Proses Menerbitkan Buku Ajar
oleh: Hasanuddin
|
Nara Sumber:
|
Joko Irawan Mumpuni (Direktur Penerbit ANDI, Ketua 1 IKAPI
DIY, Penulis buku besrsertifikat BNSP,
Asesor BNSP), jmumpuni@gmail.com (email)/@jokomumpuni
(twitter)
|
|
Waktu:
|
Jum’at, 8 Mei 2020
|
|
Pukul:
|
13.00-15.00 WIB
|
Pertemuan kali ini kita akan menerima ilmu dan sharing
tentang tata cara menerbitkan buku ajar yang disampaikan oleh Direktur Penerbit
ANDI langsung, yaitu bapak Joko Irawan Mumpuni. Di samping itu, beliau juga Ketua
1 IKAPI DIY, Penulis buku besrsertifikat BNSP, dan Asesor BNSP.
Di awal pemaparannya, beliau tidak lupa menyampaikan terima
kasih karena telah diajak bersilaturrahmi dengan para sahabat bapak/ibu guru
dan beliau merasa sangat tersanjung. Dalam paparan awalnya sebagai pengantar
diskusi, beliau telah menyiapkan sebuah video yang berdurasi 25 menit untuk
disimak oleh bapak/ibu guru sekalian. Sebagai pendukung video tersebut, beliau
juga memberikan penjelasan melalui potongan gambar dan audio.
Dalam sajian gambarnya yang pertama, beliau mempertanyakan
kita semua berada pada level yang ke berapa? Level-level tersebut diurutkan
dari yang paling bawah, yaitu i won’t do it, i can’t do it, i want to do it, how
do i do it, i’ll try to do it, i cant do it, i will do it, dan yang level yang
paling tinggi adalah yes, i did it. Dari beberapa level tersebut, yang
mengetahui jawabannya adalah kita sendiri sebagai pelakunya.
Dalam audionya, beliau memberikan motivasi bagi bapak/ibu
guru khususnya agar betul-betul termotivasi untuk menjadi penulis dan beliau
menyarankan agar kita semua jangan berada pada level yang paling bawah, yaitu i
won’t do it akan tetapi beliau sangat mengharapkan agar kita bisa berada pada
level yang paling tinggi, yaitu yes, i did it.
Dalam gambar yang keduanya, beliau memberikan gambaran
ekosistem penerbitan, yang kalau menurut hemat saya sendiri dimulai dari
penulis kemudian berlanjut ke penerbit, setelah itu lanjut ke penyalur, dan
berakhir di pembaca. Untuk memperjelas gambar yang kedua tersebut, lewat audio
beliau memberikan penegasan bahwa sesuai dengan spesifik beliau saat ini pada
proses penerbitan. Sebelum penerbitan dilakukan, tentunya penulis harus
menyerahkan naskah yang sudah jadi kemudian diserahkan kepada penerbit. Setelah
itu, penerbit melakukan penilaian terhadap naskah tersebut, apakah layak dan
bisa diterbitkan atau tidak? Setelah dinilai layak dan diterima kemudian
penerbit menerbitkan surat pemberitahuan permintaan softcopy kepada penulis.
Setelah itu, penulis atau kelompok penulis jika lebih dari satu penulis
menandatangani perjanjian bahwa naskahnya siap diterbitkan dan penerbit
kemudian menunggu softcopy diantarkan oleh penulis. Setelah penulis
mengantarkan naskahnya, kemudian penerbit mengeditnya, membuat covernya, dan
mencetak satu eksemplar saja untuk dikembalikan kepada penulis agar diperiksa
akhir mungkin ada kesalahan dan lain sebagainya. Setelah selesai dilakukan
pemeriksaan akhir oleh penulis, baru kemudian penerbit menerbitkan naskah
tersebut menjadi sebuah buku.
Setelah naskah diterbitkan menjadi sebuah buku, apa yang
diperoleh penulis? Tentunya, yang paling utama adalah kepuasan, reputasi,
karir, dan yang terakhir adalah uang. Namun, sebelum sampai menjadi sebuah
buku, penerbit melakukan system penilaian, yaitu untuk editorial bobotnya
sekitar 10%, peluang potensi pasar bobotnya sekitar 50 %, kelimuan bobotnya
sekitar 30 % dan reputasi penulis bob 10 %. Untuk diketahui bahwa penerbit
melakukan penerbitan naskah yang bagaimana? Yang paling cepat terbit tentunya
adalah yang memiliki tema populer dan penulisnya populer, tema populer dan
penulisnya tidak populer, tema tak populer tetapi penulisnya populer, dan tema
tak populer serta penulisnya tak populer.
Sebagai
penutup dalam paparannya tersebut, beliau menampilkan gambar imam al gazali,
bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka MENULISLAH.