Pertandingan Akbar
Oleh: Hasanuddin
|
B
|
ulan
Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia, terhormat, teristimewa, pembawa berkah,
bulan bersejarah, bulan penuh kesabaran, bulan penuh perjuangan, bulan latihan,
bulan pendidikan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, syaitan dibelenggu,
bulan penuh kemudahan, bulan diturunkannya Al Qur’an, bulan dimenangkannya
Rasulullah saw dan para sahabat pada perang Badar, bulan diangkatnya Muhammad
menjadi Nabi dan Rasul terakhir, turunnya rahmah, dan magfirah.
Bulan
Ramadhan kalau kita umpamakan suatu pertandingan, maka malam yang pertama sampai
dengan malam kesepuluh sebagai babak penyisihan. Malam kesebelas sampai dengan
kedua puluh sebagai babak delapan besar dan empat besar. Sedangkan malam kedua
puluh satu sampai dengan ketiga puluh sebagai semi final dan final.
Awal
Ramadhan sangat banyak orang yang ikut mengambil bagian untuk bertanding di
babak penyisihan dengan meramaikan masjid, mushalla, dan tempat-tempat yang
bisa dijadikan untuk shalat tarawih sehingga penuh sesak dan terkadang sampai
tidak tertampung. Demikian halnya dengan tadarrus Al Qur’an bersama banyak
orang sampai larut malam bahkan semalam suntuk.
Namun,
setelah memasuki babak delapan besar atau empat besar, shaf-shaf yang tadinya
penuh sesak menjadi semakin maju dan sepi. Dan puncaknya pada babak semi final
dan final, posisi masjid, mushalla, dan tempat-tempat yang bisa dijadikan sebagai
tempat shalat tarawih dan tadarrus Al Qur’an tergantikan oleh mall, supermarket,
pasar malam, atau pusat-pusat perbelanjaan sebagai tempat belanja atau hanya
sekedar jalan-jalan yang akhirnya terkadang mereka lupa shalat.
Maklum,
pada babak semi final dan final ini banyak promo bermunculan, seperti diskon, cuci
gudang, dana lain sebagainya. Padahal inti Ramadhan adalah sepuluh malam
terakhir karena terdapat suatu malam yang disebut lailatul qadar yang
lebih baik dari seribu bulan. Mudah-mudahan kita mampu melaju sampai final dan
menjadi pemenangnya.