25 Mei 2020

Dampak_Pandemi_Covid19_Terhadap_Perencanaan_Ekonomi_di_Papua

WEBINAR Pogram Studi Perencanaan Wilayah dan Kota-USTJ
#Dampak_Pandemi_Covid19_Terhadap_Perencanaan_Ekonomi_di_Papua"

Menghadirkan narasumber :
- Ir. Juniar Ilham Prd., MT., IAP
Praktisi Tata Ruang
- Y. L. Marnala Sitorus, MT
Akademisi/Dosen Prodi PWK-USTJ
- Dr. Agus Hartopo, M. MT
Akademisi/Dosen Prodi PWK-USTJ

Moderator :
- Musfira, ST., M. Si
Ketua Program Studi PWK-USTJ

Waktu Pelaksanaan Kegiatan Webinar :
Hari/tanggal : Jumat, 29 Mei 2020
Pukul : 09.00 - 11.00 WIT
Menggunakan Aplikasi Zoom

Free Materi & e-Certificate

Lets Join Us!!

Link Registrasi : bit.ly/WebinarPWKUSTJPapua

Kuota Terbatas!!!

Peran Bank dan LKNB Dalam Mendukung UMKM di Era Pandemi Covid-19

[WEBINAR PERBANKAN] Series II
Perbanas Institute mengajak teman-teman semua untuk gabung dengan Webinar Perbankan, dengan Tema " Peran Bank dan LKNB Dalam Mendukung UMKM di Era Pandemi Covid-19 ".
.
Tentunya Dengan Narasumber yang sangat ahli dibidangnya, yaitu:
- Ahmad Siddik Badruddin (Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.)
- Arie Mulyadi (Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani)
.
Yang akan dimoderatori oleh:
- Dr. Hedwigis Esti Riwayati, M.E. (Dekan FEB Perbanas Institute)
.
Webinar akan diselenggarakan via Applikasi ZOOM
FREE Registrasi di:
https://s.id/webinarperbanas2
.
🗓: Jumat, 29 Mei 2020
🕙: 16.00 - 17.30
▶: Aplikasi ZOOM
.
Jadi tunggu apalagi, registrasi sekarang! Kuota Terbatas...
INFORMASI:
Vega (0815-5838-8505)
Riza (0815-8538-8511)
.
#dirumahaja #stopcovid19 #webinar #perbankan #2020 #perbanasinstitute #perbanasjakarta #perbanasbekasi

Cara Membuat Akun Webex

1.Webex

https://youtu.be/SQxf2NYmOK4
Bikin.akun

https://youtu.be/ZixNHhWzPiQ
Konfirmasi email dan bikin meeting

https://youtu.be/uwVAVbzrAA4
Mendownload rekaman video dr webex
 https://youtu.be/eWqwOz8fZMY
Gabung Pakai laptop
 https://youtu.be/ZKMoQZZprpA
Gabung Pakai hp

https://youtu.be/o89nLysyZTo
Tutorial membuat schedul metting dan schedul even dlm webex

https://youtu.be/ClXexUZdhys
Latihan host webex event

https://youtu.be/LvM8poZU9sQ
Latihan host webex metting


2.Free Conference call

https://youtu.be/KcdZ6Eti928
Menggunakan HP


https://youtu.be/FtHgi62xTkg
Menggunakan laptop


3.Zoom
 https://youtu.be/lYnlsobTU8o
Cara join menggunakan zoom dr laptop

 https://youtu.be/j18QphU4iBY
Cara join zoom menggunakan hp
 https://youtu.be/VYM9azpUdbY
Bikin akun

Maaf jika tutorial nya gak bagus soalnya sudah lama gak pakai
Smoga bermanfaat

Libur Panjang di Rumah Saja




Libur Panjang di Rumah Saja
Oleh: Hasanuddin, QH., M. Pd. I

S
elama libur panjang tahun ini betul-betul di luar perhitungan dan tidak pernah terbayangkan. Sekitar enam belas tahun mengabdikan diri menjadi guru honorer, baru kali ini merasakan libur yang tidak menggembirakan. Mungkin karena libur ini tidak direncanakan atau libur paksaan sehingga menjadi tidak begitu menyenangkan khususnya bagi saya pribadi dan bagi orang lain mungkin tidak demikian halnya.
Namun, untuk menghindari kejenuhan libur panjang yang hanya di rumah saja, ada beberapa hal yang saya lakukan. Pertama, mengikuti workshop daring yang diadakan oleh IGI Kabupaten Barru pada tanggal 9 Mei 2020. Kegiatan workshop ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Hardiknas. Kegiatan ini menghadirkan nara sumber yang berasal dari MTsN 1 Bone, yaitu ST. Maesarah, S. Pd tentang penggunaan aplikasi easy sketch.
Kedua, mengikuti kegiatan workshop penggunaan edpuzzle dalam video pembelajaran jarak jauh yang diselenggarakan oleh IGI KBB Saba Sakola pada tanggal 6-10 Mei 2020. Kegiatan ini menghadirkan nara sumber yang berasal dari SMAN 1 Batujajar, yakni Deni Cendrianto, S. Pd., S. Kom, Wiwi Marwiyah, S. Pd., M. Si (Moderator dari SMPN 2 Padalarang), dan Dian Diana, M. Pd (Host dari SMPN 1 Cihampelas).
Ketiga, mengikuti kegiatan webinar parenting menggunakan live streaming channel IGIBali TV dengan tema “Merdeka Belajar Untuk Generasi 5.0”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh IGI Bali dalam rangka perayaan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-112 (20 Mei 2020) pada tanggal 18-23 Mei 2020. Kegiatan ini menghadirkan educator/founder tangga edu, yaitu Wahyu Farrah Dina, S. P., M. Sc, dengan 5 materi penting, yaitu 1) Di tangga mana kita sekarang sebagai orang tua/guru Sebuah refleksi; 2) Cara sederhana menumbuhkan kreativitas; 3) Perpustakaan pribadi dengan buku cerita daring; 4) Membaca seasyik bermain: desain aktivitas; dan 5) Membuat buku anak sendiri di rumah.
Keempat, mengikuti kegiatan Sulbar webinar 2020 kerjasama Relawan Jurnal Indonesia, Relawan TIK Indonesia dan Google Educator Group (GEG) Sulawesi Barat dari tanggal 15-20 Mei 2020, yaitu upaya peningkatan kapasitas pendidik; belajar online dengan google suite membuat soal online (kecanggihan google form); tantangan civitas akademika di masa pandemic covid-19 cerdas menulis, riset, dan publikasi; belajar online tanpa internet; dan kebangkitan bangsa dalam menghadapi pandemic covid-19.
Kelima, belajar gratis dari rumah melalui webex yang diselenggarakan oleh SMK Kemaritiman Sulawesi Selatan pada tanggal 9 Mei 2020 dengan moto “di tengah kabut dan gelombang pandemi covid-19 yang melanda dunia, sang nakhoda tetap bernavigasi belajar bersama dengan semangat Hari Pendidikan dan menjadi putra putri terbaik Indonesia”. Kegiatan ini menghadirkan, Dra. Hj. Andi Emawati, M. Pd (Kabid PSMK Disdik Sulsel); Dr. Ir. Iqbal Djawad, M. Sc (Dosen Perikanan UNHAS); Drs. Muhiding, M. Si (Kepala SMKN 9 Makassar).
Keenam,  mengikuti kegiatan video conference emergency pedagogy IGI special Ramadhan berkolaborasi dengan kelor CSOC Sulawesi tengah dengan mengangkat tema “Dukungan Psikosisal Bagi Guru, Orang Tua dan Anak di Masa Pandemik Covid-19”. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 14 Mei 2020 dengan menghadirkan: Hendrijete N. Nuda, S. Psi., MM. (Psikolog bidang pendidikan dan latihan emergency pedagogy IGI); Farid Bahwerets, M. Pd (Ketua umum lembaga pendidikan darurat kebencanaan emergency pedagogy IGI); Heny Fredrika, M. Ed (Ketua I emergency pedagogy IGI); dan Muhammad Ramli Rahim (Ketua umum pengurus pusat IGI).
Ketujuh, mengikuti kegiatan yang diselenggarakan IGI Madiun dalam acara IGI Madiun menyapa dunia melalui diskusi virtual yang mengambil tema “Kreasi Pembelajaran dalam Pandemi Covid-19”. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 12 Mei 2020 dengan menghadirkan: Ponco Handayawati, M. Pd (SI di Den Haag Belanda); Nur Fitriyah, S. Pd (SI di Cairo Mesir); dan R.R Septriwi Antasari, S. Pd., MM. (SI di Yangon Myanmar).  
Kegiatan yang saya ikuti ada sekitar 30-an, baik yang dilakukan oleh IGI, PGRI, dan lainnya. Semuanya saya lakukan untuk menambah wawasan, teman, dan strategi dalam mengatasi berbagai macam permasalahan yang dihadapi selama libur panjang.   

Pergi Pagi Pulang Petang




Pergi Pagi Pulang Petang
Oleh: Hasanuddin, QH., M. Pd. I

S
aya mulai mengabdikan diri menjadi guru honorer sejak tahun 2004 di salah satu pondok pesantren di Kota Mataram. Saya berani menjadi guru setelah menyelesaikan kegiatan perkuliahan pengajian kitab kuning 100% selama empat tahun di salah satu pondok pesantren di Lombok Timur.
Setelah saya mengabdikan diri menjadi guru honorer selama tiga tahun, Alhamdulillah saya bisa melanjutkan perkuliahan S1 dengan mengambil jurusan program studi sastra arab di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Mataram sambil mengajar. Pada tahun 2007 saya melaksanakan dua kegiatan yang sangat istimewa, yaitu pertama, akad nikah dengan seorang gadis yang shalihah, berparas cantik jelita, baik hati, dan periang. Kedua, yudisium selanjutnya diwisuda dan resmi menyelesaikan perkuliahan dengan gelar sarjana. Dengan demikian, saya semakin pede untuk mengajar dan berprinsip harus lebih baik dari guru yang belum menjadi sarjana.
Alhamdulillah…Setelah dua tahun menjadi sarjana atau pada tahun 2009 saya langsung mendapatkan panggilan dari kantor departemen agama untuk mengikuti kegiatan PLPG (Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru) dengan menggunakan portofolio. Dengan selesainya mengikuti PLPG dan dinyatakan lulus, maka secara langsung menjadi guru professional yang ditandai dengan adanya sertfikat pendidik guru professional bidang keahlian guru kelas dan mendapatkan tunjangan gaji sebesar Rp 1.500.000,/bulan.
Setelah dua tahun berjalan, tepatnya pada tahun 2011, Alhamdulillah saya kembali mendapatkan panggilan dari kantor departemen agama untuk menjadi GBPNS (Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil) atau penyetaraan golongan dengan PNS dan mendapatkan golongan III/a dengan gaji sekitar 2.200.000,-an.
Alhamdulillah, pada tahun yang sama saya memasukkan berkas pendaftaran kuliah pada program pascasarjana IAIN Mataram dan dinyatakan lulus setelah bersaing dengan ratusan pendaftar dari berbagai kalangan dan latar pendidikan. Puji syukur yang tiada terhingga saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karunia yang sangat banyak kepada keluarga saya.
Sampai dengan saat ini (2020), saya telah mengabdikan diri menjadi guru honorer selama kurang lebih 16 tahun lamanya. Selama enam belas tahun saya berangkat pagi dan pulang petang walaupun saya hanya seorang guru honorer biasa. Saya ingin menjadi contoh buat teman-teman guru senior dan yunior saya, khususnya yang belum mengantongi sertifikat guru professional.
Alhamdulillah….saya dan keluarga kembali mendapatkan rizki dari Allah SWT sehingga bisa membeli tanah dan membangun rumah di Desa Batu Layar Lombok Barat.  Dengan memiliki rumah yang lintas kabupaten dengan madrasah tempat mengajar membuat saya harus lebih pagi berangkat. Kalau sebelumnya berangkat ke madrasah jam setengah tujuh karena rumah ada di Ampenan yang cukup dekat dengan madrasah. Setelah rumah berada di Lombok Barat, maka saya berangkat jam setengah enam dan paling telat jam enam sudah harus berangkat dengan kondisi cuaca sangat dingin dan membonceng dua anak saya yang sekolah.
Menurut saya, cuaca dan jarak tidak menjadi masalah karena saya selalu melewati jalan raya yang mulus. Tidak sebanding dengan guru-guru lain yang berada di daerah pedesaan, perbukitan, atau pegunungan dengan jalan tidak semulus yang saya lewati. Bahkan kalau hujan tidak bisa dilewati dengan kendaraan bermotor alias harus jalan kaki dengan medan jalan yang berat.
Lintas kabupaten bukanlah alasan untuk datang terlambat mengajar dan bukan alasan untuk meminta dispensasi kepada kepala madrasah untuk tidak berangkat pagi. Bagi saya, ini menjadi semangat untuk mengatur waktu berangkat agar tidak terlambat. Menginspirasi bahwa manajemen waktu jauh lebih penting daripada jarak tempuh dan cuaca yang tidak bersahabat.
Enam belas tahun mampu memberikan kesabaran dan penempaan diri menjadi lebih baik dan Alhamdulillah sejak bulan Juli 2019 saya mendapat tugas dan amanah yang teramat berat dari ketua yayasan untuk menjadi kepala madrasah. Dengan menjadi kepala madrasah, tentunya harus menjadi garda terdepan dalam segala hal dan menjadi contoh keteladanan. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberikan petunjuk, pertolongan, dan keridhaan-Nya.

24 Mei 2020

Persiapan Ajaran Baru Administrasi Pembelajaran Guru

Sambil berlibur hari raya
Barang x yg mau persiapan ajaran baru administrasi pembelajaran guru

Berikut ini paparan pak Asmar Achmad tentang teacher Aide
https://youtu.be/oA_Ks2sgDiQ

https://youtu.be/34hcbiJjKwU
Setting awal

https://youtu.be/pQrZWWOVCVI
Impor data siswa


https://youtu.be/iM4ezTh6rJk
Memasukkan data siswa manual

https://youtu.be/ed0QpeAVn5g
Absen siswa


Smoga bermanfaat

Puasa 6 Hari Bulan Syawal


Puasa 6 Hari Bulan Syawal

Alhamdulillah.... Puasa bulan Ramadhan 1441 H/2020 M resmi berakhir dengan ditandainya pelaksanaan 'Id Fitri pada hari Ahad, 1 Syawal 1441 H/24 Mei 2002 M. Setelah melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh, umat Islam disunnahkan mengikutinya dengan puasa 6 hari bulan Syawal. Mudah-mudahan kita mampu melaksanakannya.

Puasa Syawal ini merupakan puasa sunah enam hari yang dikerjakan pada bulan Syawal. Salah satu keutamaan bagi umat yang mengerjakan puasa di bulan Syawal ini adalah akan mendapat pahala seperti berpuasa selama setahun penuh.

Setelah usai menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Muslim dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk melaksanakan puasa enam hari pada bulan Syawal. Hal ini sebagaimana telah diceritakan oleh sahabat Abu Ayyub al-Anshari:
 Ø¹Ù†ْ Ø£َبِÙŠ Ø£َÙŠُّوبَ الْØ£َÙ†ْصَارِÙŠِّ رَضِÙŠَ اللَّÙ‡ُ عَÙ†ْÙ‡ُ Ø£َÙ†َّ رَسُولَ اللَّÙ‡ِ صَÙ„َّÙ‰ اللَّÙ‡ُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ Ù‚َالَ: “Ù…َÙ†ْ صَامَ رَÙ…َضَانَ Ø«ُÙ…َّ Ø£َتْبَعَÙ‡ُ سِتًّا Ù…ِÙ†ْ Ø´َÙˆَّالٍ Ùƒَانَ ÙƒَصِÙŠَامِ الدَّÙ‡ْرِ
Artinya:
Abu Ayyub al-Anshari bercerita bahwa Rasulullah saw bersabda, “siapa saja yang puasa Ramadhan, kemudian dia melanjutkan dengan enam hari pada bulan Syawwal maka jadilah puasanya seperi satu tahun”

Hadits ini diriwayatkan oleh banyak ulama hadits, diantaranya adalah imam Ahmad, Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi, al_nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. Kualitas dari hadits ini adalah shahih, dari segi ilmu hadits maupun dalam pandangan ulama fikih sepakat mengatakan bahwa hadits ini bisa diamalkan.

Waktu Menjalankan Puasa Syawal
Untuk mengerjakan puasa Syawal ini dilakukan setelah hari raya Idul Fitri dan tidak boleh dilakukan pada hari raya Idul Fitri. Hal ini berdasarkan larangan Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab, beliau berkata: “Ini adalah dua hari raya yang Rasulullah melarang berpuasa di hari tersebut: Hari raya Idul Fitri setelah kalian berpuasa dan hari lainnya tatkala kalian makan daging korban kalian (Idul Adha).”

Puasa Syawal ini dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, mulai tanggal dua Syawal yakni sehari setelah Idul Fitri. Namun, Rasullulah SAW tidak mengikat waktu pelaksanaan puasa Syawal harus dimulai di tanggal dua Syawal. Beliau hanya menegaskan, bahwa jumlah bilangan harinya saja, yaitu sebanyak enam hari di bulan Syawal.

Hal yang terpenting dari puasa Syawal ini adalah dilaksanakan sebanyak enam hari di bulan Syawal. Hanya saja, bagi kamu yang melaksanakannya secara berturut-turut memiliki keutamaan tersendiri karena mengikuti cara RAsulullah SAW dalam melaksanakan puasa sunah Syawal.

Namun, hendaknya untuk tidak berpuasa khusus di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu. Karena hal ini merupakan salah satu larangan dari Rasulullah, yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Dimana yang dijelaskan oleh para ulama, bahwa larangan itu menegaskan makruhnya puasa di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu.

Niat Puasa Syawal
Setelah memahami tentang hadits puasa Syawal dan waktu untuk melaksanakannya, perlu juga diketahui tentang bacaan niat untuk puasa Syawal ini. Memang, puasa ini mirip dengan puasa lainnya. Namun, yang membedakan hanyalah pada niatnya.

Untuk memantapkan hati, dianjurkan bagi kamu yang ingin menjalankan puasa sunnah Syawal dengan melafalkan niatnya. Berikut ini lafal niat puasa sunnah Syawal. Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Bagi kamu yang mendadak di pagi harinya ingin mengamalkan puasa sunnah Syawal ini, tentunya juga diperbolehkan baginya untuk berniat sejak kamu berkehendak puasa sunnah. Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.

Sedangkan untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Oleh karena itu, dianjurkan juga untuk melafalkan niat puasa Syawal di siang hari. Berikut lafalnya:
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Mendahulukan Qodho Puasa
Setelah memahami hadits puasa Syawal, waktu beserta niatnya, hal terakhir yang perlu dipahami adalah tentang ketentuan untuk mendahulukan qodho puasa atau puasa Syawal. Ternyata harus menunaikan qodho puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal, yaitu puasa setahun penuh.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Siapa yang mempunyai kewajiban qodho puasa Ramadan, hendaklah ia memulai puasa qodho-nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho’ itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 391).

Begitu pula beliau mengatakan, “Siapa yang memulai qodho puasa Ramadan terlebih dahulu dari puasa Syawal, lalu ia menginginkan puasa enam hari di bulan Syawal setelah qodho-nya sempurna, maka itu lebih baik.

Inilah yang dimaksud dalam hadits yaitu bagi yang menjalani ibadah puasa Ramadan lalu mengikuti puasa enam hari di bulan Syawal. Namun pahala puasa Syawal itu tidak bisa digapai jika menunaikan qodho’ puasanya di bulan Syawal. Karena puasa enam hari di bulan Syawal tetap harus dilakukan setelah qodho’ itu dilakukan.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 392).

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN