Tampilkan postingan dengan label Nasehat Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Kehidupan. Tampilkan semua postingan

25 Februari 2024

KEMULIAAN BAGI SEORANG HAMBA

 

 KEMULIAAN BAGI SEORANG HAMBA


Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن الله ليعجب إلى العبد إذا قال:
‏لا إله إلا أنت إني قد ظلمت نفسي، فاغفر لي ذنوبي إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت .
‏قال: عبدي عرف أن له ربا يغفر ويعاقب .

Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya yang berkata:

Laa ilaaha illaa Anta
Innii qod zholamtu nafsii
Faghfirlii dzunuubii
Innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta.

(yang artinya)
Tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau
Sesungguhnya aku telah menzholimi diriku.
Maka ampunilah dosa dosaku.
Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Allah berfirman, “Hambaku yakin bahwa Robbnya mengampuni dosa dan memberi siksa..”

(Silsilah Shohiihah)

Memohon ampunan kepada Allah adalah kemuliaan bagi hamba..
Karena semua kita membutuhkan ampunan Allah dan karunia-Nya..

UJIAN, MENAIKKAN DERAJAT

 

 UJIAN, MENAIKKAN DERAJAT

Setiap musibah dan kebaikan yang menimpa orang beriman merupakan ujian dari Allah Swt. Sesuai dengan Firman-Nya, “Setiap jiwa pasti akan mati. Dan Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan; kepada Kamilah kalian kembali.” (QS al-Anbiya’: 35).

Ujian baik berupa keburukan maupun kebaikan sejatinya untuk meningkatkan derajat di sisi Allah.

“Semua ujian dan cobaan yang diberikan justru menunjukkan adanya rasa kasih sayang Allah kepada hamba yang beriman. Di mana semakin tinggi tingkat keimanan seseorang maka akan bertambah berat pula ujian dan cobaan yang akan dihadapinya,”

Para Nabi sekalipun menghadapi banyak jalan terjal dalam mengemban risalah Allah. Akan tetapi mereka selalu mengajarkan hidup lapang dan optimistik. Agar insan beriman tidak serba sempit dan negatif dalam menghadapi musibah dan masalah. Selain para Nabi, orang-orang shaleh juga tidak mungkin lepas dari ujian Allah Swt.

“Seperti Allah menguji Nabi Ayub Alaisi salam dengan kemiskinan dan penyakit yang sangat berat selama berpuluh tahun, tetapi beliau tetap sabar.
Setelah para Nabi dan Rasul, orang yang menerima ujian berat adalah para shalihin dan ulama, baru secara berurutan ujian yang ringan kepada orang awam.

Ketika seseorang berikrar Amantu Billah, maka Allah akan menyiapkan ujian baginya,

“musibah” yang berupa kebaikan, maka hal itu berasal dari Allah, dan bila “musibah” berupa keburukan –yang kemudian disebut dengan bencana—maka hal itu berasal dari perbuatan manusia sendiri. Karenanya, tidak semua musibah adalah bencana.

Musibah yang disebut bencana dan bermakna negatif adalah musibah yang mendatangkan keburukan bagi manusia dan hal itu merupakan hasil dari perbuatan manusia sendiri juga, bukan dari Allah, meskipun secara kasat mata musibah itu terjadi di alam. Hal tersebut berdasarkan QS. Al-Syura ayat 30.

“Musibah terjadi akibat ulah perbuatan dosa dan kesalahan manusia itu sendiri, baik itu disebabkan karena kekufuran, kemunafikan, dan kemaksiatan mereka kepada Allah. Oleh karena itu, saat musibah datang agar tidak mudah menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Allah dan bahkan menyalahkan taqdir-Nya,”

وقد يبتلي الله الإنسان بمصيبة لا جزاء له على عمل سيء وقع منه، ولكن من أجل أن ترتفع بذلك درجته وينال مقام الصابرين

"Adakalanya Allah Ta'ala menguji seseorang dengan sebuah musibah bukan sebagai balasan atas perbuatan buruk yang dia lakukan.
Akan tetapi agar dengan musibah tersebut terangkat derajatnya dan dapat meraih kedudukan orang-orang yang sabar."

"S A K I T"

 

 "S A K I T"

Sungguh luar biasa makna dari sakit, ternyata dengan datangnya penyakit pada diri kita itu mendatangkan berbagai kebaikan.

Bahkan sebagian ulama mengatakan orang yang sedang sakit dipastikan orang tersebut sedang dicintai Allah.

Sakit kalau kita sikapi dengan positif :

Sakit itu "Zikrullah"

Orang yang sedang sakit akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya.

Sakit itu "Istighfar"

Orang yang sedang sakit akan teringat dosa-dosa yang pernah diperbuat, sehingga lisan akan terbimbing untuk selalu beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah.

Sakit itu "Tauhid"

Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?

Sakit itu "Muhasabah"

Orang yang sedang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri, menghitung-hitung bekal apa yang telah dikumpulkan untuk kembali menghadap Illahi.

Sakit itu "Jihad"

Orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan hanya pasrah akan tetapi diwajibkan terus berusaha dan berikhtiar untuk mencapai kesembuhan.

Sakit itu "Ilmu"

Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri utk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

Sakit itu "Nasihat"

Orang sakit mengingatkan yang sehat untuk jaga diri.

Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar.
Allah cinta dan sayang keduanya.

Sakit itu "Silaturrahim"

Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

Sakit itu "Penggugur Dosa"

Orang yang sedang sakit sesungguhnya dia sedang dicintai sang Pencipta sekaligus sedang diberi ujian..tentu kalau diterima dengan sabar dan tawaqal akan merontokan dosa-dosa.

Sakit itu "Mustajab Do'a"

Sesungguhnya doa orang yang sedang sakit mustajab, maka saat kita menengok yang sakit disamping kita mendoakan maka mintalah doanya.

Imam As-Suyuthi  selalu keliling kota mencari orang sakit lalu beliau minta dido'akan.

Sakit itu salah satu keadaan yang "Menyulitkan Syaitan"

Orang yang sedang sakit diajak maksiat tak mampu dan tak mau. Dosa yang lalu disesali dan mohon ampunan.

Sakit itu membuat "Sedikit Tertawa dan Banyak Menangis"

Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi dan Para Makhluk Langit.

Sakit meningkatkan kualitas "Ibadah"

_Rukuk - Sujud lebih khusyuk,
Tasbih - Istighfar lebih sering,
Bermunajat - Do'a jadi lebih lama._

Sakit itu memperbaiki "Akhlak"
 
Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu'.

Dan pada akhirnya *"SAKIT" membawa kita untuk selalu ingat akan "KEMATIAN"

SUDAH -TERTAKAR DAN TIDAK AKAN TERTUKAR

 

 SUDAH -TERTAKAR DAN TIDAK AKAN TERTUKAR

Setiap keluarga, rumah tangga, sudah punya ujiannya masing-masing.
Seperti rezeki, semuanya sudah ada takarannya. Dan tidak akan tertukar

BERSYUKURLAH!
Boleh jadi rezekimu bukan di harta....

Tapi di badan yang sehat, di tutupi aib-aibmu, memiliki keluarga yang menyayangimu... atau bahkan yang lebih dahsyat lagi, keshalihan dan kemudahan beribadah.

Janganlah membatasi rezeki hanya pada materi.Cukup banyak bersyukur.

Sedih?
Buat apa kita sedih?, sedangkan kita diberi nikmat yang banyak.

Ada lebih banyak alasan untuk tersenyum daripada untuk berduka.

Tergantung bagaimana kita memandang, dan seluas apa hati memahami.
Karna bahagia dan senang itu hanya kitalah yang menentukan...

KUNCI SABAR ADALAH ILMU

 

 KUNCI SABAR ADALAH ILMU

Banyaknya masalah hidup yang sedang kita alami, tidak akan pernah bisa kita lewati jika kita tidak bisa bersabar. Dan tidaklah kita bisa bersabar jika kita tidak memiliki ilmu..

Sabar itu sulit. Maka hanya orang-orang berilmu dan berimanlah yang dapat melakukannya.
Carilah ilmu sebanyak-banyaknya terkait dengan sabar, maka insyaallah kita akan lebih mampu untuk bersabar ketika menghadapi masalah!

Seperti firman Allah dalam Quran Surah Az Zumar ayat 10. Allah berjanji akan memberi pahala yang besar kepada orang-orang yang bersabar,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN