19 Oktober 2023
12 Oktober 2023
Alasan Umat Islam Wajib Bela Palestina
Alasan Umat Islam Wajib Bela Palestina
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّـدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا (الأحزاب: ٢٣(
Hari-hari terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak. Di era modern yang katanya penjajahan di atas muka bumi telah dihapuskan, kaum Zionis Israel dengan leluasa seenaknya saja menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada rakyat yang tidak berdosa. Ribuan nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka.
Sebagai umat Islam tentu kita mencintai dan membela Palestina. Palestina bukanlah negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya selalu bersemayam di hati setiap Mukmin. Ada beberapa alasan kenapa kita harus mencintai dan membela Palestina.
Pertama, di sana terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid al-Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam ‘alaihis salam empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjid al-Haram. Kedua, Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, pernah menjadi kiblat shalat selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaih wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah. Ketiga, Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, adalah titik akhir perjalanan Isra’ dan titik awal perjalanan Mi’raj. Isra’ dan Mi’raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di sanalah Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh nabi dan rasul, mulai Nabi Adam ‘alaihis salam hingga Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Keempat, Palestina adalah negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali para nabi dan rasul yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi ‘Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak. Kelima, Palestina telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh-tokoh Islam terkemuka yang berkhidmah untuk Islam. Tercatat para ulama yang lahir atau pernah tinggal di Palestina adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri, Imam asy-Syafi’I, dan masih banyak lagi yang lain.
Oleh karena itulah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki pernah mengucapkan sebuah perkataan yang fenomenal: “Aku malu kepada Allah untuk tersenyum sedangkan Baitul Maqdis masih terjajah.” Sultan Abdul Hamid II bahkan pernah mengatakan: “Saya tidak akan menjual sejengkal tanah pun dari bumi Palestina.” Beliau katakan itu dengan tegas dan penuh keberanian pada saat menolak sogokan uang sekitar 3 triliun dari orang-orang Zionis Yahudi yang ingin menempati sebagian wilayah Palestina.
Tidak kalah fenomenal adalah Sultan Shalahuddun al-Ayyubi. Didorong oleh kecintaannya yang mendalam kepada bumi Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H, beliau berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Ketika ingin membebaskan Baitul Maqdis, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kesatuan hati antarumat Islam adalah kekuatan dahsyat yang tidak akan dikalahkan oleh siapa pun. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, beliau memerintahkan setiap juru adzan di semua wilayah yang beliau kuasai untuk mengumandangkan aqidah Asy’ariyyah setiap hari sesaat sebelum adzan shubuh.
Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Palestina? Berjihad membantu mereka secara fisik melawan para penjajah, jelas kita tidak mampu. Yang dapat kita lakukan adalah mengulurkan bantuan dana untuk meringankan penderitaan mereka. Minimal, kita bantu mereka dengan doa. Karena doa adalah senjata seorang Mukmin.
Demikian khutbah jumat tentang beberapa alasan umat Islam wajib bela Palestina, semoga Allah menghancurkan orang-orang Yahudi penjajah di Palestina dan menyelamatkan saudara-saudara kita di Palestina dan memberikan kesabaran, kekuatan, dan kemenangan dalam melawan zionis Israel. Semoga palestina merdeka dan terbebas dari penjajahan Zionis Yahudi.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
04 Oktober 2023
Feature
Artikel Feature
Deskripsi Jenis Tulisan “Feature”
Tulisan Feature (baca: ficer) adalah salah satu jenis tulisan jurnalistik berisi perpaduan berita dan opini, dengan gaya bercerita (story telling) mengandung unsur menyentuh (human interest) dan bahasa yang indah (sastrawi). Oleh karenanya, “Feature” disebut juga karangan khas, feature article, dan feature story.
Tulisan feature yang paling populer adalah kisah nyata, kisah perjalanan, dan (auto) biografi. Gaya tulisan Feature itu bertutur atau bercerita (story telling) dengan detil dan menarik.
Beberapa poin penting dalam feature:
- Feature adalah tulisan jurnalistik juga dengan memasukkan unsur 5W + 1 H, namun tidak selalu harus mengikuti rumus piramida terbalik.
- Feature adalah karya jurnalistik yang penulisannya menggunakan gaya bahasa sastra, bercerita atau bertutur (story telling). Pada beberapa gaya penulisan, feature mengadopsi gaya penulisan cerpen atau novel.
- Feature merujuk pada kisah yang nyata atau benar-benar terjadi (faktual). Opini yang disisipkannya pun berdasarkan fakta.
- Feature umumnya mengandung sisi human interest, yakni memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi seperti menghibur, memunculkan empati, dan keharuan. Jenis feature lain yang kerap muncul di media massa adalah feature berita yang mengungkap sisi lain sebuah peristiwa aktual dan terikat pada unsur waktu tertentu.
- Faktual. Tulisan feature tetap berbasis fakta. Ini yang membedakan feature dengan fiksi secara mendasar.
- Kreatif: Memungkinkan penulis “mencipta” sebuah cerita (dengan teknik berkisah), namun bukan cerita fiktif. Laporan feature harus mengkreasikan sudut pandang penulis berdasarkan riset terhadap fakta-fakta yang telah ditelusuri. Penulisan feature memungkinkan aspek humor menyertainya. Kreativitas penulisan feature membuat pembaca tidak bosan, bahkan terlarut dalam emosi yang dibangun penulisnya.
- Subjektif: Dengan penggunaan model aku, memungkinkan penulis memasukkan emosi dan pikirannya. Sangat mungkin menggunakan sudut pandang orang pertama, atau “saya” dengan emosi campur nalar, sebagai cara mendapatkan fakta-fakta.
- Informatif: Feature memang terkadang tidak memiliki nilai berita. Ia justru cenderung memberi nilai informasi mengenai situasi/aspek kehidupan. Materi laporan tentang hal yang ringan, namun berguna bagi masyarakat, seperti situasi saat peristiwa terjadi dan tidak diliput media lain.
- Timeless: Feature umumnya tidak dibatasi waktu. Sebuah berita bisa basi dalam 24 jam, tapi feature tak akan pernah basi karena topiknya dibahas secara mendalam dan penuturannya menarik. Meskipun demikian, agar dekat dengan kondisi pembaca, topik dalam feature umumnya dikaitkan dengan sebuah isu atau kondisi terkini. (Sebagai contoh, feature belajar-mengajar saat ini dikaitkan dengan situasi pandemi Covid-19).
- Detail: Feature akan menjadi menarik apabila penulis sanggup mengumpulkan detail-detail atau data dari topik atau fakta yang digalinya. Semakin banyak detail dan data yang dikumpulkan, semakin memudahkan penulis meramu tulisan yang menarik dan segar bagi pembacanya. Tulisan juga akan menarik apabila ada detail atau data baru di dalamnya.
- Feature Berita: Feature berita yaitu feature tentang peristiwa aktual. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah Straight News (berita langsung, singkat, hanya menyajikan informasi terpenting) dengan membuka informasi latar belakang masalah, agar pembaca mendapatkan pemahaman lebih jelas tentang unsur How dan Why atau duduk perkara sebuah peristiwa.
- Feature Artikel: Feature berisi informasi tentang pemikiran, gagasan, atau ilmu pengetahuan yang dikemas secara ringan dan menghibur.
- Feature Human Interest: feature yang menyentuh emosi pembaca, menimbulkan keharuan, simpati, kegembiraan, atau bahkan membangkitkan semangat. 4
- Feature Biografi/Profil: Feature biografi adalah feature yang berisi kisah hidup seseorang, bisanya tokoh, orang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi.
- Feature Perjalanan: Travelogue Feature menceritakan pengalaman berkesan dari sebuah perjalanan. Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah atau objek wisata dan karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam perjalanan menggunakan “aku”, “saya”, atau “kami”.
- Feature Penjelasan/Sejarah: Menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi dibalik suatu peristiwa atau menceritakan peristiwa masa lalu, namun masih menarik diberitakan masa kini.
- Feature Tren: Trend Feature ialah feature yang menceritakan tentang gaya hidup komunitas tertentu atau masyarakat pada umumnya dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, cerita tentang gaya hidup “kids zaman now”.
19 September 2023
Informasi Tentang Materi NUMERASI
Informasi Tentang Materi
Pengantar Penguatan Numerasi dalam Kurikulum Merdeka berisi penjelasan tentang makna dan pentingnya numerasi, kondisi literasi matematika peserta didik Indonesia, dan kebutuhan menguasai kecakapan numerasi untuk menghadapi tantangan abad 21.
Membelajarkan numerasi merupakan tanggung jawab semua pendidik. Untuk mencapai hal itu maka digunakan:
(1) Pendekatan numerasi lintas kurikulum dengan harapan para pendidik dapat memperluas konteks pembelajaran numerasi pada semua mata pelajaran;
(2) Numerasi di lingkungan sekitar di mana pendidik akan mempergunakan apa yang ada di lingkungan sebagai sarana belajar numerasi;
(3) Penggunaan alat-alat elektronik dan non elektronik, serta
(4) Beragam permainan baik yang digital mapun non digital sangat disarankan untuk memfasilitasi pembelajaran numerasi yang menarik dan menyenangkan.
Referensi: TIM GLN Kemendikbud. (2017). Materi Pendukung Literasi Numerasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dirjen PAUD, Dikdas, Dikmen Kemendikbud. (2021). Panduan Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dirjen PAUD, Dikdas, Dikmen Kemendikbud. (2021). Modul Literasi Numerasi di Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
31 Agustus 2023
Larangan Meremehkan Orang Lain
Larangan Meremehkan Orang Lain
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. أَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْراً مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْراً مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْأِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Mari kita kuatkan iman, kita tingkatkan takwa, kita teguhkan akidah, dan kita upayakan istiqamah dalam diri kita untuk mengerjakan ibadah kepada Allah swt, sebab hanya dengan cara inilah kita semua akan menjadi hamba yang selamat, baik di dunia maupun di akhirat.
Salah satu ajaran mulia dalam Islam adalah larangan untuk meremehkan dan mengolok-olok orang lain. Tidak ada satu alasan pun yang bisa dibenarkan untuk meremehkan orang lain, baik alasan suku, ras, budaya, bangsa, kultur, agama dan lainnya, khususnya di Indonesia yang notabenenya terdiri dari macam-macam suku, agama dan budaya.
Saling menghormati dan memuliakan orang lain merupakan salah satu pilar penting dalam Islam. Tujuannya adalah agar kerukunan antar sesama terus terjalin. Karenanya, kita semua tidak diperbolehkan untuk saling meremehkan dan merendahkan orang lain dalam keadaan apa pun, sebab bisa jadi mereka yang kita remehkan lebih baik dan lebih mulia di sisi Allah. Hal ini sebagaimana terekam dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْراً مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْراً مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالأَلْقَابِ
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.” (QS Al-Hujurat [49]: 11).
Syekh Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili dalam kitab Tafsir Mafatihul Ghaib menjelaskan bahwa ayat ini merupakan etika setiap orang mukmin dengan orang mukmin lainnya, dan etika setiap mukmin dengan semua manusia secara umum. Dengan kata lain, kita semua tidak diperkenankan meremehkan orang lain, baik yang seagama maupun tidak. Kita tidak diperkenankan meremehkan sesama muslim, karena bisa jadi mereka lebih mulia di sisi Allah swt.
Kita juga tidak diperkenankan meremehkan pemeluk agama lain bukan berarti karena mereka lebih mulia dari umat Islam, tentu tidak demikian. Barometer kemuliaan setiap orang hanyalah ketakwaan. Hanya saja, bisa jadi nasib akhir hayat mereka yang lebih mulia dari kita karena masuk Islam.
Salah satu contohnya adalah sahabat nabi yang dikenal sangat pemberani, yaitu Sayyidina Umar bin Khattab. Ia merupakan salah satu sahabat yang memiliki masa lalu yang kelam, bahkan sebelum masuk Islam, ia adalah orang yang sangat berambisi untuk membunuh nabi. Namun apa hendak dikata, takdir Allah berkata lain, justru setelah Umar memeluk Islam, ia menjadi sahabat yang sangat dekat dengan nabi dan menjadi kebanggaan umat Islam. Inilah salah satu alasan kenapa kita semua tidak diperkenankan meremehkan pemeluk agama lain.
Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah memberikan lima tips bagi kita semua agar tidak meremehkan orang lain dalam keadaan seperti apa pun, baik pada yang lebih tua, muda, beda suku dan budaya, beda nasab, bahkan pada non-muslim sekali pun.
Cara pertama, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa jika kita bertemu dengan orang yang lebih muda, maka katakanlah dalam hati bahwa kemaksiatan dan dosa yang ia lakukan lebih sedikit dari maksiat dan dosa yang pernah kita perbuat, maka sudah pasti dia lebih baik dan lebih mulia dari kita.
Cara kedua ketika bertemu dengan orang yang lebih tua, maka kita harus yakin bahwa ibadah dan kebaikan yang ia lakukan lebih banyak dari ibadah dan kebaikan kita. Dengan demikian, tentu ia juga lebih baik dan lebih mulia dari kita.
Cara ketiga, ketika melihat orang yang berilmu, maka katakanlah dalam hati bahwa ia sudah mendapatkan kemuliaan dan anugerah dari Allah berupa pengetahuan, dan semua ibadah dan perbuatannya akan berlandaskan ilmu, tentu ia lebih baik dan lebih mulia dari kita.
Cara keempat yaitu ketika bertemu dengan orang bodoh, maka katakanlah dalam hati bahwa jika ia melakukan kesalahan maka pada hakikatnya kesalahan itu disebabkan ketidaktahuannya, sementara kita melakukan kesalahan disertai pengetahuan, tentu ia juga lebih baik dari kita.
Tidak hanya itu, bahkan cara kelima kita juga tidak boleh meremehkan orang yang tidak seagama dengan kita. Caranya adalah ketika kita bertemu dengan mereka, maka katakan dalam hati bahwa tidak ada yang tahu pada akhir hayat setiap orang, bisa jadi ia akan masuk Islam dan semua dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah, dan bisa juga kita akan tersesat dan mati dalam keadaan su’ul kahtimah, naudzubillah,
وَإِنْ كَانَ كَافِرًا قُلْتَ: لَا أَدْرِي، عَسَى أَنْ يُسْلَمَ وَيُخْتَمَ لَهُ بِخَيْرِ الْعَمَلِ، وَيَنْسَلَ بِإِسْلَامِهِ مِنَ الذُّنُوْبِ. وَأَمَّا أَنَا - وَالْعِيَاذُ بِاللهِ - فَعَسَى أَنْ يُضِلَّنِي اللهُ فَأَكْفُرُ فَيُخْتَمُ لِي بِشَرِّ الْعَمَلِ فَيَكُوْنُ غَدًا هُوَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَأَنَا مِنَ الْمُبَعَّدِيْنَ
Artinya, “Dan jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah: Aku tidak tahu, bisa jadi ia akan masuk Islam dan mati dalam keadaan husnul khatimah, dengan Islamnya semua dosa-dosanya akan terhapus. Sedangkan aku, bisa saja Allah membuatku tersesat, akhirnya menjadi kafir, kemudian pekerjaanku dicatat sebagai paling jeleknya perbuatan. Maka kelak (di akhirat) dia akan menjadi bagian orang-orang yang istimewa (masuk surga), dan aku akan menjadi bagian orang yang jauh dari Allah (masuk neraka).”
Itulah alasan-alasan yang harus selalu kita ingat agar tidak pernah meremehkan orang lain dengan keadaan apa pun dan status apa pun. Islam tidak pernah membolehkan pemeluknya untuk meremehkan orang lain, sebab kemuliaan sejati dalam Islam hanyalah bisa diraih dengan ilmu dan keimanan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya, “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Muadilah [58]: 11).
Karena itu, mari kita semua terus berusaha untuk terus belajar dan meningkatkan keimanan kepada Allah swt, tanpa meremehkan ataupun merendahkan orang lain, karena bisa saja orang yang kita rendahkan lebih mulia di sisi Allah swt. Meremehkan orang lain bukanlah ajaran Islam.
Demikian khutbah Jumat perihal
larangan bagi kita semua agar tidak pernah meremehkan orang lain. Semoga bisa
membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba
yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya.
أَعُوذُ
بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا
تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ .بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ
الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ
الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
09 Agustus 2023
NAHDLATUL WATHAN MENDUNIA
NAHDLATUL WATHAN MENDUNIA
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Selamat Ginting, wartawan senior Republika
Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) untuk lelaki dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) untuk perempuan menjadi awal berdirinya ormas Nahdlatul Wathan.
“Pulau Lombok, tanpa kehadiran Nahdlatul Wathan (NW), masih akan berada pada alam kejahiliyahan,” itulah salah satu kalimat dari Alamsjah Ratoe Prawiranegara, menteri agama periode 1978-1983, saat perayaan milad Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI), masa itu.
Saat itu, pemerintahan Presiden Soeharto mengakui pesatnya perkembangan cabang-cabang perjuangan dan Madrasah NWDI dan NBDI. Bahkan, pada awal tahun 1953, tercatat kedua madrasah tersebut telah memiliki 66 cabang yang tersebar di wilayah Pulau Lombok.
Itulah cikal bakal organisasi massa Nahdlatul Wathan atau dalam bahasa Indonesia ‘kebangkitan bangsa’, selanjutnya disingkat NW. Sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah. Didirikan oleh Kiai Hamzanwadi, akronim dari Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Diniyah Islamiyah pada 15 Jumadil Akhir 1372 H, bertepatan dengan tanggal 1 Maret 1953 M.
NW merupakan perpanjangan tangan dari dua madrasah yang telah didirikan jauh sebelum masa kemerdekaan, yaitu Madrasah NWDI untuk kaum Adam, dan Madrasah NBDI untuk kaum Hawa. NWDI didirikan pada 15 Jumadil Akhir 1356 H atau 22 Agustus 1936 M. Sedangkan, Madrasah NBDI didirikan pada 15 Jumadil Akhir 1362 H atau 21 April 1943 M.
“Tujuan didirikannya kedua madrasah tersebut untuk meninggikan titah Allah dan memuliakan agama Islam dan umatnya,” kata Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Untuk merealisasikan misi dakwah Nahdlatul Wathan, Kiai Hamzanwadi selalu berdakwah dengan memegang prinsip “falsafah matahari” yang tak pernah mengenal istirahat. Media dakwah yang dilakukan dengan dua macam.
Pertama, dakwah yang langsung dipimpinnya dikenal dengan istilah Majlis Dakwah Hamzanwadi. Kedua, dakwah yang dipimpin murid-muridnya, yakni para tuan-guru (kiai) yang tersebar di seluruh pelosok Pulau Lombok yang dikenal dengan Majlis Ta'lim Hamzanwadi.
Karena kegigihannya berdakwah, Hamzanwadi terkenal dengan gelar Abu al-Madaris wa al-Masajid (bapak pengayom masjid-masjid dan madrasah-madrasah). Ia dikenal sebagai bapak perintis madrasah dengan sistem klasikal di Pulau Lombok. Pada saat itu, sistem tersebut masih dianggap suatu yang haram (bid’ah sayyi’ah). Ia dikenal pula dengan sebutan Abul Barakat Wannafahat , yaitu bapak yang menjadi sumber segala kebaikan dan keberkahan serta menaburkan bau harum yang semerbak dari sebutan nama besar dan perjuangan organisasinya yang datang dari sinar keimanan, ketakwaan, kesalehan, dan keikhlasan beliau.
Menteri Agama Alamsjah Ratoe Prawiranegara mengakui Nahdlatul Wathan tidak bisa dipisahkan dengan figur Kiai Hamzanwadi sebagai pendirinya. Sekolah-sekolah agama di NTB mayoritas milik Nahdlatul Wathan. Sehingga, NW juga identik dengan perjuangan NTB dalam bidang pendidikan dan dakwah agama Islam.
“Tanpa mengecilkan organisasi massa Islam lainnya, namun pengaruh NW memang begitu kuat di NTB,” ujar Alamsjah.
-
RPP Qur’an Hadis MI Sesuai KMA 183 Revisi Terbaru disusun sebagai referensi bagi guru Qur’an Hadis tingkat MI dalam menyusun rencana ...
-
RKT RKTS dan RKJM RKT dikenal juga dengan Rencana Kerja Tahunan. Sama dengan RKT ada juga yang menggunakan istilah RKTS atau Rencana K...