08 Juni 2020

Berbagi Pengalaman Menerbitkan Buku






Sebuah resume belajar dari kelas menulis "Belajar Menulis Bersama Om Jay" melalui WAG.
Hari/Tanggal     : Senin, 8 Juni 2020
Pukul                 : 19.00-21.00 WIB
Narasumber       : Emi Sudarwati
Tema                  : Berbagi Pengalaman Menerbitkan Buku


Marilah kita simak perkenalan dan penjelasan ibu Emi Sudarwati yang saat ini merupakan guru  Bahasa Jawa SMPN 1 Baureno Bojonegoro, Jawa Timur.  Pegiat Literasi Guru dan Siswa Indonesia.  Lebih dari 460 buku ber-ISBN yang ada nama saya di dalamnya.
CURRIKULUM VITAE EMI SUDARWATI
EMI SUDARWATI.  Alumni Jurusan Bahasa Daerah IKIP Negeri Surabaya tahun 1993 dan lulus tahun 1998.  Mengajar di SMPN 1 Baureno ini sejak tahun 2005.  Disamping aktif mengajar, juga telah menulis dan menerbitkan beberapa karya sastra Jawa dan Sastra Indonesia. Editor lebih dari 250 buku karya siswa dan guru Indonesia.
Sebagai PJ Budaya Lingkungan dan Pembiasaan Sekolah, aktf sebagai pembina majalah siswa Bhakti  sampai saat ini, Penggagas perpustakaan mini di kelas IXF, dan mengupayakan pengembangan diri Teater Bhakti.  Pengurus MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Bojonegoro ini juga sebagai salah Guru Ahli di Pusat Belajar Guru Kabupaten Bojonegoro.
Penulis novel berjudul Ngilon (2014), Novel Kinanthi (2017), Rona Hidup (2018),  Petualangan Siswa Indigo (2019), Novel Sujud Sangisore Talang Mas, dan Kumpulan Esai Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Keliling Nusantara dan Dunia (2019). Bergabung dengan Persatuan Masyarakan Budaya Nasional Indonesia (PERMADANI).  Pengelola TBM Kinathi ini juga pimpinan Grup Patungan Buku Inspiratif, yang sudah menerbitkan hampir 400 buku ber isbn.  Pada Tanggal 28 Oktober 2015, mendapat penghargaan dari Balai Bahasa Jawa Timur sebagai Guru Bahasa Jawa Kreatif.  Pada tahun yang sama, juga mendapat penghargaan sebagai finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional. 
Pada tahun 2016, sebagai juara III Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Bojonegoro. Pada tahun yang sama, juga sebagai juara I Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional, kategoro SORAK (Seni, Olah raga, Agama dan Muatan lokal, dan Bimbingan Konseling).  Prestasi ini yang mengantarnya berkunjung ke negeri Kincir Angin Belanda.  Mempelajari sistem pendidikan yang ada di Universitas Windesheim dan Iclon Universitas Leiden.  Juga berkunjung ke sekolah-sekolah terbaik di Hollan dan Nederlands.
Pada tahun 2013.  Penulis bergabung dengan sebuah kelompok penulis di Bojonegoro.  Namanya PSJB (Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro).  Di sana penulis banyak berjumpa dan berkenalan dengan penulis-penulis senior. Seperti: JFX. Hoery (Padangan-Bojonegoro),  Sunaryata Soemardjo (Ngimbang-Lamongan), Nono Warnono (Gajah Indah-Bojonegoro), Gampang Prawoto (Sumberrejo-Bojonegoro), Sri Setyo Rahayu (Surabaya), almarhum Anas AG (Pemred  Radar Bojonegoro-waktu itu), dan masih banyak lagi yang lainnya. Dari orang-orang hebat di dunia tulis-menulis itu, akhirnya penulis mendapatkan pencerahan.  Bahwa karya siswa yang sudah terkumpul bisa diterbitkan dengan ISBN (Internsional Standart Book Nomber).
Pada awal tahun 2014 ini terbitlah Kumpulan Cerkak karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno dengan judul buku LUNG. Pada penghujung tahun 2014.  Kembali bekerja sama dengan PSJB, penulis menerbitkan buku karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno.  Tidak berhenti sampai di situ.  Karya-karya ini juga mendapat sambutan baik dari kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, bahkan bupati Bojonegoro saat itu.
Sampai-sampai penulis dan siswa didatangi oleh salah satu wartawan radar Bojonegoro untuk wawancara.  Alhasil, besuknya tayang di surat kabar harian radar Bojonegoro yang sangat terkenal itu.  Dari sana,  semua penasaran dengan buku karya siswa tersebut.  Sehingga Toko Buku Nusantara Bojonegoro banyak diserbu pembeli buku.  Semua ingin membaca dan belajar menulis, serta menerbitkan buku.
Buku karya Emi Sudarwati dan siswa SMPN 1 Baureno  menjadi inspirasi bagi banyak sekolah.  Bukan hanya di Bojonegoro, namun juga di Kabupaten lain.  Sehingga sering diwawancara wartawan berbagai media,  baik cetak maupun on line.  Akhirnya bisa tampil di berbagai media tanpa harus membayar sepeserpun.
Pada tahun 2015 ini, penulis ditugaskan untuk mengikuti lomba inobel tingkat nasional.  Awalnya ada rasa tidak percaya diri.  Namun karena Bapak Edy Dwi Susanto selaku kepala sekolah waktu itu tidak henti memberikan semangat dan motivasi.  Akhirnya penulis mengirimkan karya inovasi, meskipun dengan setengah hati.
Namun tidak disangka, ternyata dapat panggilan sebagai finalis inobelnas.  Bersama 102 guru dari seluruh Indonesia, penulis diundang ke Jakarta untuk presentasi.  Ternyata bukan hanya presentasi, tetapi ada ujian tulis juga.  Seusai lomba, seluruh finalis diajak berwisata di Dufan.  Meskipun belum mendapat juara, namun penulis sudah cukup bangga, bisa belajar bersama guru-guru hebat dari seluruh tanah air.
Di samping itu, penulis juga mendapat rekomemdasi dari PSJB untuk mengikuti sayembara di BBJT.  PSJB adalah kepanjangan dari Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro.  Sedangkan BBJT kepanjangan dari Balai Bahasa Jawa Timur.  Lembaga tersebut, setiap tahun mengadakan sayembara, yaitu pemilihan sanggar sastra, karya sastra Indonesia, karya sastra Jawa, dan guru bahasa berdedikasi.
Puji sukur, penulis mendapat anugrah sebagai guru Bahasa Jawa Berdedikasi.  Hal ini disebabkan karena sudah menerbitkan beberapa buku karya sastra siswa.  Semua itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk lebih berinovasi lagi.  Dengan status baru ini, penulis merasa memiliki tanggung jawab moral, agar lebih giat menularkan virus literasi di manapun juga.  Bukan hanya untuk siswa, namun juga untuk sesama guru.  Bukan hanya di Bojonegoro saja, tetapi sampai ke luar daerah.
Pada tahun 2016, penulis ditugaskan mengikuti seleksi guru prestasi tingkat Kabupaten Bojonegoro.  Sebenarnya saat itu sudah untuk yang ke dua kalinya.  Karena banyak guru menolak mengikuti seleksi tersebut, akhirnya penulis ditugaskan lagi.  Ternyata tidak sia-sia.  Karena bisa menduduki juara ke tiga dari tiga puluhan peserta.
Pada tahun yang sama, penulis kembali mengirimkan karya inobel.  Kali ini bukan atas inisiatif  bapak kepala sekolah, tetapi keinginan penulis sendiri.  Karena pengalaman tahun 2015 lalu begitu menginspirasi.  Kali ini bukan karya baru.  Namun karya lama yang diedit, dengan tambahan sesuai yang diberikan oleh dewan juri.  Alhasil, mendapat juara 1 inobelnas kategori SORAK (Seni, Olah Raga, Agama, bimbingan Konseling dan Muatan Lokal).
Tidak lama seusai lomba, penulis mendapat panggilan untuk short Course di Negeri Belanda.  Belajar sistem pendidikan di negri kaum penjajah yang super maju itu.  Berkunjung ke dua universitas terbaik, yaitu Windesheim dan Leiden.  Juga berkunjung ke sekolah-sekolah terbaik, yaitu Van Der Capellen dan lain-lain.  Bukan hanya itu, semua peserta diajak berwisata ke Volendam, menyusuri Kanal Amsterdam dan mampir ke Brussel-Belgia.
Sepulang dari Belanda, masih juga mendapat panggilan workshop menulis jurnal di Kota Bali.  Lagi-lagi, di samping belajar juga bisa berwisaya keliling kota terindah di negeri ini.  Kali ini, semua peserta mendapat materi merubah naskah inobel menjadi jurnal.  Tentu ini bukan hal kecil, karena naskah tersebut akan dimuat dalam jurnal berkelas nasional.  Nama jurnalnya adalah DEDAKTIKA.
TAHUN 2017
Tidak berhenti sampai di situ.  Beberapa bulan berikutnya.  Penulis diundang untuk mengikuti workshop Literasi di Kota Batam.  Tidak ingin melewatka kesempatan, beberapa peserta menyempatkan mampir ke negara tetangga, yaitu Singapura.  Sehari di kota lion, melahirkan sebuah buku berjudul Dag Dig Dug Singapura.
Bukan aji mumpung atau apa, hanya tidak ingin melewatkan kesempatan baik.  Kapan lagi seorang guru bisa jalan-jalan ke Singapura, kalau bukan memanfaatkan kesempatan baik tersebut.
Kebetulan juga bertepatan dengan liburan sekolah, jadi sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Paska menyandang predikat juara I inobelnas, penulis belum boleh lagi mengikuti lomba yang sama.  Tentu dalam waktu yang belum bisa diprediksi.  Oleh karena itu, penulis tidak ingin kesepian.  Lalu mengajak teman-teman alumni finalis inobelnas untuk menulis bersama dalam satu buku.  Penulis menyebutnya dengan istilah Patungan Buku Inspiratif.
Bukan hanya karya yang bersifat ilmiah.  Namun dalam grup tersebut juga menerbitkan kumpulan cerita inspiratif,  berbagi pengalaman mengajar, kumpulan puisi, kumpulan pantun dan masih banyak lagi buku-buku lainnya.
Dalam perkembangan selanjutnya, bahkan bukan hanya menerbitkan buku-buku patungan.  Namun saat ini lebih banyak menerbitkan SBGI (Satu Buku Guru Indonesia) dan SBSI (Satu Buku Siswa Indonesia).
TAHUN 2018
Ratusan buku lahir dari grup Patungan Buku Guru Inspiratif.  Karena sejak tahun 2018 ini lebih banyak menerbitkan SBGI dan SBSI, maka nama grup dirubah.  Yaitu menjadi Penerbit Buku Inspiratif (PBI).  Beberapa undangan dari daerah-daerah lain mulai berdatangan.  Misalkan dari Kota Bogor, Sampang, Tuban, Blitar, Lamongan, Yogyakarta dan lain-lain. 
Akhirnya penulis berinisiatif, hanya menerima undangan sebagai nara sumber pada Hari Sabtu-Minggu atau Jumat sore.
Sedang di Bojonegoro sendiri, penulis aktif sebagai Guru Ahli (GA) di Pusat Belajar Guru (PBG).  Setiap saat harus siap menerima panggilan sebagai pemateri seminar maupun pelatihan.  Juga sebagai juri dalam lomba-lomba guru.  Tempatnya bisa di PBG pusat atau di PBG kecamatan.
Selain di PBG, juga penulis juga aktif di PGRI.  Yaitu sebagai juri lomba Guru menulis dan pelatihan meulis buku.  Memotivasi guru-guru Bojonegoro agar lebih inovatif dalam mengajar, dan lebih kreatif dalam menulis. 
Menghimbau agar guru-guru lebih sering mengirimkan hasil karya ke media.  Jangan berharap sekali kirim pasti tayang atau dimuat.  Namun harus bersabar, terus-menerus mengirim naskah.  Lama kelamaan pasti dimuat juga.
Bukan karena penerbit merasa kasihan, tapi memang pengalaman meulis itu sangat diperlukan.  Dengan terus-menerus mengirim naskah, berarti sudah terus menerus belajar menulis pula.  Dari proses tersebut kita belajar.  Belajar meminimalisir kekesalahan.
TAHUN 2019
Penulis mengawali terbitnya buku Kado Cinta 20 Tahun dan Haiku.  Karya ini ditulis berdua dengan suami.  Semoga dengan lahirnya buku tersebut, ikatan pernikahan penulis dengan suami semakin bahagia.
Selanjutnya, di tahun yang sama.  Penulis ingin menerbitkan 2 buku tunggal dan beberapa buku patungan.  Buku tunggal yang pertama berbahasa jawa, yaitu pengalaman selama haji dan umrah.  Sedangkan buku tunggal yang ke dua adalah ini,  Menulis dan menerbitkan Buku sampai Keliling Nusantara dan Dunia.  Alhamdulilah impian ini bisa menjadi nyata.
Adapun untuk patungan, seperti biasa saja.  Yaitu menulis bersama siswa SMPN 1 Baureno dan bersama grup Patungan Buku Inspiratif.  Juga menulis bersama penerbit Pustaka Ilalang, Saat ini saya konsentrasi mengelola TBM Kinanthi.
Untuk penerbitan buku. Saya kerja sama dengan Majas Grup (Penerbit Majas, Dwi Putra Jawa, dan Praktek Mandiri).
SaGuSaBu (Satu Guru Satu Buku) & SaSis SaBu (Satu Siswa Satu Buku).
Mau menerbitkan buku ber-ISBN, mudah dan murah? Ayo ikut program ini.

Kirimkan naskah buku Bapak/Ibu Guru atau Siswa. Tentang apa saja sesuai bakat dan minat. Misalkan:
1. Kumpulan Puisi
2. Kumpulan Cerpen
3. Kumpulan Esai
4. Novel
5. PTK
6. Naskah INOBEL
7. Kumpulan Pantun
8. Kumpulan Resep
9. Kumpulan Cerpen Misteri
10. Dll

Jenis huruf : Time new roman/12/1,5
Ukuran kertas A5
2:2;2;2
Naskah sudah lengkap dg kata pengantar, biografi dan foto dalam 1 file. Jangan dipisah2.

Nama file : SaGu SaBu spasi nama                
                     Atau SaSis SaBu spasi nama
Contoh : SaGu SaBu Emi
                Atau SaSis SaBu Emi
Biaya penerbitan tergantung jumlah halaman.
50-56 halaman kena 480.000. dst
Ongkir bisa bayar di tempat.
Dapat 10 buku, piagam penulis dan beberapa buku terbitan Majas Grup.
Alamat Pengiriman naskah : emiime2011@gmail.com

Konfirmasi ke WA : 08563155081
Jika naskah dinyatakan lolos kurasi,

Silahkan transfer:
BRI 001101005862531
An Emi Sudarwati
Jika sudah transfer di foto. Lalu kirimkan ke WA ke no 08563155081

Waktu pengumpulan naskah mulai hari ini
Buku akan terbit paling cepat 3 bulan setelah kirim naskah dan TF.

Jika menginginkan cover buat sendiri, langsung dicantumkan saat kirim naskah. Dengan persyaratan, harus orisinil. Bukan jiplakan atau hasil rekayasa dari internet.
Jika tidak ada, Penerbit menyediakan desain cover gratis.
1 X edit cover kena cas 100.000
Terimakasih

Demikianlah share pengalaman dan trik yang telah diberikan, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua.

TIDAK PERNAH MAU MENYERAH

Di usia 5 tahun ayahnya meninggal
Di usia 16 tahun dia berhenti bersekolah
Di usia 17 dia sudah dipecat 4 kali dari pekerjaan
Di usia 18 dia menikah
Di usia 18 - 22 dia menjadi kontraktor dan gagal
Di usia 19 dia menjadi ayah
Di usia 20 istrinya meninggalkannya bserta anaknya

Lalu ikutan militer dan dikeluarkan
Lalu mencoba tes masuk fakultas hukum tapi gagal
Dia bekerja di cafe kecil sebagai tukang cuci piring dan tukang masak. Dia mencoba mengambil lagi putrinya dari istrinya yg pergi meninggalkannya dan akhirnya berhasil meyakinkan istrinya untuk kembali pulang

Di usia 65 tahun dia pensiun dari pekerjaan
Dan di hari pertama menjadi pensiunan, dia mendapat cek dari pemerintah senilai 105 dollar. Dia merasa pemerintah pun menganggap dia tidak bisa membiayai hidupnya sehingga harus memberi tunjangan hari tua.

Akhirnya Dia memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri, karena merasa selama 65 tahun hidup dia selalu menjadi orang gagal dibidang apapun. Dia duduk di bawah pohon, menuliskan niatnya bunuh diri disecarik surat. Tapi akhirnya dia mengurungkan niat dan sebaliknya dia menulis:

Apa YANG DIA MAU CAPAI disisa hidupnya ini

 Dia sadar dia masih punya kesempatan&keahlian, yaitu memasak. Dia akhirnya meminjam uang 87 dollar dengan jaminan cek, lalu ia membeli ayam, dan memasak dengan resepnya. Lalu berjualan door to door hingga ditolak 1.009x dari 1 rumah ke rumah lainnya di kota Kentucky.

Ingat di usia 65 dia sudah menyiapkan niat untuk bunuh diri. Tapi di usia 88 tahun, dia menjadi BILLIONAIRE dari usaha Kentucky Fried Chicken. Dan sekarang di seluruh Dunia, semua orang mengenal restorannya dengan nama KFC, bahkan di Indonesia hampir setiap kota pun ada.

Pesan Moralnya..!
Gagal itu TIDAK harus Anda takuti, karena orang sukses adalah orang yang justru terlalu banyak gagal, TAPI dia TIDAK MENYERAH. Ingat.! orang yang paling sulit untuk dikalahkan adalah orang yang TIDAK PERNAH MAU MENYERAH!!!


SaGuSaBu (Satu Guru Satu Buku) dan SaSisSaBu (Satu Siswa Satu Buku)



Buku adalah bukti sejarah.  
Merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini.
-Emi Sudarwati-

Ibu Emi Sudarwati dan Karya Terbarunya (pict. source: Emi Sudarwati) 

Awal Perjalanan
Mengawali perjalanan karir kepenulisannya yang cemerlang, ibu Emi bergabung dengan kelompok penulis PSJB (Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro). Di kelompok ini, bu Emi bertemu dan berkenalan dengan penulis-penulis senior yang hebat. Dari kelompok ini pula bu Emi tercerahkan jika ternyata hasil karya siswa yang dikumpulkan dapat diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN.

Pada tahun 2014, buku karya pertamanya bersama siswa terbit dan mendapat sambutan luar biasa baik dari pihak sekolah maupun dinas. Buku ini berisi kumpulan Cerkak (cerita cekak) atau cerpen berbahasa Jawa karya bu Emi dan siswanya. Kumpulan cerkak berjudul LUNG ini, banyak menginspirasi sekolah-sekolah di Bojonegoro bahkan ke Kabupaten lainnya setelah banyak media yang mengangkatnya.

Menjadi Juara Inobel Nasional

Berawal dari dukungan sekaligus desakan kepala sekolahnya dulu, di tahun 2015 bu Emi mengirimkan karya inovasi pembelajaran ke tingkat nasional. Inobel yang menurut bu Emi dikerjakan setengah hati itu ternyata bisa lolos menjadi finalis dan membawa bu Emi ke Jakarta. Pengalaman selama di Jakarta ini sangat mengesankan, sehingga di tahun selanjutnya beliau kembali mengirimkan karya Inobelnya yang sudah di revisi. Kalau yang setengah hati saja jadi finalis apalagi ini yang dikerjakan sepenuh hati. ya kan. Benar saja, karya tersebut mendapatkan juara I. Mantaaap jiwaa.

Selain itu, bu Emi juga mengikuti sayembara di Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) atas rekomendasi teman-temannya di kelompok PSJB tadi. Bu Emi mendapatkan gelar guru bahasa jawa berdedikasi, yang mana membuat bu Emi merasa harus semakin giat menularkan virus literasi baik kepada siswa maupun guru di seluruh Indonesia.

Menerbitkan Ratusan Buku

Kiprah bu Emi di dunia literasi tidak hanya berkutat pada lomba  dan sayembara, beliau juga sangat aktif menulis buku dan menerbitkannya. Naskah inobelnya telah dituangkan dalam jurnal nasional DEDAKTIKA. Setiap pengalaman hidup bu Emi juga tak luput dituangkannya dalam buku. Bahkan beliau dapat menyusun sebuah buku dari liburan singkatnya di Singapura.

Selain buku-buku tunggalnya, beliau juga menerbitkan banyak buku kolaborasi. Kolaborasi dengan siswanya lah. Kolaborasi dengan teman-teman guru finalis inobel lah. Bahkan melalui kolaborasinya dengan para finalis inobel yang diberi nama Patungan Buku Guru Inspiratif, dapat melahirkan ratusan buku. Rupanya setelah patungan menulis buku, lahir pula buku-buku lainnya, seperti Satu Buku Guru Indonesia dan Satu Buku Siswa Indonesia.

Sampai saat ini, ibu Emi masih aktif menulis dan menerbitkan buku. Baik itu buku tunggal, buku patungan dengan siswanya, ataupun buku patungan bersama Patungan Buku Inspiratif (gubahan nama dari Patungan Buku Guru Inspiratif). Bu Emi juga aktif menulis bersama penerbit Pustaka Ilalang. Pantas saja namanya tercantum dalam ratusan buku, nulisnya buanyaaaak dan tidak pernah berhenti.

Silakan disimak gambar di bawah ini.

Membuat Buku E-Book

Membuat Buku E-Book


Bagi bapak/ibu gurudan siapa saja yang ingin membuat buku cerita, sekalian menjadikannya e-book, bisa mencoba dg online flipbuilder.
Berikut linknya: http://www.flipbuilder.com/
Berikut ini adalah salah satu contohnya: https://online.flipbuilder.com/onzz/czdb/

Semoga bermanfaat!

Pemanfaatan Microsoft Sway

Selamat pagi selamat menjalankan aktivitas hari ini
Jng lupa sarapan pagi ya agar bersemangat dan jng lupa tersenyum agar bahagia
Buat yg masih sakit smoga cepet sembuh ya,aamiin ya Rabb

Berikut smua tentang Microsoft office 365
Dan membuat live streaming YouTube tanpa aplikasi

https://youtu.be/3JTHlFZZtQE
Pemanfaatan Microsoft sway

https://youtu.be/-d9kC1zMODw
Pembuatan media pembelajaran dengan sway

https://youtu.be/7WXwAIza4X4
Microsoft kaizela

https://youtu.be/I1czWJj25M4
Free bersama Microsoft kaizela

https://youtu.be/gfPxg1gXPNM
Nilai lebih Microsoft teams

https://youtu.be/ICSYblYs6XE
Microsoft teams

https://youtu.be/h1DhJqQQNGk
Bedah office 365

https://youtu.be/ycU04JNuQyc
Pemanfaatan office 365 dlm pembelajaran


https://youtu.be/kEB1s0swaew
Membuat akun streamyard

https://youtu.be/abcL-7fI2mM
Membuat schedul di steamyard

https://youtu.be/oLP6EKuq4Rg
Menjalankan schedule live streaming

Smoga bermanfaat

Webinar Pascasarjana

05 Juni 2020

WEBINAR VII Etnografi dan Pandemi: Covid-19 dalam Narasi Antropologi Kes...

Research Institute for Culture and Development bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan dan Agama Kementerian PPN/Bappenas melaksanakan webinar dengan agenda: 📆 : Jumat, 5 Juni 2020 🕣 : 13.30-15.30 WIB Pembicara: 1) Herawati Sudoyo (PhD Biochemistry, University of Monash, Australia; Peneliti Eijkman Institute Jakarta) Topik - Epidemiologi Covid-19: Sirkulasi, Mutasi, dan Endemi--Meminimalkan Risiko & Ancaman Kesehatan Masyarakat 2) Rosalia Sciortino (PhD Medical Anthropology, Vrije Universiteit Amsterdam; Profesor Mahidol University Thailand) Topik - Pandemi Covid-19: Tinjauan Sosial dan Riset-Kajian Antropologi Kesehatan 3) Erna Herawati (PhD Medical Anthropology, Australian National University, Canberra - Dosen Dept Antropologi UNPAD) Topik - Perilaku Sosial dan Budaya Masyarakat dalam Penanggulangan Covid-19: Perspektif Antropologi Kesehatan 4) Pungkas Bahjuri (PhD Demography, Australian National University, Canberra - Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat - Kementerian PPN/Bappenas) Topik - Pandemi Covid-19 dan Urgensi Reformasi Sistem Kesehatan Nasional Moderator: Endang Sulastri (Sosiologi UI, MA Public Policy Australian National University, Canberra; Kementerian PPN/Bappenas) Pengantar Webinar: Amich Alhumami (PhD Anthropology, University of Sussex, UK - Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian PPN/Bappenas) Materi dapat diunduh pada Link berikut: https://bit.ly/BahanWebinarPendidikan
*Link Presensi dan Materi akan dibagikan setelah sesi Diskusi. Salam, Direktorat Pendidikan dan Agama Kementerian PPN/Bappenas.

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN