29 April 2020

KARAMAH MAULANASYAIKH: ORANG MAROKO ITU SEMBUH DI LOMBOK

KARAMAH MAULANASYAIKH: ORANG MAROKO ITU SEMBUH DI LOMBOK


ORANG MAROKO ITU SEMBUH DI LOMBOK
Adalah seorang wanita muslimah asal Maroko tinggal bersama kakak laki-lakinya bernama Din Paris. Kakaknya itu bekerja di sebuah maskapai  penerbangan.
Pada suatu waktu, wanita itu ditimpa penyakit aneh. Dia tidak bisa melihat manusia, tetapi selain manusia bisa dilihatnya dengan jelas sedangkan pendengarannya masih normal. Kakaknya yang juga menganut Agama Islam itu telah membawa adiknya berobat kemana-mana.
Ada empat Negara yang sudah mereka kunjungi  untuk berobat termasuk Amerika, tetapi penyakit aneh itu tidak kunjung sembuh. Maka berencanalah sang kakak mencari  paranormal, lalu pergilah mereka ke Thailand dan ikut pula bersama mereka seorang beragama nasrani  yang menjadi stafnya di Kantor Maskapai Penerbangan di Paris. Di Bangkok mereka menginap disebuah Hotel di luar kota.
Pada suatu sore mereka keluar hotel untuk mencari paranormal. Ditengah jalan mereka bertemu dengan seorang petani berpakaian lusuh dan bertopi robek membawa bajak. Sang kakak bertanya kepada orang itu.: ‘’dimanakah ada paranormal disini?’’ lalu dia menjelaskan penyakit adiknya. Orang itu berkata: ‘’berobatlah pada orang ini di Lombok”, sambil memperlihatkan selembar foto. Foto itu langsung diambilnya dan ketika dia memperhatikan foto itu, tiba-tiba hilanglah orang itu.
Kemudian bertolaklah mereka ke Indonesia dan mendarat di bandara Ngurah Rai Denpasar.
Di bandara mereka bertemu dengan penjual Es, Akmaludin namanya, berasal dari Kembang Kerang Lombok Tengah.
Sang kakak bertanya : ‘’kenalkah engkau dengan orang ini?’’, sambil memperlihatkan foto itu. “O, ini adalah foto Guru saya’’, jawab akmaludin. Orang itu kelihatan ragu-ragu, lalu penjual es itu mengajak mereka ke tempat kosnya. Setelah sampai dia langsung mengambil foto Maulana Syaikh yang persis sama dengan yang dipegang oleh orang itu, lalu ditunjukan kepada mereka. Maka yakinlah mereka. Lalu mereka mengajak Akmaluddin ke hotel. Di Hotel mereka merencanakan keberangkatan ke Lombok .
‘’Kalau kita berkunjung ke Guru saya, wanita harus berjilbab’’. Kata Akmaluddin.
Sesudah wanita itu dibelikan jilbab maka berangkatlah mereka ke Lombok dan mendarat di Bandara Selaparang Mataram. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dan singgah sebentar pada keluarga Akmaluddin di Kembang Kerang. Selanjutnya mereka berangkat ke tempat kediaman Maulana Syaikh di Lombok Timur.
Sesudah sampai, kakak beradik itu diterima langsung oleh Maulana Syaikh, sedangkan yang beragama Nasrani menunggu di luar.
Maulana Syaikh mengobati orang itu dengan do’a dan sebotol minuman dan orang itu Beliau suruh mengamalkan Wirid singkat. Orang yang sakit itu langsung meminum air itu sedikit sekaligus membasuh mukanya. Setelah pamitan mereka berangkat menuju Kuta Lombok Tengah. Sesampai di Kuta mereka masuk Hotel. Di hotel itulah wanita maroko yang sakit itu kembali meminum air dari Maulana Syaikh itu dan membasuh wajahnya. Dengan izin Allah Yang Maha Kuasa orang itu langsung sembuh. Dia bisa kembali melihat manusia. Karena luapan gembiranya dengan tiada disengaja dia langsung merangkul Akmaludin  yang telah berjasa membawanya ke hadapan Maulana Syaikh TGKH.MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID, sehingga dia sembuh dari penyakit yang sudah lama dideritanya itu.
Demikianlah penuturan TGH. Hayatuddin, BA. Salah seorang murid Maulana Syaikh yang berdomisili di Kembang Kerang Lombok Tengah. Dia adalah paman dari akmaluddin.

(Dikutip dari buku: "Orang Maroko Itu Sembuh di Lombok Kumpulan Keramat Maulana Syaikh TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJDID", yang ditulis oleh Mantan Sekjen PBNW, Drs. TGH. Abdul Hayyi Nukman, MM.)

KORESPONDENSI ULAMA HARAMAIN KE ULAMA NUSANTARA

MURASALAH SHUHBIYYAH
(Min Baladil Haram ila Anfenani)
KORESPONDENSI ULAMA HARAMAIN KE ULAMA NUSANTARA.

Dokumen sejarah ini bercerita tentang hubungan keberkahan keilmuan Dan relasi perjuangan dalam berbagai dimensi. Kita telaah satu persatu Surat shuhbiyyah ulama ini kepada guru besar NAHDLATUL WATHAN TGKH M.ZAINUDDIIN AM.
1. SURAT DARI SYAIKH ISMAIL USTMAN ZAIN ALYAMANI AL MAKKY AYAHANDA DARI SYAIKH DR MUHAMMAD ISMAIL USTMAN ZAIN.
Beliau bertutur dengan bahasa yang tawadhu' dari sang faqir kepada Allah ISMAIL USTMAN ZAIN kehadapan Saudara Kami yang mencintai Kami Da'i yang terhormat SYAIKH Muhammad Zainuddin. Beliau beriqrar dengan lima Hal: annana nuwali man tawallauna: Kami tidak akan tunduk patuh kepada siapapun orang yang berpaling darimu.wa nuhibbu man yuhibbuna: Kami mencintai siapapun yang mencintaimu. Man laa yuhibbukum laa nuhibbuhu: orang yang tidak mencintaimu Kami tidak akan pernah mencintainya sematamata mengamalkan hadis nabi Muhammad saw. Fanardho ma tardhauna: Kami rela suka senang terhadap apa yang engkau senangi Dan Kami benci apa yang kamu benci.
Semoga keselamatan DARI Allah untuk mu wahai sahabatku SYAIKH Zainuddin.
KATA HATI SANG ULAMA KEPADA SYAIKH ZAINUDDIN. DURHAKA BESAR BAGI SIAPA SAJA YANG MELANGGAR KATA HATI SANG ULAMA INI.
2. UNGKAPAN PENGHORMATAN PROF.DR MUHAMMAD ALAWI ALMALIKY
SIYADAH ALMUHTARAM ALMUKARRAM ALMURABBY ALKABIIR ALMUJAAHID ALAZHIM FI SABIILILLAH ASSYAIKH MUHAMMAD ZAINUDDIN.
Hadiahmu yang berharga itu telah sampai kepadaku Dan aku terima dengan penuh suka cita.
Kami berdoa untukmu Dan untuk organisasi NAHDLATUL WATHAN beserta seluruh thullab yang mengaji Di saya agar diterima semua perjuanganmu oleh Allah.
Saya memohon kepadamu Saudaraku untuk memasukkan namaku Muhammad ALAWI bersama namamu Dan nama madrasah asshaulatiyah Di saat membaca hizib imam alghazali (assirrul mashun) a'daauna lan yashilu ilana binnafsi...wa ila muhamad ALAWI wala ila Muhammad Zainiddin wa ila asshaulatiyati...moga diperkenankan.
Terakhir saya berhadiah kepadamu berupa uang 3jta rupiah untuk membatu perjuangan madrasahmu.
Sekian jangan lupakan Kami dalam doamu.
Ini pelajaran penting BAGI Kita bagaimana seorang ULAMA saling berbagi doa Dan berbagi hadiah. Semata2 merekat tali ukhuwwah ijtihadiyyah wa ilmiyyah antara sesama ULAMA Aswaja. Subhanallah beruntunglah orang yang pernah mujalasah dengan Beliau semua.
3. TAUTAN HATI SANG MUDIR Madrasah asshaulatiyah SYAIKH Mas'ud Salim Rahmatullah.
Hadratashohibil fadhilah wa lidinalkarim wa ustazina aljalil maulanassyaikh Muhammad ZAINUDDIN.
Surat ini sangat panjang sekali 3 lembar yang intinya sebagai berikut:
Kecintaan Kami kepadamu tidak bisa tertandingi baik Di alam nyata maupun Di alam doa sebab engkau Barokatussalaf (berkahnya orang shaleh) sebaik baik orang yang cinta kepada madrasah shaulatiyah Dan keluarga Madrasah shaulatiyah.
Saya pastikan untuk membaca doa hizib Dan wirid wirid yang engkau ajarkan maupun yang engkau terima DARI masyaikh untuk diamalkan Di madrasah shaulatiyah.
Saya membenci orang orang yang membencimu memusuhimu apalagi menghalangi perjuanganmu..apa yang terjadi saat ini yang menimpa NW sungguh menjadi musuh NW Dan musuh ULAMA'. Maka tiada henti2nya Kami bermohon Semoga mereka yang tidak senang kepadamu mendapatkan hidayah.
Terakhir Saya merasa senang Dan bahagia sekali dengan kedatangan Cucumu LALU SAKTI ( TGH.L.Gede SAKTI Muhammad Ali Amir Murni) yang akan melanjutkan studinya Di Madrasah Shaulatiyah Saya berharap bisa menuntut ilmu Dan menjadi keluarga besar Asshaulatiyah.
4. Surat kehormatan DARI SYAIKH Qosim Alahdal.
Shohibal Fadhilah maulana alallamah almujaahid ASSYAIKH Muhammad zainuddin..
Beliau bertutur Kami sangat mencintaimu Dan bahagia sekali bisa bersua meski via Surat ini. Kami setiap hari setiap waktu dengar namamu disebut disanjung Dan didoakan oleh guru besar Kita Maulana alallamah ASSYAIKH Muhammad hasan massyath. Maka tidak ada KATA lain selain mencintai perjuanganmu Dan membenci siapapun yang merusak perjuanganmu.
Sekalian Kami sampaikan salam DARI putra guru besar Kita.
5.Kiriman akademik DARI dosen Univ. Ummul Quro Dr. ABDULLWAHHAB IBRAHIM ABU SULAIMAN.
SHOHIBAL FADHILAH BAQIYATUSSALAFI ASSOLIH ASSYAIKH ZAINUDDIN.
Beliau bertutur bagaimana SYAIKH ZAINUDDIN menerima riwayat riwayat keilmuan baik hadis fiqih DARI ulama2 besar yang hidup pada zamannya Saya pastikan SYAIKH ZAINUDDIN lah yang masih tersisa DARI ulama2 besar itu. Saya tidak segan2 minta ijazah Dan syahadah terkait riwayat2 yang Beliau terima DARI ulama terdahulu.
Terima kasih atas perjumpaan ini Dan Kami tetap setia mengikuti Dan memperjuangkan NAHDLATUL WATHAN sebagai wadah perjuangan.
Saudaraku! Itulah pengakuan Dan pembelaan setia kepada pendiri NWDI NBDI NW. Di mana HATI nuranimu jika engkau berusaha menghancurkan perjuangan NW. Kuwalat Kuwalat Kuwalat lah orang yang menghancurkan perjuangan NW perjuangan Islam. Nasalullah al aafiyah.

Copas dari fb Dr. TGH. Fahrurrozi Abu Raziqi, MA.

Hidup Sehat Produktif Dengan Pola Konsumtif


Hidup Sehat Produktif Dengan Pola Konsumtif

SEORANG muslim harus memiliki tubuh yang sehat karena memiliki tubuh yang sehat akan mencapai kehidupan yang berkah, bermanfaat dan sejahtera. Kesehatan yang Allah berikan adalah kenikmatan yang tidak ada duanya, apalagi ketika kita sedang sakit kenikmatan sehat akan sangat terasa berharga. Setiap orang pasti ingin tubuh yang sehat sehat. Namun, tak semua orang tahu bahwa kesehatan itu berpangkal pada pola makan sehari-hari. Sebagai seorang muslim kita harus bersyukur karena memiliki teladan yang patut untuk kita teladani, yaitu Rasulullah, salah satunya meneladani pola hidup sehat ala Rasulullah. Kita wajib untuk meneladani Rasulullah karena dalam sejarah, seumur hidupnya Rasulullah SAW hanya pernah mengalami sakit dua kali, yaitu ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah SAW di Madinah, dan ketika menjelang wafatnya.
Dengan mencontoh pola makan Rasulullah SAW, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza). Ada beberapa kebiasaan sehat yang selalu diterapkan oleh Nabi Muhammad, yang di masa kini juga didukung secara ilmiah. Berikut beberapa kebiasaan sehat ala Nabi Muhammad yang patut dicontoh umat Muslim: Bangun tidur di pagi hari lebih awal. Nabi Muhammad selalu tidur di malam hari lebih awal dan bangun menjelang Adzan Subuh setiap hari. Bangun pagi lebih awal secara ilmiah ternyata berkaitan dengan produktivitas yang lebih baik. Di samping itu, bangun lebih pagi juga bermanfaat bagi kesehatan mental yang lebih baik secara umum. Bangun sepagi mungkin, mungkin sulit untuk dilakukan. Namun, mari kita mulai mencobanya secara perlahan. Dengan bangun lebih awal, maka secara tidak langsung kita telah memperbaiki kualitas hidup.
Makan sedikit atau sekedarnya. Pola makan yang dipraktikkan Nabi Muhammad terbukti secara ilmiah bisa mencegah timbulnya penyakit. Dalam konsep Islam, makanlah dengan seimbang yakni 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air atau cairan, dan 1/3 untuk bernafas. Adab makan ala Rasulullah ini ternyata sesuai dengan konsep makan ala 'hara hachi bu' Jepang. Yang mana, konsep itu menyebutkan agar makan hanya hingga 80 persen merasa kenyang. Artinya, tidak makan berlebihan hingga kekenyangan. Makan tidak tergesa-gesa. Tubuh manusia membutuhkan waktu 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang ke otak. Karena itu, makan dengan perlahan akan membantu anda untuk makan lebih sedikit dan memperbaiki pencernaan anda. Pola makan seperti ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah.
Cara makan yang dipenuhi dengan niat, perhatian dan kesadaran atau menikmati makanan (Mindful eating). Salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad, berbunyi "Berkumpullah ketika makan dan bacalah nama Allah, maka Allah akan memberkahi kalian dalam makanan itu." Saat ini, makan secara berjamaah dan menikmati hidangan terbukti mampu mengurangi stres, memperbaiki hubungan dan keharmonisan keluarga, serta membangun kebiasaan makan yang sehat di dalam anak-anak. Tidak minum dengan sekali habis dan tidak boleh bernapas di dalam gelas. Tidak minum air dalam satu kali napas, tetapi minumlah dalam dua atau tiga kali napas adalah cara Rasulullah saat meminum air. Hari ini, ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa ketika seseorang minum terlalu banyak air dalam waktu singkat, mereka bisa mengalami pusing atau sakit kepala. Hal itu diakibatkan karena ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah. Minum secara perlahan membantu anda menyerap cairan dan mendapatkan manfaat paling banyak.
Berpuasa. Bukti terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya makanan yang kita makan yang memiliki dampak besar pada kesehatan. Namun, juga pemilihan waktu makan dan pola makan kita. Puasa adalah praktik rutin yang dijalankan oleh Nabi Muhammad. Tak hanya selama bulan puasa Ramadhan. Namun, Rasulullah juga kerap berpuasa hingga adzan Maghrib berkumandang setiap hari Senin dan Kamis serta pada tanggal 13,14, dan 15 setiap bulannya. Hal ini serupa dengan praktik puasa berselang, yang terbukti mampu menyeimbangkan kadar hormon, mencegah tekanan oksidatif, dan mengurangi keseluruhan peradangan. Karenanya, semakin sedikit makanan yang anda masukkan ke dalam tubuh anda, semakin sedikit hal ini fokus pada pencernaan. Juga, semakin banyak penyembuhan pada penyakit tertentu yang diidap tubuh.
Konsumsi buah kurma. Buah kurma adalah makanan yang sempurna untuk ta'jil atau berbuka puasa. Buah ini terbukti memiliki kandungan yang mampu menstabilkan kadar gula darah, menyeimbangkan kadar elektrolit darah, dan membantu memulai sistem pencernaan saat persiapan memproses makanan. Nabi Muhammad juga menganjurkan kurma untuk dikonsumsi menjelang kelahiran. Karena kurma terbukti bisa meningkatkan produksi oksitosin di dalam tubuh dan mempercepat persalinan. Tetap aktif. Tiga dari lima rukun Islam mengharuskan kaum Muslim untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Do'a itu sendiri adalah bentuk latihan yang membutuhkan pergerakkan otot dan sendi tubuh anda. Kesehatan yang baik juga diperlukan jika anda hendak berpuasa atau melaksanakan ibadah haji. Karena itu, Nabi Muhammad sangat menganjurkan dilakukannya latihan fisik dan memerintahkan para orang tua untuk mendorong aktivitas fisik bagi anak-anak mereka. Seperti halnya kegiatan berenang, menunggang kuda, dan memanah.
Pola hidup sehat merupakan perwujudan paradigma sehat yang berkaitan dengan perilaku perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang berorientasi sehat dengan meningkatkan, memelihara, dan melindungi kualitas kesehatan baik fisik, mental, spiritual maupun sosial. Apalagi akhir-akhir ini masyarakat dunia dikejutkan oleh wabah penyakit misterius, yaitu virus korona yang pertama kali teridentifikasi menyebar di daerah Wuhan, China akhir tahun 2019 lalu dan hingga saat ini, terus menyebar ke negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, hingga Amerika Serikat. Namun sayangnya, karena virus yang berkembang di Wuhan merupakan virus korona jenis baru, belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegahnya. Sehingga, sebagai pencegahan marilah kita melakukan langkah-langkah berikut: selalu jaga kebersihan tangan, terutama sebelum memegang mulut, hidung, mata, serta setelah memegang sesuatu di tempat umum; cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik lalu bilas; saat mengeringkan tangan, gunakan handuk atau kertas tisu sekali pakai; apabila tidak ada fasilitas untuk cuci tangan, gunakan sabun cuci tangan atau hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol 70%-80%; pastikan menutup mulut ketika batuk dan bersin; apabila gejala gangguan pernapasan mulai muncul, segera berobat ke dokter, serta menggunakan masker saat mengunjungi fasilitas kesehatan. Wallahu a’lam.

Santri Milenial, Cerdas di Media Sosial


Santri Milenial, Cerdas di Media Sosial

Dalam era digital sekarang ini santri harus bisa mengambil peran dan berkontribusi secara masif di dunia sosial media tetapi dengan catatan tetap mengedepankan etika dan prinsip- prinsip ideologi Aswaja. Di era digital saat ini, banjir informasi melalui internet semakin tak terbendung, Sayangnya, informasi yang membanjiri melalui media sosial tidak semua bermanfaat bahkan terdapat berita palsu, fitnah hingga ujaran kebencian. Lebih-lebih di tahun politik yang baru saja usai, namun masih menyisakan berbagai persoalan hingga saat sekarang ini. Menyikapi kondisi tersebut, kaum santri diharapkan berperan aktif mewarnai internet dengan konten yang positif. Dengan demikian akan semakin banyak konten positif di internet dibandingkan dengan informasi yang tidak bermanfaat. Bahkan, peran santri yang demikian luhur dan mulia tersebut, bisa saja dinobatkan sebagai PAHLAWAN dalam Memerangi Hoax Melalui Medsos. 
Di era digital sekarang masyarakat dihadapkan pada banyaknya informasi yang beredar mulai yang benar sampai yang hoaks. Mulai dari hoaks yang bersifat bercanda, hingga provokasi, agitasi dan propaganda. Dengan demikian, Indonesia menghadapi ancaman baru yang dahsyat, bukan hanya tujuannya namun juga cara dan instrumennya. Mengapa dahsyat, karena sasarannya besar, mampu mempengaruhi pikiran manusia secara masal, dalam waktu singkat, dengan biaya yang murah dan sulit dilacak. Bukan hanya Indonesia, namun banyak negara menghadapi hal yang sama, masing-masing menghadapi dengan berbagai macam cara. Upaya pemerintah terus dilakukan untuk memerangi hoaks, yakni melalui literasi dan edukasi, sosialisasi dan optimalisasi aktivitas komunitas.
Perlu digarasbawahi dan menjadi catatan kita semua bahwa tidak semua informasi dari media sosial dapat dipercaya. Masyarakat  masih harus mengklarifikasi kebenaran informasi dari berbagai sumber informasi.  Untuk itu, anak muda usia di bawah 30 tahun (termasuk santri/kaum milineal) harus melek media atau memiliki kemampuan kesadaran memahami fakta dan asal mula informasi yang diperoleh. Di era digital sekarang ini saatnya yang waras tidak mengalah. Jika yang waras mengalah, maka media sosial akan diisi oleh orang-orang yang tidak waras. Selama ini para santri sudah mengisi dengan hal positif di media sosial, hanya saja masih dilakukan dengan gradual tidak sistematis.
Berdasarkan isu-isu yang sedang hangat, para santri bisa mengklarifikasi hal-hal yang tidak benar. Hanya saja yang penting jangan sampai santri membalas fitnah dengan fitnah. Walaupun hal ini dapat dibenarkan dalam syariat Islam. Medsos belakangan ini seringkali disalahfungsikan oleh berbagai oknum tak bertanggung jawab, misalnya penyebaran informasi tak berimbang atau hoax. Akibatnya, tak jarang pula publik terbawa arus penyebaran informasi tersebut. Oleh karena itu, sudah saatnya santri sekarang mengambil peran di media sosial, aktif di media digital. Sudah terlalu lama kita hanya bertahan, saatnya kita harus balik menyerang. Menyerang adalah pertahanan yang terbaik. Penyebaran informasi tak berimbang ini, jika terus dibiarkan bukan hanya berdampak buruk kepada publik, namun juga ada masanya kredibilitas sejumlah medsos terkikis dengan sendirinya, sehingga kepercayaan masyarakat pun terhadap keberadaan medsos mulai berkurang. Di zaman modern ini, satu sisi sudah memberikan ruang sebesar-besarnya kepada sejumlah kalangan termasuk para santri santri.
Santri dari masa ke masa mengalami banyak perkembangan dan perubahan dari segi tata krama, pengetahuan, dan tata busana. Santri dihadapkan pada realitas yang semakin membuat mereka mampu berpikir lebih kritis. Santri cenderung lebih aktif  di sosial media, dan dalam hal pengetahuan karena mereka tidak mau terpaku dengan hanya berada di pondok, sehingga tak ayal jika santri sering mencuri-curi waktu saat ingin berekspresi.
Sejak zaman dahulu santri dikenal sebagai seseorang yang memiliki jiwa nasionalis, dan lebih tawadduk, hal ini diperkirakan karena belum ada media yang mendukung untuk berekspresi secara luas, tetapi untuk zaman sekarang sebuah informasi dan pengetahuan bisa diakses secara cepat oleh santri dalam mendukung media pesantren untuk mewadahi karya maupun pemikiran santri di dunia maya.
Psikologis santri dapat dipengaruhi oleh zaman, lingkungan, pendidikan, dan individu. Pengaruh tersebut dapat diidentifikasi dengan  metode studi kasus dan survei. Jika menurut studi kasus, santri zaman sekarang lebih aktif di dunia maya karena mereka beranggapan bahwa sosial media adalah kebutuhan primer karena mereka berpikir bahwa jika kita lepas dari sosial media, maka dalam keseharian ada yang kurang dan telat dalam hal informasi, disisi lain ketika santri membutuhkannya sebagai kebutuhan premier maka perlu juga pengawasan yang sangat ketat dari pembina dan orang tua agar peran dunia maya bagi kehidupannya lebih terarah dan tidak menjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Santri lebih aktif dalam media social karena adanya dorongan individu untuk ingin mengetahui tentang sesuatu yang belum mereka ketahui dan tidak diajarkan di dalam pesantren, dan kemungkinan memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif yang terjadi ketika santri mampu memanfaatkannya dengan baik mereka mampu lebih open minded dalam menanggapi setiap permasalahan ataupun gesekan yang berada di lingkungan sosialnya maupun di dalam individu itu sendiri dan mengasah ketajaman kognisi santri dalam sikap kritis namun tetap merujuk kepada hadits dan hukum yang ada, agar tercipta suatu gagasan yang masih sejalur dengan arah pemikiran ulama tanpa mengurangi pemikiran/pendapat dari dirinya sendiri. Sedangkan dampak negatif yang dapat terjadi adalah santri bisa saja hanya sebagai penikmat, tanpa dia ikut campur dalam lingkungan sosialnya dan cenderung lebih stagnan atau hanya sebatas santri yang berpikir untuk memperbaiki diri dan menghiraukan apa yang sedang terjadi di lingkungannya sekarang. Pemahaman yang didapat tidak banyak karena dia hanya sebagai penikmat saja, yang ditakutkan ketika terjadi sebuah konflik yang mengharuskan dirinya untuk menyelesaikannya dengan cara berpikir, maka bisa saja yang dia lakukan hanya sekedar nekat dan tanpa berpikir panjang lalu tidak memikirkan bagaimana dirinya ke depan karena dia berpikir masalah yang dia hadapi harus segera selesai dengan cara apapun.
Dampak tersebut karena ada umpan balik dari komunikan, dalam ilmu komunikasi disebutkan tanpa adanya komunikator yang menyampaikan sebuah pesan maka timbal balik tidak akan bisa  terjadi, dan sebaliknya jika komunikan tidak ada maka komunikator tidak akan mendapatkan umpan balik yang valid atau efek yang disebabkan itu tidak akan terjadi sebab semua interaksi membutuhkan umpan balik agar tercipta sebuah aksi dari komunikator untuk melanjutkan pesan ataupun informasi.
Produktivitas santri dapat didukung dengan adanya sebuah media atau wadah yang menjadikan mereka mampu bersaing di bidang teknologi, sosial, dan budaya. Maka dari itu peran santri dalam era modern sangat penting guna merubah produktivitas santri bukan hanya berprestasi dan aktif di dalam pesantren tetapi juga diharapkan dapat berprestasi dan aktif di luar pesantren. Dengan demikian, santri milenial harus mau ngaji, ngopi dan ngayomi. Dalam artian, harus siap belajar dan menjaga khazanah pesantren, harus mau ngopi untuk diskusi serta bercengkerama dengan teman-teman dan masyarakat, yang tidak kalah penting santri harus mau mengayomi.

Pemburu NIP Berguguran dan Sogok Menyogok Bermunculan


Pemburu NIP Berguguran dan Sogok Menyogok Bermunculan

Proses perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 kini telah memasuki tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sejak Senin, 27 Januari 2020. Tahap tes ini akan berlangsung hingga awal Maret 2020, untuk kemudian dilanjutkan kepada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) mulai 25 Maret 2020. Setelah perekrutan tersebut, pemerintah rencananya akan kembali membuka proses penerimaan CPNS di tahun 2020 ini. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana membuka peluang, kemungkinan pendaftaran CPNS tahun ini kembali diadakan mulai September mendatang. Namun, belum dapat merinci berapa jumlah formasinya.
Adapun pada proses pengadaan CPNS 2019 terdapat sebanyak 154.029 formasi, yang terdiri atas instansi pusat sebanyak 37.584 formasi dan instansi daerah sebanyak 116.445 formasi. Seluruh proses perekrutan akan berakhir dalam tahap usul penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang direncanakan berlangsung hingga pertengahan Juni 2020. Sebelum itu digelar, BKN akan menyampaikan pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada 1 Mei 2020.
Di Kota Mataram yang merupakan pusat ibukota, pelaksanaan SKD lancar dan tertib. Untuk diketahui, dari sejak hari pertama sampai dengan hari ketiga yang lulus SKD hanya 6 orang dan ratusan peserta berguguran. Belum lagi yang terpaksa tidak lulus karena tidak datang mengikuti SKD, yakni 106 orang dengan rincian 81 orang di hari pertama dan 25 orang di hari kedua. Pelaksanaan SKD yang baru beberapa hari saja sudah mementalkan banyak pemburunya dan entah berapa banyak lagi pemburu yang akan berguguran hingga akhir pelaksanaan SKD. Namun, sangat disayangkan dengan apa yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan cara mengambil jalan pintas melalui aksi sogok-menyogok.
Menyogok untuk masuk kerja tentu tidak diperbolehkan dalam Islam dan hukumnya adalah haram. Kita kadang-kadang menemukan ada oknum (segelintir orang) yang berusaha untuk menyogok agar bisa diterima menjadi PNS. Mereka berpikir bahwa tidak apa-apa menyogok dengan jumlah uang yang besar untuk masuk menjadi seorang PNS. Yang ada dibenak mereka adalah ketika jadi PNS, maka hidup mereka akan terjamin oleh negara sampai mati, bahkan ada pesangon untuk anak dan istri sepeninggalnya. Memberikan sogok (suap) dan menerima sogokan (suap) adalah dosa besar dan mendapat laknat. Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap”. [HR. Abu Daud, shahih]
Kerusakan di muka bumi ini terjadi karena merajalelanya sogok dan suap. Allah Ta’ala menegaskan mengenai sifat orang Yahudi: “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram.” [QS. Al-Maidah : 42]. Maksud memakan yang haram yaitu suap dan sogok. Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya: “Yaitu harta yang haram berupa sogok/suap sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud dan yang lainnya. Apabila ada orang yang bersifat dengan sifat ini, bagaimana Allah akan membersihkan hatinya? Bagaimana bisa doanya dikabulkan?” [Tafsir Ibnu Kastir]. Demikian juga Allah berfirman agar manusia jangan saling memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang haram. Termasuk dalam hal ini adalah harta dari suap/sogok. Allah mengingatkan: “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188).
Ada sebuah kaidah umum tentang bekerja ialah bahwa “Islam tidak memperbolehkan putri-putrinya mencari kekayaan dengan sekehendak hatinya dan dengan cara semaunya. Akan tetapi Islam membedakan buat mereka jalan-jalan yang dibenarkan syariat dan yang tidak dibenarkan syariat didalam mencari penghidupan dengan memperhatikan kemaslahatan umum.”
Kaidah di atas memberikan batasan kepada setiap muslim untuk memberikan penilaian terhadap suatu pekerjaan yang dia jalani, apakah ia termasuk yang dibolehkan atau sebaliknya. Suatu pekerjaan termasuk yang diridhai Allah swt apabila memenuhi dua persyaratan, yaitu: Pertama: Tidak melanggar syariat. Allah swt menegaskan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisaa: 29 – 30). Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Wasilah bin al Aqsa dia berkata,”Rasulullah saw pernah keluar menemui kami para pedagang, lalu bersabda, ’Wahai para pedagang, jauhkanlah dirimu dari berbuat dusta.” (HR. Ath-Thabrani).
Allah swt melarang hamba-hamba-Nya di dalam mencari penghasilan dengan menggunakan cara-cara yang batil atau tidak dibenarkan oleh syariat, seperti jenis pekerjaannya bukan termasuk yang diharamkan, tidak mengandung unsur penipuan, penzhaliman, riba, atau merugikan orang lain yang berinteraksi dengannya di dalam pekerjaan itu. Hal di atas menjadi penting bagi setiap muslim di dalam mencari dan melakukan pekerjaannya dikarenakan dirinya lebih mendahulukan ridha dan cinta Allah daripada ridha dan cinta manusia. Ridha dan cinta Allah terhadap dirinya itu bukanlah terletak pada besar kecilnya penghasilan yang didapat dari pekerjaannya akan tetapi pada sarana dan cara seseorang menjalani pekerjaannya. Oleh karena itu, tidak diperbolehkan bagi seorang muslim di dalam menjalani pekerjaannya menghalalkan segala cara dan menabrak rambu-rambu halal haram yang telah digariskan oleh syariat hanya karena ingin mendapatkan penghasilan yang besar dari pekerjaannya.
Kedua: Mengandung kemaslahatan dan tidak menimbulkan kemudharatan. Hal lainnya adalah bahwa pekerjaan itu dapat memberikan kemaslahatan dan
tidak menimbulkan kemudharatan baik bagi dirinya maupun orang lain. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim bekerja di lembaga-lembaga yang merusak moral masyarakat, memerangi kaum muslimin, atau membantu melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dari Amr bin Yahya al Mazini dari ayahnya bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Janganlah saling memudharatkan.” Semua itu dengan catatan tidak ada unsur keterpakasaan yang mendesak seseorang untuk mencari kebutuhanan pokoknya atau menjalani pekerjaan yang menimbulkan kemudharatan bagi diri maupun orang lain. Dan jika ia terpaksa bekerja di tempat seperti itu maka kerjanya diukur dengan kadar keterpaksaannya dengan disertai rasa benci terhadap pekerjaan itu sambil terus-menerus berusaha mencari pekejaan lain sehingga Allah memberikan kemudahan baginya untuk bekerja secara halal dan jauh dari dosa-dosa, sebagaimana Allah swt menegaskan:
“Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 173).
Dengan demikian setiap pekerjaan yang memenuhi kedua persyaratan di atas maka dibolehkan bagi seorang muslim untuk terlibat di dalamnya dan mencari penghasilan darinya, termasuk menjadi pegawai negeri atau pegawai pemerintah. Pada dasarnya tugas pemerintah di dalam Islam adalah memberikan pelayanan dan kemaslahatan sebaik-baiknya kepada seluruh rakyatnya melalui seluruh perangkat yang dimilikinya. Adapun apabila yang terjadi di lapangan justru sebaliknya, terjadi pelanggaran terhadap rambu-rambu yang telah ditetapkan syari’at atau merugikan rakyatnya maka hal ini dikembalikan kepada si pelaku kemaksiatan itu bukan kepada jenis pekerjaannya, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Wallahu A’lam.

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN