Alasan Umat Islam Wajib Bela
Palestina
الحَمْدُ
لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ
سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ
الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّـدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ
خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: مِنَ
الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّنْ
قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا (الأحزاب:
٢٣(
Hari-hari
terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang begitu menyayat dan mengiris hati
kita. Bagaimana tidak. Di era modern yang katanya penjajahan di atas muka bumi
telah dihapuskan, kaum Zionis Israel dengan leluasa seenaknya saja menjajah
bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus
dilancarkan kepada rakyat yang tidak berdosa. Ribuan nyawa rakyat Palestina
telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka.
Sebagai
umat Islam tentu kita mencintai dan membela Palestina. Palestina bukanlah
negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya selalu
bersemayam di hati setiap Mukmin. Ada beberapa alasan kenapa kita harus
mencintai dan membela Palestina.
Pertama,
di sana terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid
al-Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam ‘alaihis salam empat puluh tahun
setelah beliau membangun Masjid al-Haram. Kedua, Masjid al-Aqsha
yang berada di kota Baitul Maqdis, pernah menjadi kiblat shalat selama tujuh
belas bulan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaih wasallam berhijrah dari
Makkah ke Madinah. Ketiga, Masjid al-Aqsha yang berada di kota
Baitul Maqdis, adalah titik akhir perjalanan Isra’ dan titik awal perjalanan
Mi’raj. Isra’ dan Mi’raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah
anugerahkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di
sanalah Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh nabi dan
rasul, mulai Nabi Adam ‘alaihis salam hingga Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Keempat,
Palestina adalah negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali para nabi dan rasul
yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya
adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi
Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi ‘Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh
Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak. Kelima, Palestina
telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh-tokoh Islam terkemuka yang berkhidmah
untuk Islam. Tercatat para ulama yang lahir atau pernah tinggal di Palestina
adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri,
Imam asy-Syafi’I, dan masih banyak lagi yang lain.
Oleh
karena itulah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki pernah mengucapkan sebuah perkataan
yang fenomenal: “Aku malu kepada Allah untuk tersenyum sedangkan Baitul Maqdis
masih terjajah.” Sultan Abdul Hamid II bahkan pernah mengatakan: “Saya
tidak akan menjual sejengkal tanah pun dari bumi Palestina.” Beliau
katakan itu dengan tegas dan penuh keberanian pada saat menolak sogokan uang sekitar
3 triliun dari orang-orang Zionis Yahudi yang ingin menempati sebagian wilayah
Palestina.
Tidak
kalah fenomenal adalah Sultan Shalahuddun al-Ayyubi. Didorong oleh kecintaannya
yang mendalam kepada bumi Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H, beliau
berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Ketika ingin membebaskan Baitul
Maqdis, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan
peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah
mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah
Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kesatuan
hati antarumat Islam adalah kekuatan dahsyat yang tidak akan dikalahkan oleh
siapa pun. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, beliau memerintahkan
setiap juru adzan di semua wilayah yang beliau kuasai untuk mengumandangkan
aqidah Asy’ariyyah setiap hari sesaat sebelum adzan shubuh.
Lantas,
apa yang dapat kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Palestina? Berjihad
membantu mereka secara fisik melawan para penjajah, jelas kita tidak mampu.
Yang dapat kita lakukan adalah mengulurkan bantuan dana untuk meringankan
penderitaan mereka. Minimal, kita bantu mereka dengan doa. Karena doa adalah
senjata seorang Mukmin.
Demikian
khutbah jumat tentang beberapa alasan umat Islam wajib bela Palestina, semoga Allah
menghancurkan orang-orang Yahudi penjajah di Palestina dan menyelamatkan
saudara-saudara kita di Palestina dan memberikan kesabaran, kekuatan, dan
kemenangan dalam melawan zionis Israel. Semoga palestina merdeka dan terbebas
dari penjajahan Zionis Yahudi.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ
هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ،
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ
الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ