18 Mei 2020

WORKSHOP SAGUMANTA BERHASIL



Sehubungan dengan telah selesainya tugas yang dilakukan oleh para peserta Workshop Sagumanta khususnya kelas A, maka penetapan kelulusan dan pengiriman in syaa Allah akan dilaksanakan nanti malam, 19 Mei 2020.

Untuk diketahui bahwa, Schedule Workshop Sagumanta adalah sebagai berikut:



No
Tanggal
Uraian
Fasilitas/Aplikasi
Pelaksana
1
16 Mei 2020
Vicon (Presentasi dan Diskusi)
Zoom
Host & Presenter
2
17-18 Mei 2020
Penyelesaian Modul 1
WA Group
Presenter dan Tim P2KG
3
19-20 Mei 2020
Penyelesaian Modul 1
WA Group
Presenter dan Tim P2KG
4
21-22 Mei 2020
Penyelesaian Modul 1
WA Group
Presenter dan Tim P2KG
5
23 Mei 2020
Penetapan Kelulusan dan Pengiriman SertifikatZoom
WA Group dan email
Presenter dan Tim P2KG




Tugas Webinar: Sagumanta



Nama : HASANUDDIN, QH., M. Pd. I
kelas -A
Nomor  urut peserta sesuai pendaftaran: 75

Tagihan Modul 1:

Tagihan Modul 2:

3. Tagihan Modul 3:

 

Potret Ketakwaan




Potret Ketakwaan
Oleh: Hasanuddin

S
ejenak saya mengajak kita semua untuk flashback ke zaman Rasulullah saw, dimana pada waktu itu para sahabat ra masih meminum khamer. Bahkan, untuk mengharamkan khamer tersebut dibutuhkan tiga tahapan. Pertama, awalnya khamer dibolehkan. Hal ini terdapat dalam QS. An Nahl: 67, “Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan”. Kedua, turun ayat untuk menjauhkan khamer karena mudaratnya lebih besar dibanding maslahatnya. Hal ini terdapat dalam QS. Al Baqarah: 219, Mereka bertanya kepadamu tentang khamer dan judi. Katakanlah: “pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Ketiga, khamer diharamkan secara tegas. Hal ini terdapat dalam QS. Al Maidah: 90, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) kamer, berjudi, (berkoran untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.
Dan ketika turun ayat tentang pengharaman khamer secara mutlak, maka sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik, ketika itu ayah tirinya Abu Thalhah bersama Abu Ubaidah dan Ubay bin Ka’ab sedang duduk dan Anas menuangkan khamer untuk mereka. Namun, disampaikan kepada mereka bahwa khamer telah diharamkan, seketika Abu Thalhah berkata kepada Anas bin Malik, “Berdirilah wahai Anas dn tumpahkanlah khamer ini, maka sayapun menumpahkannya”. (HR. Bukhari).
Itulah potret ketakwaan yang dipertontonkan oleh para sahabat. Ketakwaan yang menghasilkan sikap istijabah, yaitu sigap dan cepat menjalankan syariat Allah swt. Lalu timbul pertanyaan kepada kita, apakah Ramadhan sudah mampu memperbaiki istijabah kita terhadap wahyu? Tentu, kita sendiri yang akan menjawabnya dengan perubahan sikap dan tingkah laku pasca Ramadhan ini.

Madrasah Ramadhan




Madrasah Ramadhan
Oleh: Hasanuddin

S
ebulan lamanya kita akan dikarantina dan ditarbiyah oleh Allah swt di bulan Ramadhan yang sangat langka namun penuh pesona. Tarbiyah pertama yang mesti kita ingat melalui perintah puasa adalah kita dilarang menikmati hal-hal yang seharusnya halal dan menjadi milik kita sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Misalnya, kita dilarang makan walaupun yang akan kita makan adalah milik sendiri dan makanan tersebut halal serta diperoleh dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syariat Islam.
Kita juga dilarang minum padahal minumannya halal dan diperoleh dengan cara-cara yang halal. Demikian halnya kita dilarang berhubungan intim suami sitri padahal sudah menjadi pasangan sah baik menurut agama maupun undang-undang. Kesemuanya tidak berani kita langgar walaupun halal karena takut dosa.
Wahai umat Islam, ketika Ramadhan datang bertamu kita semua rela tidak makan dan minum di siang hari. Namun, apakah kita tetap akan rela dan siap untuk tidak memakan sesuatu yang diharamkan oleh Allah swt di luar Ramadhan, seperti memakan harta haram, hasil riba, hasil curian, hasil menipu, dan mengambil hak orang lain secara zalim. Bukankan Allah swt melarang itu semua sepanjang hayat kita dan bukan hanya di bulan Ramadhan.
Bukankah Allah swt menyuruh kita untuk senantiasa memakan yang halal dan baik. Ingatlah firman Allah swt: “Wahai sekalian manusia, makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di bumi. Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan karena sesuangguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al Baqarah (2): 168).
Mudah-mudahan dengan berakhirnya Ramadhan kita menjadi insan yang bertakwa dimana saja berada dan senantiasa memperhatikan makanan serta minuman yang kita konsumsi karena sesungguhnya makanan dan minuman yang kita konsumsi sangat berpengaruh terhadap tingkah laku dan tutur kata kita dalam pergaulan sehari-hari bersama dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita.

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN