18 April 2024

Syawal, Pertahankan Ibadah

 

Syawal, Pertahankan Ibadah

الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ 

Setelah menjalani puasa di bulan Ramadhan, kita akan banyak mendapatkan banyak ujian dan akan terlihat apakah bulan Tarbiyah Ramadhan berhasil menjadikan pribadi kita orang yang mampu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Pertanyaannya, apakah kita bisa mempertahankan predikat takwa tersebut di masa-masa yang akan datang?. Bagaimana cara untuk mempertahankannya?

Untuk mempertahankan agar predikat takwa bisa kita pertahankan pasca-Ramadhan, kita perlu memperkuat ibadah-ibadah sunnah terutama di bulan Syawal. Bulan ini menjadi momentum dan kesempatan bagi kita untuk melanjutkan dan meningkatkan semangat beribadah yang telah kita peroleh selama bulan Ramadhan.    Kita perlu ketahui, menilik dari maknanya, kata “Syawal” (شَوَّالُ) berasal dari kata “Syala” (شَالَ) yang berarti “irtafaá” (اِرْتَفَعَ) yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna “meningkatkan”. Oleh karena itu, kita terus diingatkan untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan Syawal.   Ada beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Syawal agar kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di antara amalan-amalan tersebut adalah pertama, bersilaturahim. Bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk memperkuat tali persaudaraan dengan silaturahim. Melalui silaturahim, kita dapat memperbaiki hubungan dengan keluarga, kerabat, dan teman-teman yang mungkin sempat renggang selama bulan Ramadhan atau bahkan sebelumnya. Selain itu, silaturahmi juga merupakan bentuk taat kepada Allah SWT, karena menjaga hubungan baik dengan sesama manusia adalah bagian dari ajaran Islam. Sabda Nabi SAW:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ أَنَا الرَّحْمَنُ، وَأَنَا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنَ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ

Artinya: Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa berfirman. "Aku adalah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman). Aku membuat ikatan persaudaraan dan memberinya nama dari namaKu. Jika siapa saja mempertahankan ikatan silaturahmi, maka Aku mempertahankan hubungan dengannya. Dan Aku akan memutus hubungan dengan siapa saja yang memutuskan silaturahmi."

Kedua adalah puasa Syawal. Puasa Syawal dianjurkan sesuai dengan hadits Rasulullah:

   مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ   

Artinya: “Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim).  

Dalam kitab Lathâif al-Ma’ârif fîma li Mawâsim al-‘Am min al-Wadhâif karya Ibnu Rajab al-Hanbali halaman 219-223 disebutkan lima keutamaan puasa syawal. Pertama, puasa sunnah Syawal adalah penyempurna puasa Ramadhan. Kedua, menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun.  Ketiga, membiasakan puasa setelah selesainya puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya puasa Ramadhan kita. Keempat, tanda syukur kita kepada Allah swt. Dan kelima, ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan tidak terputus dan melestarikan semangat Ramadhan.  

Demikianlah amalan-amalan ibadah sunnah untuk menjadikan Syawal kita maksimal. Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan dan hidayah Allah untuk dapat melaksanakannya dan ketakwaan akan senantiasa berada dalam diri kita.

  جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ اْلفَائِزِيْنَ اْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِديْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  


 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

 

 

29 Maret 2024

Kumpulan Kunci Jawaban - Pelatihan Keluarga Sakinah - Pintar Kemenag

 Kumpulan Kunci Jawaban - Pelatihan Keluarga Sakinah - Pintar Kemenag

= https://bit.ly/3VBLvpu   


1). 3.2 Konsep Dasar Perkawinan  = https://bit.ly/49ijOFA  

2). 3.3 Komunikasi dalam Perkawinan = https://bit.ly/3xcL3Ut   

3). 3.4 Peran dan Tanggung Jawab Pasangan dalam Perkawinan = https://bit.ly/3TEJo1D  

4). 3.5 Pengelolaan Keuangan dalam Perkawinan = https://bit.ly/4af7Hdt 

5). 3.7 Intimasi dan Kehidupan Seksual dalam Perkawinan = https://bit.ly/3Q4VD6T 

6). 3.8 Menghadapi Tantangan dan Perubahan dalam Perkawinan = https://bit.ly/4avZhyg  

7). 3.9 Pendidikan Anak dan Pembinaan Keluarga dalam Perkawinan = https://bit.ly/4cAqWQs 

8). 3.10 Perkawinan dan Kesehatan Mental = https://bit.ly/4awa8Iu 

9). 3.11 Perlindungan Perkawinan dan Keluarga = https://bit.ly/3VxbtdU 

10). Cara Review = https://bit.ly/rara-review-pintar-kemenag

Kumpulan Kunci Jawaban Pelatihan PINTAR Kemenag Periode III Maret 2024

   Kumpulan Kunci Jawaban Pelatihan PINTAR Kemenag Periode III Maret 2024

https://bit.ly/43LMEgj

1. Pendidikan inklusi di Madrasah/Sekolah = https://bit.ly/43F1Iwn   

2. Literasi : Assesmen Awal Pembelajaran Literasi =https://bit.ly/4cQ9aZN

3. Keluarga Sakinah = https://bit.ly/3VBLvpu   

4. Bimbingan dan Konseling = https://bit.ly/3TypHIV   

5. Numerasi : Pemanfaatan Tool Online untuk Pembelajaran Aktif (INOVASI) = https://bit.ly/3TFh6nH

6. Manajemen Program Ekstrakulikuler = https://bit.ly/4cCtLQQ

JANGAN URAIKAN LAGI RAMADHAN YANG TELAH ENGKAU RAJUT

 JANGAN URAIKAN LAGI RAMADHAN YANG TELAH ENGKAU RAJUT


Sudah sampai mana tadarus saudara semua? Apakah telah bertemu Surat An-Nahl? Ternyata, dalam ayat 92 dari surat tersebut ada sebuah cerita tentang seorang perempuan di Mekkah yang pekerjaannya memintal benang.


Perempuan ini sedikit mengalami gangguan kejiwaan di masa lalu, sehingga perilakunya tidak masuk akal. Hasil rajutan yang ia pintal sepanjang siang akan dirombaknya kembali ketika malam. Begitulah setiap hari. Aneh. 


Padahal pekerjaan seorang perajin tenun itu bukan hal mudah. Sungguh butuh kesabaran sehingga ia mencapai hasil sejauh itu. Tinggal sedikit lagi ia menikmati rajutannya, tetapi justru ia menguraikan lagi. Benar-benar aneh.


وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا


“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.”


Ayat ini turun berhubungan dengan iklim politik saat itu. Bahwa sekelompok orang pekerjaannya membela kaum yang kuat, bukan yang benar. Sehingga ketika muncul kaum yang lebih kuat lagi, kelompok ini meninggalkan dukungan sebelumnya dan berganti haluan. Kutu loncat politik! 


Maka Allah menurunkan ayat ini agar kaum muslimin jangan meniru perbuatan mereka. Seorang muslim sejati hanya membela yang benar, bukan membela yang berkuasa. Begitulah asbabun nuzul ayat tersebut. 


Tetapi secara umum, ayat ini juga menggambarkan perbuatan orang yang sia-sia. Ayat ini teguran bagi orang yang sudah bersusah payah mencapai sesuatu, tetapi kemudian dirombaknya kembali pencapaian itu. Aneh. 


Misalnya perjuangan di bulan Ramadhan. Sungguh butuh kesabaran kita menghidupkan sepuluh hari pertama dan kedua sampai sejauh ini. Tinggal saatnya kita menikmati hasil tetapi kita justru meninggalkannya. 


Bukankah sepuluh hari ketiga dari Ramadhan adalah puncak dari anugerah Allah? Kenapa tidak dinikmati? Benar-benar aneh. 


Maka tidak salah kiranya, orang yang mengawali Ramadhan dengan penuh kesungguhan kemudian mengakhirinya dengan penuh kemalasan, laksana perempuan yang memintal benang kemudian diceraiberaikan kembali. 


Semoga Allah senantiasa menjaga semangat kita sehingga dapat menutup Ramadhan ini dengan akhir yang paling indah. Amiin. 


Salam Hijrah. 

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Mengenal Lebih Dekat Diabetes Mellitus

   Mengenal Lebih Dekat Diabetes Mellitus


Oleh : dr. Liz Marisa A


Komplikasi Diabetes


Dari gejala-gejala di atas, sepertinya diabetes bukanlah penyakit yang berat, bahkan sebagian penderita tidak merasakan bahwa ia sedang sakit. Namun, ada hal yang perlu diwaspadai di balik itu, yaitu komplikasi diabetes. Komplikasi inilah yang justru lebih berat dari penyakitnya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Sayangnya, komplikasi ini tidak timbul segera, tetapi muncul setelah bertahun-tahun, bahkan bisa muncul setelah 10-20 tahun. Komplikasi ini disebabkan karena tingginya kadar gula yang persisten di dalam darah, sehingga menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf.


Beberapa komplikasi diabetes mellitus yaitu: 

•  Penyakit Kardiovaskular : penderita diabetes berisiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskular), seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Sekitar 75% kematian penderita diabetes disebabkan penyakit jantung koroner. 


•  Retinopathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kerusakan pembuluh darah kecil (kapiler) pada retina mata, dengan gejala penurunan penglihatan sampai kebutaan.


•  Nefropathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kerusakan pembuluh kapiler ginjal, sehingga menyebabkan kebocoran protein ke dalam air kencing (urin), dan menyebabkan gagal ginjal kronis yang memerlukan terapi cuci darah. 


•  Neuropathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes pada sistem

saraf, sehingga menyebabkan mati rasa dan kesemutan, serta meningkatkan risiko kerusakan kulit terutama pada kaki, karena 

berkurangnya kepekaan kulit. 


•  Ulkus Diabetes (Diabetic Foot Ulcer): yaitu luka pada kaki yang

sulit sembuh dan sering menimbulkan masalah serius. Bahkan, pada beberapa kasus, memerlukan amputasi. 


•  Penurunan Daya Pikir (Cognitive Deficit): beberapa penelitian

menunjukkan bahwa pasien diabetes yang dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes mengalami penurunan fungsi kognitif 1,2 sampai 1,5 kali lebih besar.


Sumber : Majalah Kesehatan Muslim Halaman 10 Edisi 9

18 Maret 2024

Kumpulan Kunci Jawaban Pelatihan PINTAR Kemenag Periode 16 - 20 Maret 2024

   Kumpulan Kunci Jawaban Pelatihan PINTAR Kemenag Periode 16 - 20 Maret 2024;

1. Kunci Pelatihan Lesson Study di Era Digital = https://bit.ly/3wUPQK9

2. Kunci Pelatihan Numerasi : Asesmen Numerasi Kelas Awal = https://bit.ly/3Tj4sL0

3. Kunci Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka = https://bit.ly/4agzMRc

4. Kunci Pelatihan Manajemen Kemasjidan = https://bit.ly/3wTZTzk

5. Kunci Pelatihan Menjadi Wakil Kepala Madrasah Hebat = https://bit.ly/3x4a2cu

6. Kunci Pelatihan Deteksi Dini 3: Tahapan Konflik dan Sistem Deteksi dini Konflik = https://bit.ly/3x5uvxz

13 Maret 2024

Khawatir Lupa Niat Puasa Ramadhan? Ini Solusinya

   Kelupaan melakukan niat puasa berdampak fatal. Sebab, puasa dianggap tidak sah jika dilakukan tanpa niat di waktu malamnya. 


Oleh karena itu, berikut solusinya....


Khawatir Lupa Niat Puasa Ramadhan? Ini Solusinya

https://www.hanapibani.com/2022/04/khawatir-lupa-niat-puasa-ramadhan-ini-solusinya.html

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN