Buku adalah bukti sejarah.
Merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini.
-Emi Sudarwati-
![]() |
| Ibu Emi Sudarwati dan Karya Terbarunya (pict. source: Emi Sudarwati) |
Awal Perjalanan
Mengawali
perjalanan karir kepenulisannya yang cemerlang, ibu Emi bergabung
dengan kelompok penulis PSJB (Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro). Di
kelompok ini, bu Emi bertemu dan berkenalan dengan penulis-penulis
senior yang hebat. Dari kelompok ini pula bu Emi tercerahkan jika
ternyata hasil karya siswa yang dikumpulkan dapat diterbitkan dalam
bentuk buku ber-ISBN.
Pada
tahun 2014, buku karya pertamanya bersama siswa terbit dan mendapat
sambutan luar biasa baik dari pihak sekolah maupun dinas. Buku ini
berisi kumpulan Cerkak (cerita cekak) atau cerpen berbahasa Jawa karya
bu Emi dan siswanya. Kumpulan cerkak berjudul LUNG ini, banyak
menginspirasi sekolah-sekolah di Bojonegoro bahkan ke Kabupaten lainnya
setelah banyak media yang mengangkatnya.
Menjadi Juara Inobel Nasional
Berawal
dari dukungan sekaligus desakan kepala sekolahnya dulu, di tahun 2015
bu Emi mengirimkan karya inovasi pembelajaran ke tingkat nasional.
Inobel yang menurut bu Emi dikerjakan setengah hati itu ternyata bisa
lolos menjadi finalis dan membawa bu Emi ke Jakarta. Pengalaman selama
di Jakarta ini sangat mengesankan, sehingga di tahun selanjutnya beliau
kembali mengirimkan karya Inobelnya yang sudah di revisi. Kalau yang
setengah hati saja jadi finalis apalagi ini yang dikerjakan sepenuh
hati. ya kan. Benar saja, karya tersebut mendapatkan juara I. Mantaaap
jiwaa.
Selain
itu, bu Emi juga mengikuti sayembara di Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT)
atas rekomendasi teman-temannya di kelompok PSJB tadi. Bu Emi
mendapatkan gelar guru bahasa jawa berdedikasi, yang mana membuat bu Emi
merasa harus semakin giat menularkan virus literasi baik kepada siswa
maupun guru di seluruh Indonesia.
Menerbitkan Ratusan Buku
Kiprah
bu Emi di dunia literasi tidak hanya berkutat pada lomba dan
sayembara, beliau juga sangat aktif menulis buku dan menerbitkannya.
Naskah inobelnya telah dituangkan dalam jurnal nasional DEDAKTIKA.
Setiap pengalaman hidup bu Emi juga tak luput dituangkannya dalam buku.
Bahkan beliau dapat menyusun sebuah buku dari liburan singkatnya di
Singapura.
Selain
buku-buku tunggalnya, beliau juga menerbitkan banyak buku kolaborasi.
Kolaborasi dengan siswanya lah. Kolaborasi dengan teman-teman guru
finalis inobel lah. Bahkan melalui kolaborasinya dengan para finalis
inobel yang diberi nama Patungan Buku Guru Inspiratif, dapat melahirkan
ratusan buku. Rupanya setelah patungan menulis buku, lahir pula
buku-buku lainnya, seperti Satu Buku Guru Indonesia dan Satu Buku Siswa
Indonesia.
Sampai
saat ini, ibu Emi masih aktif menulis dan menerbitkan buku. Baik itu
buku tunggal, buku patungan dengan siswanya, ataupun buku patungan
bersama Patungan Buku Inspiratif (gubahan nama dari Patungan Buku Guru
Inspiratif). Bu Emi juga aktif menulis bersama penerbit Pustaka Ilalang.
Pantas saja namanya tercantum dalam ratusan buku, nulisnya buanyaaaak
dan tidak pernah berhenti.


