20 Mei 2020

10 Resep Mengembangkan Guru Menjadi Inovatif

Merekrut guru adalah sebuah seni tersendiri. Proses perekrutan memerlukan kesiapan dari segenap pihak di sekolah untuk mencari orang yang berkarakter, karena skill atau keterampilan bisa dipelajari, sementara karakter adalah hal yang tidak akan bisa ditingkatkan karena merupakan sifat asli.
Proses perekrutan guru sangat berbahaya jika tujuan nya adalah mencari guru yang mau dibayar rendah. Tidak ada yang salah saat sekolah mencari guru yang bisa dibayar minim dikarenakan keuangan yayasan pasti akan aman sentosa. Hal yang tidak disadari adalah dampaknya akan kemana mana. Guru guru akan seperlunya saja berinovasi, keluhan orang tua siswa bahwa guru anaknya berganti ganti itu pasti dikarenakan tingkat turn over yang tinggi.
Dampak lain nya situasi ini akan menciptakan guru yang bertipe pasrah. Guru tipe pasrah adalah guru yang bersedia bertahan karena sudah PW (posisi wuenak) dikarenakan rumahnya dekat, sudah terlanjur akrab sama rekan sekerja sampai sudah malas mencari lowongan di sekolah swasta lain. Tipe guru pasrah dan tipe guru batu loncatan hanya akan membuat sekolah jalan ditempat. Dikarenakan sekolah berisi staf pengajar yang pasrah dan menjadi lupa caranya berinovasi dikarenakan semua perintah inovasi datangnya dari atas.
Dengan demikian jika semua faktor diatas tidak terjadi di sekolah anda, artinya sekolah sudah punya sistem dan standar dalam perekrutan, maka kerja selanjutnya adalah mengembangkan guru hasil perekrutan. Bagaimana cara terbaik mengembangkan guru?
1. Bagi guru dalam komite komite (gugus) kerja di lingkup internal sekolah. Pembagian komite nya bisa mengikuti alur 8 Standar Nasional Pendidikan. Semua keresahan, pertanyaan serta kepedulian guru bisa dibahas di komite. Minta mereka lakukan analisa SWOT, mengambil masukan dari orang tua siswa sampai memberikan rekomendasi yang menyangkut perbaikan mutu sekolah dari berbagai macam segi. Tuangkan menjadi Rencana Aksi atau Action Plan, tugas yayasan hanya menindaklanjuti semua yang ada di Action Plan dengan segala sumber daya menuju semua yang telah sama sama disepakati. Jika komite ini berjalan maka akan berguna bagi keperluan lain misalnya akreditasi. Dengan komite, guru terbiasa bekerja sama dan saling menghargai keahlian serta minat rekan sesama guru. Berikan waktu yang cukup bagi guru untuk melakukan rapat dan melakukan perencanaan.
2. Sebagai detail dari point 1, ada baiknya sekolah membuat komite disiplin yang terdiri dari guru yang akan meninjau semua peraturan yang berkenaan dengan disiplin guru dan siswa. Dengan demikian timbul kesadaran untuk disiplin dari dalam diri sendiri dikarenakan yang menghasilkan aturan adalah rekannya sendiri. Diharapkan dengan ini guru yang malas menjadi hilang diganti dengan guru yange kesadaran nya bangkit akibat situasi yang memaksanya untuk berubah.
3. Terapkan prinsip ON TIME dan FULL TIME. Sekolah tidak perlu memotong gaji guru saat ia telat dan sebaliknya tidak perlu membayar saat guru lembur atau ikut pelatihan. Dengan demikian guru terlatih untuk mengelola waktunya dengan baik sambil tanamkan kesadaran untuk memberitahukan kepada atasan saat ia telat sampai ke sekolah. Lazimnya seseorang jika terlambat ia akan mempunyai penyebab dan alasan. Kepala sekolah yang mumpuni akan mengenali mana alasan yang bisa dimaklumi dan mana alasan yang mengada-ada. Jika keterlambatan sudah cukup sering dan banyak, kepala sekolah bisa memanggil dan bertanya hal yang menyebabkan keterlambatan.
4. Latih dan berdayakan guru. Guru yang baik ia akan senang ikut pelatihan bahkan dengan uang sendiri, sekolah yang belum sadar malah akan memotong guru tersebut dengan alasan tidak masuk kerja. Dengan demikian sekolah perlu mengetahui pelatihan apa yang ingin diikuti guru. Kirim mereka jika dana tersedia lalu minta mereka berbagi dengan rekan rekannya di sekolah. Berikan dua jenis pelatihan secara rutin dan terjadwal, pelatihan pedagogi yang berisi strategi, pendekatan, metode sampai teknik pembelajaran bagi semua guru dan pelatihan yang sifatnya khusus (sesuai matpel). Jika Ada kesempatan untuk mengirim guru ke pelatihan dalam dan luar negeri, minta ia menulis letter of interest semacam surat singkat mengapa ia yang layak dipilih untuk diberangkatkan. Bantu guru untuk bisa punya pergaulan di luar sekolah, dukung mereka agar berprestasi di luar sekolah dan saat yang sama bagus cara mengajarnya di dalam sekolah.
5. Yayasan hadir sebagai sosok yang punya prinsip sekaligus pantang memanjakan guru. Saya menyaksikan sekolah swasta yang guru nya dimanjakan sedemikian rupa dengan fasilitas, seragam dan penghasilan, dan tetap ditinggal oleh guru gurunya saat ada lowongan PNS dibuka. Guru sebenarnya tidak perlu dimanjakan namun selalu berikan mereka tantangan. Tantangan yang dimaksud adalah tantangan untuk melakukan pembelajaran kreatif, membuat event pendidikan yang bermakna, mengikuti lomba yang bagi siswa atau dirinya (guru berprestasi, karya tulis dan lain lain). Hak seorang guru until punya penghasilan yang pasti (naik penghasilan nya setiap tahun mengikuti inflasi serta dibayar tepat waktu.
6. Yayasan bisa terapkan prinsip 70/20/10 dalam berinovasi. 70 persen tenaga dan sumber daya untuk meningkatkan kualitas atau semua hal yang sudah ada dan terjadi. 20 persen untuk menelaah market atau kebutuhan/trend dari kompetitor atau lembaga pendidikan sejenis serta 10 persen untuk mengimplementasikan hal yang benar-benar baru.
7. Bentuk lembaga audit internal sekolah yang tugasnya menelaah inovasi dan kebijakan yang dihasilkan oleh sekolah lewat komite yang dibentuk. Dengan demikian semua inovasi menjadi terkontrol dan ditelaah ulang penyebabnya jika ada kemandekan. Lembaga internal ini sifat nya hanya bertanya, mencari tahu dan mengumpulkan data. Untuk kemudian sekolah mempunyai pengalaman dalam mengelola perubahan dan menjaga komitmen dalam berinovasi.
8. Bersikap terbuka dan berikan selalu guru informasi terkini dalam kaitan dengan keuangan serta anggaran sekolah pertahun ajaran. Momentum nya bisa saat rapat tahun ajaran baru. Biarkan guru sadar bahwa keuangan yayasan bergantung pada seberapa bagusnya ia mengajar dan mendidik. Tentunya bukan dalam pemaparan yang detail dikarenakan seorang guru juga tidak akan terlalu kritis mengurusi keuangan yayasan sekolah nya. Guru yang profesional cukup senang saat ia tahu bahwa hak siswanya dipenuhi (melalui uang kegiatan) dan semua keperluan dirinya dalam mengajar dipenuhi oleh yayasan.
9. Minta guru menjadi mentor bagi sesamanya, hilangkan sekat guru baru dan guru lama, guru senior dan guru kemarin sore. Semua guru adalah sumber ilmu bagi guru lainnya. Sekolah sering tidak sadar bahwa sumber ilmu ada di dalam lingkungan sekolah mereka sendiri. Buat sesi sharing, kuliah online di internal sekolah sampai book club yang membuat guru sadar bahwa dirinya adalah pembelajar.
10. Posisikan kepala sekolah sebagai sosok pemimpin nya para pembelajar (lead of learner). Kepala sekolah memang menjado sosok perpanjangan tangan yayasan, namun tetapi ia adalah sosok mandiri dan pemimpin yang punya kewajiban menjadi rekan kerja dan diskusi yayasan dalam mengelola perubahan dan mencapai visi dan misi. Peran kepala sekolah adalah membina guru, berkomunikasi dengan baik kepada orang tua siswa sampai memastikan semua elemen di sekolah bisa berproses dengan baik sebagai pembelajar.
Tugas yayasan memberikan kepercayaan penuh, mendampingi sekaligus menjadi rekan diskusi yang kritis bagi semua kebijakan yang dilakukan oleh kepala sekolah. Yayasan terlarang untuk langsung melakukan tindakan potong kompas hanya karena gerah banyak mendapatkan complain dari orang tua siswa. Ciri yayasan yang kurang mempercayai kepala sekolah nya adalah dengan menempatkan jabatan atau orang untuk memberikan info langsung kepada dirinya. Di sekolah swasta sosok kepala sekolah adalah sosok jabatan yang paling tinggi. Dibawah dirinya ada bagian HRD, keuangan dan semua lini operasional kependidikan dan non kependidikan. Kepala sekolah bertanggung jawab dalam operasional sekolah, bagian non kependidikan boleh dan harus punya akses langsung kepada yayasan. Namun kesemuanya dalam kerangka membantu kepala sekolah wujudkan visi dan misi.
Mengembangkan guru berarti membuat guru ada dalam kondisi yang siap untuk berubah.Suasana sekolah jika sebuah perubahan ingin terjadi perlu sebuah suasana yang positif dan saling percaya dan mendukung. Perubahan tidak lahir begitu saja, ia perlu landasan, lingkungan, atmosfer serta situasi yang membuat ide sekecil apapun menjadi berharga untuk diwujudkan.
Sebuah inovasi bukan lahir begitu saja, ia adalah hasil dari sebuah proses yang berbasis pada kepedulian dan keinginan semua pribadi di sekolah untuk bertransformasi. Lazimnya guru sebagai pendidik, jika ia merasa dipercaya maka ia akan menjadi sosok yang bersedia membela nama baik sekolah nya, sadar akan posisinya sekaligus rela menjadi agen perubahan. Diujung semua proses ini, sebuah sekolah swasta akan berkembang menjadi rujukan karena kualitasnya. Orang tua siswa bahkan tidak perlu dan tidak mau tahu siapa yayasan yang ada dibalik sekolah tempat ia menyekolahkan anaknya dikarenakan semua program berjalan dan kualitas sekolah terjaga. Bagi yayasan sekolah swasta situasi ini akan sangat baik bagi usahanya di bidang pendidikan karena tinggal merayakan sekaligus terus memberikan tantangan serta dukungan pada kepala sekolah dan guru untuk berinovasi sesuai tantangan jaman. 
https://gurukreatif.wordpress.com/2019/03/31/10-resep-mengembangkan-guru-agar-mampu-menjadi-guru-yang-inovatif/#more-8111

4 CIRI PENDIDIK MENGAJAR DENGAN HATI

Menjadi pendidik adalah sebuah perjalanan, jika anda berada didalamnya seberapa pun beratnya tugas yang diemban selalu ada perasaan ingin memperbaiki diri demi siswa. Mengajar dengan hati adalah seni dikarenakan tiada rumus pasti dalam menjalankannya. Ijinkan saya memberikan gambaran mengenai aturan bagaimana menjadi pendidik yang mengajar dengan hati.
  1. Berprasangka baiklah dengan semua pihak. Kepada siswa yang diajar, kepada sesama guru, pimpinan sampai orang tua siswa. Berbaik sangka adalah upaya untuk mendahulukan rasa percaya lebih dahulu sebelum menghakimi atau memberikan label negatif. Dengan berbaik sangka akan membuat hidup seorang pendidik jauh lebih ringan tanpa beban dan terhindar dari rasa sensi, dan punya kemampuan dengan jernih melihat semua hal sebagai kesempatan melakukan perubahan demi meningkatkan diri. Dengan berpikiran terbuka dengan mudah ia menjadi suporter nomor satu bagi keberhasilan siswanya, obrolan dengan siswanya isinya adalah dialog yang mencerahkan dan memotivasi.
  2. Membuka diri dan berpikiran terbuka. Setiap kelas punya masalah nya masing masing. Guru yang mengajar dengan hati melihat semua tantangan sebagai cara terbaik untuk menguji cobakan strategi dan metode. Berpikiran terbuka membuat guru santai saja ketika metode atau strategi nya belum berhasil. Ia juga tak segan mencoba hal yang kecil dan sederhana sebagai wujud keinginan nya untuk menghadirkan sesuatu yang baru bagi kelasnya. Hal yang berbahaya adalah jika dari tahun ke tahun guru hanya gunakan strategi yang itu itu saja padahal tantangan kelas yang ia ajar berubah sesuai dengan jaman.
  3. Ia adalah sosok yang cinta pada matpel yang diampu, ia sibuk merencanakan dan membuat administrasi namun juga ingin selalu memberikan kejutan pada siswa. Sebuah kejutan akan menimbulkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini yang membuat kelas menjadi gaduh karena dinamis, membuat pikiran siswa ingin belajar dan ingin tahu lebih. Sebuah kejutan di kelas yang memancing rasa ingin tahu dimulai dengan aktivitas/eksperimen/percobaan yang matang dalam hal perencanaan. Guru yang piawai dalam merencanakan akan sedikit sekali berceramah dikarenakan ia berada dalam posisi melaksanakan skenario dan bukan sekedar menyampaikan/mentransfer pengetahuan. Tidak heran jika kelasnya sibuk, hidup dan bermakna. Jika itu terjadi. maka guru akan lupa kelelahannya membuat RPP, instrumen penilaian dan semua administrasi pengajaran.
  4. Ia adalah guru yang mumpuni dalam hal pedagogi. Ia sadari perbedaan antara membingungkan dan kompleks. Antara diferensiasi dan pembelajaran yang dipersonalisasi. Antara pembelajaran berbasis proyek, dan belajar melalui proyek. Antara kesulitan dan ketelitian. Dengan demikian kelas nya berisi kegiatan yang beragam, bermakna dan tepat sasaran.
Guru dengan empat ciri diatas tidaklah sulit ditemukan disekitar kita. Ia adalah guru percaya diri yang tak mengeluh bahwa target pembelajarannya tidak sampai saat sekolahnya sedang banyak kegiatan kesiswaan. Ia adalah orang yang selalu senang dan aktif saat ikut pelatihan saat yang sama di media sosial ia aktif berteman dan belajar dengan sesama pendidik.
Silakan pilih satu dari empat hal diatas untuk memulai menjadikan diri sendiri sebagai guru yang mengajar dengan hati.
Jika berkenan mohon berbagi hal apa dari faktor diatas yang sampai saat ini masih menjadi tantangan. (https://gurukreatif.wordpress.com/page/1/)

Sholat Ied di Kota Mataram

■ Sholat Ied di Kota Mataram Diperbolehkan untuk Lingkungan Zona Hijau

■ Sholat Ied di Lingkungan Zona Hijau Tetap Patuhi Protokol Covid-19

■ Walikota Mataram : Sholat Ied Tidak Dilakukan di Lingkungan Zona Merah

MATARAM - Walikota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, Pemkot Mataram memperbolehkan masyarakat di lingkungan yang terkategori zona hijau untuk menggelar Sholat Ied berjamaah saat Hari Raya Idul Fitri 1441 H mendatang.

Sementara masyarakat di lingkungan yang sudah masuk dalam kategori zona merah, diimbau untuk melaksanakan sholat Ied di rumah baik berjamaah maupun sendiri-sendiri.

"Ini demi mencegah penyebaran corona. Masyarakat yang di lingkungan zona merah kita imbau untuk sholat Ied di rumah masing-masing. Dan yang di zona hijau, boleh tetapi pelaksanaannya juga akan menerapkan protokol Covid-19 dibantu petugas Gugus Tugas," kata Ahyar Abduh, Senin (18/5).

Ahyar menandaskan kebijakan ini diambil untuk mencegah penyebaran corona di Mataram.

Menurutnya, di Kota Mataram jumlah kasus positif corona mulai melandai dan angka kesembuhan semakin meningkat. Namun, penerapan protokol Covid-19 jangan sampai kendor, agar tidak kembali terjadi transmisi penularan.

Saat ini Pemkot Mataram masih memberlakukan Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL), di mana potensi masyarakat dan aparatur di tingkat lingkungan dilibatkan untuk menjaga wilayah masing-masing dalam hal kedisiplinan warga mentaati anjuran pemerintah.

Ia menambahkan, pelaksanaan sholat Ied nantinya, masyarakat dari zona merah dilarang ke lingkungan zona hijau, sebaliknya dari zona hijau dilarang memasuki zona merah.

"Jadi keputusan ini demi kebaikan bersama. Nanti Kepala Lingkungan dan perangkat di wilayahnya yang akan mengatur baik yang zona merah dan juga zona hijau. Saat ini kita tercatat ada 59 lingkungan yang masuk zona merah, karena ditemukan kasuspositif," katanya.

Secara nasional, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Fatwa MUI nomor 28 tahun 2020, sholat Idul Fitri diperbolehkan dilaksanakan di rumah.

Menjadi Desainer Secara Cepat dan Tidak Repot

Ingin menjadi desainer secara cepat dan ngga repot? Bisa dimana saja dan kapan saja ?
Mari belajar bareng di seminar online Sambut Hari Kemenangan, Yuk Jadi Guru Kreatif , dapatkan video tutorial penggunaan aplikasi fast design bagi pemulaπŸ€©πŸ€©πŸ‘πŸ»

Silakan klik link di bawah ini untuk pendaftaran πŸ‘‡πŸ»

http://bit.ly/eguru-daftarspesial

--------------

Setelah mengisi link pendaftaran,  silakan cek nama bapak/ibu sudah masuk menjadi peserta seminar online atau belum. pada link berikutπŸ‘‡πŸ»

https://bit.ly/EguruSOSpesialRamadhan

------------------
Jika telah mendaftar, Jangan lupa konfirmasi ke admin Olga +6285712767300 (WA). πŸ™πŸ»

Webinar Penting Hari Kamis

Jadwal Kamis 21 Me 2021 (Tidak mengenal tanggal merah) Komunitas Webinar IGI :
1.    Hadiri webinar yang diadakan oleh IGI SULSEL dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang menghadirkan Tokoh-tokoh nasional sebagai pembicara, yakni :
1. Bapak Jenderal TNI(Purn) Dr. Moeldoko, S.IP (Kepala Staf Kepresiden RI)
2. Ibu Prof Dr. Farida Patitingi, S.H., M.H (Kepala Badan Kerjasama Dekan Fak. Hukum Negeri se-Indonesia/Dekan Fak Hukum Unhas)
3. Bapak Muhammad Ramli Rahim (Ketua Umum PP IGI)
4. Bapak Dr. H. Basri ,S.Pd., M.Pd (Plt. Kepala Dinas Pendidikan SULSEL)
Jadwal : Hari Kamis 21 Mei 2020 Pukul 10.00-12.00 WITA
Segera daftar di https://bit.ly/webinarharkitnas
Link meeting dibagikan besok

2.    Webinar pemanfaatan media Pembelajaran Daring oleh Institut Agama Islam Pare-pare
Gratis dapat fasilitas e-Sertifikat, Kamis 21 mei 2020 pukul 10.00 wita – selesai
Via Zoom dan Live Youtube ..link dibagikan 1 jam sebelumnya

3.    Sang Pengajar bersama Guru Inovatif Jateng didukung oleh Microsoft Indonesia akan kembali adakan webinar Office 365. Kali ini kita akan belajar mengenai aplikasi Office Form.
GRATIS, TERBUKA UNTUK UMUM
Tema:
"Pemanfaatan Office Form sebagai Sistem Penilaian dalam Kondisi Pandemi Covid-19"
Kamis, 21 Mei 2020
Jam 09.30 WIB-selesai
webinar.sangpengajar.com   
Fakhrudin Sujarwo
(Duta Rumah Belajar Nasional Terkreatif)

4.    IGI KABUPATEN ENREKANG BEKERJASAMA DENGAN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI  SULAWESI SELATAN penggunaan Wondershaare QuisCreator sertifikat 32 JP
Mengadakan  Vicon- Workshop Online
Pada Hari/Tanggal :Kamis, 21 Mei 2020 pukul 14.00 – 16.00 WITA Sertifikat 32 JP
Link meeting Dibagikan 1  jam sebelumnya
Silahkan Download Aplikasinya terlebih dahulu

Deteksi Dini Kanker Serviks Mudah Hanya #dirumahaja!”

Deteksi dini sangat penting bagi wanita untuk mendeteksi Kanker Serviks. Namun di masa pandemi COVID-19 tentu membatasi mobilitas kita untuk datang memeriksakan diri ke pusat kesehatan. Adakah cara deteksi dini lainnya?

ICCC mengajak para wanita Indonesia untuk ikut Kuliah Whatsapp yang akan membahas “Deteksi Dini Kanker Serviks Mudah Hanya #dirumahaja!” Kuliah Whatsapp ini akan dibawakan oleh dr. Angela C. Ardhianie N

Ayo segera catat tanggal dan waktunya:
πŸ“…: Kamis, 4 Juni 2020
⌛: 13.00-15.00 WIB
πŸ“: Grup Whatsapp ICCC Surabaya

Untuk registrasi online bisa scan barcode pada flyer atau  klik di link berikut:
bit.ly/KulwapICCCSurabaya4Juni2020
-
- -
Informasi & pendaftaran
Fajar - 0818 0962 6692
-
-
-
-
#icccid
#cancer
#icccmei2020
#cancerfighter
#IAmAndIWill
#cancersurvivor
#cancerawareness
#KomunitasPeduliKanker
#seminar

Workshop Penelitian dan Penulisan Perempuan

Workshop Penelitian dan Penulisan Perempuan
__
Merupakan rangkaian workshop yang akan dilaksanakan pada Juni 2020 sebanyak lima kali pertemuan yakni pada 2, 3,4, 8, dan 15 Juni 2020, secara online mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.

Peserta akan berkesempatan memahami metode penelitian perempuan untuk penelitian sosial juga berkesempatan untuk berlatih mengembangkan rencana dan proposal penelitian dengan dibantu oleh para pakar di bidang penelitian berperspektif feminis.

Ikuti media sosial WRI untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai workhop ini.

Pendaftaran bagi peserta yang berminat dapat dilakukan dengan menghubungi narahubung WRI ataupun dengan mengirim pesan langsung melalui media sosial.

#workshopmenuliswri #workshoppenelitianwri

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN