pTK dati pengantar atau di pembuka pada buku.


Demikianlah share pengalaman dan trik yang telah diberikan, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua.
Demikianlah share pengalaman dan trik yang telah diberikan, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua.

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN